Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Belajar tidak selalu identik dengan suasana tegang atau penuh tekanan, Moms. Lewat kompetisi, anak-anak justru diajak menikmati proses belajar dengan cara yang lebih menyenangkan, interaktif, sekaligus mendorong Si Kecil untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya sedari dini.
Moms, di balik serunya kompetisi ini Si Kecil tidak hanya melatih kemampuan akademiknya, pengalaman mengikuti kompetisi dengan skala yang cukup besar juga mampu membantu anak belajar mengelola emosi, bekerja sama dalam tim, hingga membangun rasa percaya diri sejak dini.
Psikolog Anak dan Keluarga, Saskhya Aulia Prima, M.Psi., menjelaskan bahwa kompetisi edukatif yang didampingi dengan baik dapat menjadi stimulasi positif untuk perkembangan anak secara menyeluruh.
“Kompetisi membantu anak belajar menghadapi rasa gugup, kecewa, maupun percaya diri atas pencapaiannya. Dalam kompetisi berbasis tim, anak juga belajar bahwa keberhasilan dibangun melalui kerja sama dan kolaborasi,” jelas Saskhya, yang ditemui dalam acara Kompetisi DANCOW Indonesia Cerdas Season 2, di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Cara orang tua mendorong anak untuk berkompetisi
Dengan melihat banyaknya manfaat yang bisa didapatkan anak dari kompetisi, penting bagi orang tua untuk mendorong anak untuk turut serta aktif berkompetisi. Menurut Saskhya ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua, yaitu:
1. Dampingi
Orang tua perlu mendampingi, bukan hanya saat kompetisi berlangsung tetapi dampingi juga prosesnya. Misalnya saat anak berlatih atau sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi.
2. Dengarkan
Pastikan orang tua mendengarkan perasaan anak seperti apa, cari tahu apakah ada keluhan yang sedang anak alami. Sehingga orang tua lebih memahami apa yang sedang anak rasakan dan alami saat akan berkompetisi.
3. Definisikan ulang
Orang tua dapat memberikan perspektif lain tentang apa yang sedang anak rasakan, misalnya anak merasa gugup atau takut saat akan berkompetisi. Anda juga perlu memvalidasi setiap emosi yang anak rasakan.
Belajar aktif lewat kompetisi yang interaktif
Tahun ini, ajang kompetisi persembahan Nestlé DANCOW hadir lebih besar dengan melibatkan lebih dari 192.000 siswa dari 2.168 sekolah di 40 kota dan 15 provinsi di Indonesia. Saat ini, kompetisi memasuki tahap seleksi tingkat provinsi untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten.
Pada tahap seleksi tingkat provinsi DANCOW Indonesia Cerdas Season 2, delapan Sekolah Dasar terbaik dari Jakarta dan Banten bersaing menunjukkan kemampuan literasi, numerasi, dan pemecahan masalah kreatif. Tidak hanya berfokus pada akademik, kompetisi ini juga dirancang untuk mendorong anak aktif berdiskusi, bekerja sama, dan berani mengemukakan pendapat.
Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia, Fajar Dewantara, mengatakan bahwa kombinasi antara pemenuhan gizi dan stimulasi belajar memiliki peran penting dalam membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh di masa depan.
“Kami percaya pemenuhan gizi yang tepat diimbangi oleh stimulasi akan mendorong anak-anak untuk belajar lebih baik dan tumbuh menjadi individu tangguh yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Fajar Dewantara.
Kompetisi ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia karena dinilai sejalan dengan semangat membangun karakter anak yang gemar belajar dan terus berkembang.
Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen RI, Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag., menyampaikan bahwa pendidikan merupakan investasi penting dalam membangun masa depan anak-anak Indonesia.
“Education is a slow movement but powerful force. Pendidikan mungkin bergerak lambat, tetapi memiliki daya dobrak yang luar biasa dalam membangun masa depan bangsa,” ungkap Prof. Biyanto.
Nantinya, pemenang pertama perwakilan dari masing-masing provinsi akan melaju ke babak final nasional yang akan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026. Babak final tersebut akan ditayangkan dalam format program edutainment di Indosiar dan media digital lainnya. Yang diharapkan agar semakin banyak anak di Indonesia terinspirasi untuk belajar dan berani mengeksplorasi potensi mereka. (MB/RA/RF/Foto: Freepik & Dok. DANCOW)