FAMILY & LIFESTYLE

Mengenal Attachment Style Parenting yang Membuat Si Kecil "Lengket" dengan Orang Tuanya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms mungkin menyadari, saat ini ada banyak pilihan gaya parenting yang bisa diterapkan di rumah. Ada metode membesarkan anak dengan permisif, ada pula parenting yang mengutamakan disiplin kuat. Salah satu gaya parenting yang sedang ramai dibahas adalah attachment style parenting.

Attachment style parenting atau pengasuhan kelekatan, merupakan metode yang berfokus pada pentingnya membangun ikatan emosional yang kuat dan aman antara orang tua dan anak sejak hari pertama ia hadir di dunia. Melalui kedekatan fisik dan responsivitas yang konsisten, anak akan merasa bahwa dunia adalah tempat yang aman untuk berekspresi. Penasaran ingin tahu lebih banyak tentang attachment style parenting? Yuk, simak dalam artikel di bawah ini, Moms.

Apa yang dimaksud dengan attachment style parenting?

Attachment style parenting adalah sebuah filosofi pengasuhan yang dipopulerkan oleh dokter anak asal Amerika Serikat, Dr. William Sears. Pendekatan ini didasarkan pada teori kelekatan psikologis yang menyatakan bahwa ikatan emosional yang aman di awal kehidupan anak akan sangat memengaruhi perkembangan sosial dan emosionalnya di masa depan.

Dalam praktiknya, metode ini mengajak orang tua untuk sangat peka dan responsif terhadap kebutuhan bayi atau anak. Tangisan bayi tidak dianggap sebagai bentuk manipulasi, melainkan sebagai satu-satunya cara Si Kecil berkomunikasi. Dengan merespons kebutuhan anak secara cepat dan penuh kelembutan, orang tua menanamkan rasa percaya yang mendalam di dalam diri anak.

Ikatan emosional yang terbangun ini akan menjadi fondasi yang kokoh. Anak yang merasa aman dan dicintai tanpa syarat cenderung lebih berani mengeksplorasi lingkungan sekitarnya, karena Si Kecil tahu selalu ada pelukan hangat yang menantinya saat dia merasa takut atau ragu.

Baca juga: Ini Cara Baru Mengasuh Anak Lewat New Earth Parenting

Ciri khas attachment style parenting

Setiap keluarga mungkin memiliki gaya yang sedikit berbeda, namun ada beberapa prinsip utama yang menjadi ciri khas dari attachment style parenting:

1. Responsif terhadap tangisan

Orang tua yang menerapkan metode ini percaya bahwa tangisan adalah bahasa bayi. Alih-alih membiarkan bayi menangis sendirian agar mandiri (cry it out), orang tua akan segera datang, menenangkan, dan mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh Si Kecil.

2. Kedekatan fisik yang intens

Sentuhan fisik adalah elemen kunci. Hal ini sering kali diwujudkan melalui babywearing (menggendong bayi dengan kain atau gendongan khusus) sehingga bayi selalu merasa dekat dengan detak jantung orang tuanya. Selain itu, sentuhan kulit ke kulit (skin-to-skin contact) sangat diutamakan, terutama di minggu-minggu pertama kelahiran.

3. Pemberian ASI dan penyapihan dengan cinta

Menyusui dianggap bukan hanya sekadar memberikan nutrisi, melainkan juga momen penting untuk membangun kedekatan emosional. Attachment parenting mendukung pemberian ASI selama ibu dan bayi merasa nyaman, serta menyarankan proses penyapihan yang dilakukan secara alami dan bertahap tanpa paksaan.

4. Tidur berdekatan (co-sleeping)

Banyak praktisi metode ini memilih untuk tidur di ruangan yang sama dengan bayi, atau bahkan di ranjang yang sama dengan mematuhi panduan keselamatan tidur. Tujuannya adalah agar orang tua bisa merespons kebutuhan bayi di malam hari dengan lebih cepat dan membuat bayi merasa aman sepanjang waktu.

Baca juga: Screamfree Parenting, Pola Asuh agar Orang Tua Bisa Kendalikan Emosinya

Bagaimana cara melakukan attachment style parenting?

Menerapkan pola asuh ini dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya bisa dilakukan melalui langkah-langkah sederhana yang penuh kehangatan. Moms bisa memulainya dengan hal-hal berikut:

1. Gunakan gendongan bayi secara rutin

Cobalah untuk sering menggendong Si Kecil saat Anda beraktivitas di rumah atau saat berjalan-jalan. Babywearing tidak hanya membuat tangan Anda lebih leluasa, tetapi juga memberikan rasa tenang pada bayi karena anak terus mencium aroma tubuh dan mendengar suara Anda.

2. Jadilah pendengar yang aktif

Saat bayi menangis atau anak balita Anda sedang tantrum, cobalah untuk turun ke level matanya. Berikan pelukan, tatap matanya, dan sampaikan dengan nada suara yang lembut bahwa Anda mengerti perasaan dia. Validasi emosi ini sangat penting untuk perkembangan mentalnya.

3. Terapkan disiplin positif

Attachment parenting sangat menghindari hukuman fisik atau teriakan. Saat anak melakukan kesalahan, gunakan pendekatan komunikasi yang penuh empati. Jelaskan alasan mengapa tindakan tersebut tidak baik, lalu arahkan anak pada perilaku yang benar dengan penuh kesabaran.

Attachment style parenting bisa diterapkan sejak anak usia berapa?

Pendekatan ini sangat ideal untuk diterapkan sejak anak baru lahir, bahkan konsepnya sudah bisa dipersiapkan sejak masa kehamilan. Menjalin ikatan sejak dini, seperti berbicara pada bayi saat masih dalam kandungan dan melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) sesaat setelah persalinan, adalah langkah awal yang sangat baik.

Kendati demikian, attachment parenting bukanlah sesuatu yang berhenti saat anak bisa berjalan atau masuk sekolah. Seiring bertambahnya usia, bentuk kelekatan ini akan berevolusi. Jika saat bayi pendekatannya lebih banyak berupa kontak fisik, pada usia balita dan anak-anak, pendekatannya berubah menjadi kehadiran emosional yang konsisten, mendengarkan cerita mereka dengan penuh perhatian, dan menghargai pendapat Si Kecil.

Kelebihan dan kekurangan attachment style parenting

Seperti halnya metode pengasuhan lainnya, attachment parenting memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri. Memahami kedua sisi ini akan membantu Anda mengukur apakah pendekatan ini sesuai dengan dinamika keluarga Anda.

1. Kelebihan yang membawa kebahagiaan

Anak-anak yang dibesarkan dengan metode ini umumnya tumbuh menjadi individu yang memiliki regulasi emosi yang baik. Anak cenderung lebih mandiri dan percaya diri karena dia tahu dia memiliki "rumah" yang aman di dalam diri orang tua mereka. Selain itu, ikatan keluarga biasanya menjadi sangat erat, hangat, dan dipenuhi dengan rasa saling menghargai.

2. Tantangan yang perlu diwaspadai

Tantangan terbesar dari metode ini adalah risiko kelelahan fisik dan mental (burnout) pada orang tua, khususnya bagi para ibu. Responsivitas yang tinggi selama 24 jam sehari, tuntutan menyusui, dan kurangnya waktu tidur karena co-sleeping dapat menguras energi. Jika orang tua tidak memiliki dukungan dari pasangan atau keluarga terdekat, metode ini bisa memicu stres dan membuat orang tua kehilangan waktu untuk merawat diri sendiri (self-care).

Pada intinya, setiap anak dan orang tua memiliki keunikannya masing-masing. Attachment style parenting menawarkan panduan yang indah untuk membangun cinta dan kepercayaan, namun Anda memiliki kebebasan untuk menyesuaikannya dengan kondisi fisik, mental, dan nilai-nilai keluarga Anda. Ingatlah bahwa untuk bisa merawat Si Kecil dengan penuh kelembutan, Anda juga harus bersikap lembut pada diri sendiri.

Jangan ragu untuk berdiskusi dengan pasangan mengenai pembagian tugas, dan luangkan waktu sejenak untuk beristirahat saat Anda merasa kewalahan. Dengan komunikasi yang baik dan komitmen untuk saling mendukung, Anda pasti bisa menemukan pola asuh yang paling menghangatkan hati bagi seluruh anggota keluarga. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)