Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Melihat Si Kecil lemas karena sakit tentu membuat hati setiap ibu merasa cemas. Apalagi ketika tiba-tiba bagian bawah pipi atau rahangnya tampak membengkak, rewel, dan kesulitan untuk makan. Salah satu penyakit yang sering ditandai dengan pembengkakan pada area rahang dan pipi ini adalah gondongan. Kondisi gondongan pada anak ini sering kali membuat kita sebagai orang tua merasa khawatir dan bingung harus berbuat apa.
Gondongan sebenarnya adalah kondisi yang umum terjadi pada anak dan sebagian besar anak dapat pulih sepenuhnya dengan perawatan di rumah. Namun, sebelum mengetahui cara merawatnya, Moms harus terlebih dulu mengetahui penyebab gondongan pada anak. Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.
Penyebab gondongan pada anak
Gondongan, atau dalam istilah medis dikenal sebagai mumps, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dari keluarga Paramyxovirus. Virus ini secara spesifik menyerang kelenjar parotis, yaitu kelenjar penghasil air liur yang terletak di bawah dan di depan telinga kita. Ketika kelenjar ini terinfeksi, terjadilah peradangan yang menyebabkan pembengkakan pada salah satu atau kedua sisi wajah anak.
Penyebaran virus ini sangat mirip dengan virus flu biasa. Virus gondongan menyebar melalui percikan air liur (droplet) di udara ketika penderita bersin, batuk, atau bahkan sekadar berbicara. Anak-anak yang aktif bermain bersama teman-temannya di sekolah atau taman bermain memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular.
Selain itu, kebiasaan berbagi barang pribadi juga menjadi salah satu penyebab utama penularan. Misalnya, ketika Si Kecil berbagi botol minum, alat makan, atau mainan yang sebelumnya telah terkontaminasi oleh virus dari anak yang sakit. Menyentuh permukaan benda yang terpapar virus lalu menyentuh area hidung atau mulut tanpa mencuci tangan juga bisa memicu masuknya virus ke dalam tubuh. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah kunci penting dalam menjaga kesehatan keluarga kita.
Apa gejala gondongan pada anak?
Masa inkubasi virus gondongan, yaitu waktu dari pertama kali virus masuk ke tubuh hingga memunculkan gejala, biasanya berkisar antara 16 hingga 18 hari. Sering kali, gejala awal gondongan sangat mirip dengan flu biasa, sehingga membuat kita tidak langsung menyadarinya. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala yang perlu Moms perhatikan.
1. Demam dan kelelahan
Sama seperti infeksi virus pada umumnya, tubuh Si Kecil akan memberikan respons berupa demam, yang biasanya berkisar antara 38 hingga 39 derajat Celsius. Anak mungkin akan terlihat lebih lesu, mudah lelah, dan kehilangan minat pada mainan favoritnya. Keluhan sakit kepala dan nyeri otot juga sering menyertai fase awal ini.
2. Pembengkakan pada rahang atau pipi
Ini adalah tanda paling khas dari gondongan. Pembengkakan bisa terjadi di satu sisi wajah saja, atau perlahan menyebar ke kedua sisi dalam beberapa hari. Area yang bengkak ini akan terasa hangat jika disentuh dan memberikan rasa nyeri yang membuat anak merasa sangat tidak nyaman.
Baca juga: 6 Cara Praktis Mengobati Gondongan pada Anak
3. Kesulitan menelan dan kehilangan nafsu makan
Akibat peradangan pada kelenjar air liur, proses mengunyah dan menelan makanan akan terasa menyakitkan bagi Si Kecil. Wajar jika kemudian nafsu makannya menurun drastis. Anak mungkin akan menolak makanan favoritnya atau menangis saat disuapi, terutama jika makanan tersebut memiliki rasa asam yang bisa merangsang produksi air liur dan menambah rasa sakit.
Bagaimana cara merawat anak saat gondongan?
Meskipun gondongan tidak memiliki obat spesifik karena disebabkan oleh virus, fokus perawatan kita adalah meredakan gejala dan membuat anak merasa senyaman mungkin. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda terapkan di rumah:
1. Berikan waktu istirahat yang cukup
Tubuh membutuhkan energi ekstra untuk melawan infeksi. Pastikan Si Kecil mendapatkan waktu tidur yang cukup dan mengurangi aktivitas fisiknya untuk sementara waktu. Ciptakan suasana kamar yang tenang, sejuk, dan nyaman agar ia bisa beristirahat dengan optimal.
2. Jaga asupan cairan tubuh
Demam dan kurangnya nafsu makan membuat anak rentan mengalami dehidrasi. Tawarkan air putih secara berkala. Moms juga bisa memberikan kuah kaldu hangat atau air kelapa untuk membantunya tetap terhidrasi. Hindari minuman asam seperti jus jeruk atau lemon karena dapat memperparah rasa nyeri pada kelenjar liurnya.
3. Sajikan makanan bertekstur lembut
Karena mengunyah terasa menyakitkan, beralihlah ke menu makanan yang lembut dan mudah ditelan. Bubur ayam, sup krim, kentang tumbuk (mashed potato), atau oatmeal bisa menjadi pilihan bergizi yang tidak membebani rahang anak. Makanan bersuhu ruang atau sedikit dingin seperti puding juga bisa memberikan sensasi nyaman di tenggorokannya.
4. Kompres untuk meredakan nyeri
Mengompres area pipi atau rahang yang bengkak dapat membantu mengurangi rasa sakit. Anda bisa menggunakan handuk bersih yang dicelupkan ke air hangat atau air dingin, tergantung pada mana yang dirasa lebih nyaman oleh anak Anda. Lakukan kompres selama 15-20 menit beberapa kali dalam sehari.
5. Berikan obat pereda nyeri yang aman
Jika demam membuat anak sangat rewel dan kesakitan, Moms bisa memberikan obat pereda nyeri yang aman untuk anak, seperti parasetamol atau ibuprofen, sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter. Sangat penting untuk tidak memberikan aspirin pada anak-anak karena berisiko memicu sindrom Reye, sebuah kondisi langka yang sangat berbahaya.
Baca juga: Penyebab Benjolan di Leher yang Perlu Diwaspadai
6. Terapkan isolasi mandiri sementara
Gondongan sangat mudah menular. Untuk melindungi anggota keluarga yang lain, terutama jika ada bayi atau anak lain yang belum mendapatkan vaksinasi penuh, usahakan agar Si Kecil yang sakit beristirahat di kamar terpisah. Pisahkan juga alat makan dan minumnya, serta ingatkan semua orang di rumah untuk rutin mencuci tangan dengan sabun.
Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?
Gondongan umumnya mereda dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Namun, sebagai bentuk kewaspadaan, segera hubungi dokter anak atau penyedia layanan kesehatan jika Moms menemukan tanda-tanda berikut pada Si kecil:
- Demam tinggi yang tidak kunjung turun setelah beberapa hari
- Anak kesulitan bernapas, minum, atau tampak sangat lemas
- Keluhan sakit kepala yang sangat hebat disertai leher kaku
- Anak mengalami muntah-muntah terus-menerus
- Terdapat pembengkakan yang sangat menyakitkan di area lain, seperti testis pada anak laki-laki.
Itulah penyebab gondongan pada anak dan cara mengatasinya. Namun, jika muncul gejala yang mengkhawatirkan, Anda bisa segera membawa Si Kecil ke dokter ya, Moms. Tindakan yang tepat dan cepat adalah bentuk cinta Moms untuk Si Kecil. (MB/GP/RF/Foto: 8photo/Freepik)