Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menjalani peran sebagai ibu baru merupakan kebahagiaan yang luar biasa. Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa rutinitas merawat bayi sering kali menguras tenaga, salah satunya saat tengah malam ketika bayi ingin menyusu dan Moms sangat mengantuk. Kondisi ini membuat Anda mencari posisi menyusui yang nyaman, misalnya menyusui sambil tiduran.
Banyak Moms mencoba posisi berbaring agar bisa memberikan ASI tanpa harus duduk tegak menahan kantuk. Posisi ini terasa sangat melegakan, terutama ketika tubuh masih dalam masa pemulihan setelah persalinan. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai keamanan posisi menyusui sambil tiduran untuk Si Kecil. Agar tidak bingung lagi, simak penjelasannya berikut ini, Moms!
Apakah boleh ibu menyusui sambil tiduran?
Jawaban singkatnya adalah boleh. Menyusui sambil tiduran, atau yang sering dikenal dengan istilah side-lying position (posisi berbaring miring), merupakan salah satu metode yang sangat umum dan direkomendasikan oleh banyak konsultan laktasi. Posisi ini dinilai sangat alami dan aman, asalkan dilakukan dengan teknik dan pengawasan yang tepat.
Posisi berbaring miring memungkinkan perut Moms dan perut bayi saling berhadapan. Moms dapat menopang punggung bayi dengan bantal atau selimut yang digulung, sementara kepala bayi berada di posisi yang sejajar dengan payudara. Bagi banyak ibu, metode ini adalah penyelamat sejati saat energi sudah sangat terkuras.
Meski aman, penting buat Anda untuk tetap mempertahankan tingkat kesadaran tertentu dan tidak tertidur pulas, terutama jika bayi masih berusia di bawah empat bulan. Memastikan tempat tidur bebas dari bantal besar atau selimut tebal yang menutupi wajah bayi adalah langkah awal yang penting untuk menciptakan lingkungan menyusui yang aman.
Baca juga: 10 Makanan untuk Ibu Menyusui agar Bayi Cerdas dan Gemuk
Manfaat menyusui sambil tiduran
Memilih posisi berbaring saat memberikan ASI bukan hanya untuk kemudahan, tetapi juga memberikan berbagai dampak positif bagi Anda, Moms.
1. Anda bisa sambil beristirahat
Kurang tidur adalah tantangan terbesar pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi. Dengan berbaring, otot-otot punggung, leher, dan bahu Moms bisa beristirahat sepenuhnya. Tubuh yang rileks akan merangsang hormon oksitosin bekerja lebih maksimal, yang pada akhirnya membantu kelancaran aliran ASI. Moms bisa memejamkan mata sejenak dan mengembalikan energi yang hilang tanpa harus memutus proses pemberian nutrisi bagi Si Kecil.
2. Membantu pemulihan usai persalinan
Buat Moms yang melalui proses persalinan caesar atau mengalami robekan perineum, duduk tegak dalam waktu lama bisa menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman. Posisi berbaring menghilangkan tekanan pada area perut bawah dan panggul. Proses penyembuhan luka operasi atau jahitan pun bisa berjalan lebih optimal karena tubuh Anda tidak memaksakan diri pada posisi yang menekan area sensitif tersebut.
3. Membuat bayi lebih rileks
Sama halnya dengan orang dewasa, bayi juga menyukai kenyamanan. Posisi berbaring membuat bayi merasa lebih bebas dan tenang. Kontak kulit ke kulit (skin-to-skin) yang terjadi saat berbaring miring juga memberikan rasa aman, menstabilkan detak jantung, serta membantu bayi tertidur lebih pulas setelah kenyang menyusu.
Baca juga: Perut Bayi Berbunyi saat Menyusu, Ini Penyebabnya, Moms
Risiko menyusui sambil tiduran
Meskipun membawa banyak kemudahan, Moms tetap perlu mewaspadai beberapa risiko yang mungkin terjadi ketika menyusui sambil tiduran. Mengetahui potensi bahaya ini bisa membantu Anda mengambil langkah pencegahan yang tepat, Moms.
1. Risiko tersedak pada bayi
Saat berbaring, aliran ASI terkadang bisa keluar lebih deras dari biasanya, terutama jika Moms memiliki kondisi hyperlactation (produksi ASI berlebih). Hal ini bisa membuat bayi kesulitan menelan dan memicu risiko tersedak. Untuk mencegahnya, pastikan kepala bayi sedikit lebih tinggi dari perutnya. Anda bisa menyangga kepala bayi dengan lengan bawah Anda agar posisi kerongkongannya tetap lurus.
2. Masalah pada telinga tengah
Saluran eustachius pada bayi masih sangat pendek dan mendatar. Jika posisi kepala bayi terlalu rata dengan tempat tidur saat menyusu, ada kemungkinan ASI mengalir ke arah telinga tengah. Cairan yang menggenang di area tersebut berpotensi memicu infeksi telinga. Mengganjal kepala bayi secara tipis atau memastikan sudut kepalanya sedikit terangkat bisa mengurangi risiko ini.
3. Risiko tertindih (SIDS)
Risiko paling serius dari menyusui sambil tiduran adalah kemungkinan Anda tertidur pulas dan tanpa sengaja menindih bayi, atau wajah bayi tertutup oleh payudara, bantal, maupun selimut. Hal ini meningkatkan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Karena itu, penting untuk menjaga keselamatan bayi saat tidur. Singkirkan barang-barang berlebih dari atas kasur, pastikan permukaan kasur cukup padat, dan kembalikan bayi ke boks tidurnya jika Anda merasa sudah sangat mengantuk dan hampir terlelap.
Itulah penjelasan mengenai menyusui sambil tiduran. Menemukan posisi menyusui yang paling pas terkadang memang butuh waktu dan eksperimen. Posisi tiduran bisa menjadi solusi buat menyusui Si Kecil, asalkan dilakukan dengan memperhatikan keselamatan bayi Anda, Moms. (MB/SW/Foto: Freepik)
