Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Mendengar dokter menyampaikan bahwa hasil tes darah Si Kecil menunjukkan angka trombosit yang tidak wajar sering kali membuat hati kita berdebar. Sebagai orang tua, wajar jika Anda merasa cemas dan tidak paham berapa angka trombosit normal pada anak. Saat anak sakit, terutama ketika berhadapan dengan istilah medis yang mungkin terdengar asing, kekhawatiran bisa terasa sangat luar biasa.
Trombosit, atau keping darah, memiliki peran yang sangat penting dalam tubuh anak-anak kita. Sel-sel kecil ini bertugas membantu proses pembekuan darah. Ketika Si Kecil terjatuh saat bermain dan lututnya terluka, trombosit inilah yang bekerja keras menghentikan pendarahan dan menyembuhkan luka tersebut. Memahami cara kerja keping darah ini akan memberikan ketenangan pikiran bagi Moms saat merawat buah hati yang sedang sakit.
Lalu berapa kadar trombosit yang normal pada anak? Kapan trombosit anak dikatakan rendah? Apa saja penyebab turunnya trombosit anak? Dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya pada artikel ini, Moms.
Berapa kadar trombosit normal pada anak?
Kadar trombosit normal pada anak adalah 150.000 hingga 450.000 keping per mikroliter darah. Angka ini didapatkan melalui pemeriksaan laboratorium yang disebut darah lengkap (complete blood count). Trombosit diproduksi di dalam sumsum tulang dan biasanya bertahan hidup di dalam aliran darah selama sekitar 8 hingga 10 hari sebelum akhirnya digantikan oleh sel-sel yang baru.
Menjaga angka ini tetap pada rentang yang sehat sangat penting agar tubuh anak dapat merespons luka ringan dengan baik. Jika jumlahnya terlalu sedikit, anak akan mudah mengalami memar atau pendarahan. Sebaliknya, jika terlalu banyak (kondisi yang lebih jarang terjadi pada anak), darah bisa membeku lebih cepat dari yang seharusnya.
Kapan kadar trombosit anak dikatakan rendah?
Kadar trombosit anak dikatakan rendah apabila jumlahnya kurang dari 150.000 per mikroliter darah. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah trombositopenia. Tingkat keparahan trombositopenia pada anak sangat bervariasi, mulai dari yang ringan hingga sangat berat.
Anak dengan trombositopenia ringan (angka antara 100.000 hingga 150.000) sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun dan kondisinya bisa kembali normal seiring dengan penyembuhan tubuh. Namun, Anda perlu waspada jika angkanya turun di bawah 50.000, dan akan dianggap sangat berbahaya jika menyentuh angka di bawah 20.000.
Gejala yang perlu Anda waspadai ketika trombosit anak rendah meliputi:
- Munculnya bintik-bintik merah kecil di kulit (petechiae) yang terlihat seperti ruam
- Anak mudah memar meskipun tidak terbentur keras
- Gusi berdarah saat menyikat gigi
- Mimisan yang sulit dihentikan atau terjadi berulang kali.
Baca juga: 10 Makanan untuk Tingkatkan Jumlah Trombosit dalam Tubuh
Penyakit apa saja yang menyebabkan trombosit anak turun?
Ada berbagai faktor medis yang bisa mengganggu produksi atau mempercepat kehancuran keping darah di dalam tubuh anak. Berikut beberapa penyebab utamanya.
Apakah infeksi virus seperti DBD menurunkan trombosit?
Ya, infeksi virus adalah penyebab paling umum turunnya trombosit pada anak. Di Indonesia, Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi penyebab utama yang paling sering kita temui. Virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dapat menekan sumsum tulang sehingga produksi trombosit berkurang, sekaligus mempercepat kerusakan keping darah yang sudah ada di aliran darah.
Selain DBD, infeksi virus lain seperti campak, rubella, cacar air, atau infeksi virus Epstein-Barr juga dapat memicu penurunan jumlah keping darah untuk sementara waktu. Biasanya, seiring dengan pemulihan anak dari infeksi virus tersebut, angka trombositnya akan perlahan merangkak naik dan kembali ke batas wajar.
Apakah ITP memengaruhi jumlah keping darah anak?
Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP) adalah salah satu gangguan autoimun yang cukup sering dialami oleh anak-anak usia prasekolah. Pada kondisi ITP, sistem kekebalan tubuh anak mengalami kebingungan. Alih-alih menyerang kuman atau virus, antibodi justru menyerang dan menghancurkan trombosit yang sehat.
Kabar baiknya, ITP pada anak sering kali bersifat akut dan muncul setelah anak mengalami infeksi virus ringan. Banyak anak penderita ITP dapat sembuh sepenuhnya dalam waktu beberapa bulan dengan atau tanpa pengobatan medis, meskipun pengawasan dokter tetap mutlak diperlukan untuk mencegah risiko pendarahan berlebih.
Bagaimana pengaruh infeksi bakteri terhadap keping darah?
Infeksi bakteri yang sangat parah di dalam darah, atau yang dikenal dengan istilah sepsis, juga dapat menghancurkan sel-sel pembeku darah dengan sangat cepat. Bakteri melepaskan racun yang memicu peradangan hebat di seluruh tubuh, sehingga keping darah terkuras untuk mencoba mengatasi kerusakan jaringan. Sepsis adalah kondisi darurat medis yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit secepatnya.
Baca juga: Sering Lupa dan Susah Fokus? Waspadai Anemia Pada Anak
Apakah masalah sumsum tulang menurunkan produksi trombosit?
Meski lebih jarang terjadi, masalah yang berpusat langsung pada pabrik pembuat darah (sumsum tulang) bisa menjadi penyebabnya. Penyakit seperti leukemia (kanker darah) atau anemia aplastik memengaruhi kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah, sel darah putih, serta keping darah yang sehat. Kondisi ini biasanya disertai dengan gejala penyerta lain seperti anak tampak sangat pucat, tubuh sangat lemas, penurunan berat badan yang drastis, serta nyeri pada bagian tulang.
Apa saja makanan yang bisa menaikkan trombosit anak secara alami?
Beberapa makanan yang kaya akan vitamin C, folat, dan zat besi dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dan proses pemulihan. Jus jambu biji, sayuran hijau (seperti bayam), telur, dan buah-buahan sitrus sering disarankan. Namun, perlu diingat bahwa makanan ini bersifat mendukung pemulihan, bukan obat utama untuk mengobati penyakit penyebab turunnya trombosit normal pada anak seperti DBD atau ITP.
Jadi, anak bisa dikatakan memiliki trombosit rendah jika hasil pemeriksaan menunjukkan hasil dibawah angka 50.000. Jika anak menunjukkan gejala lain, Anda bisa segera berkonsultasi dengan dokter anak untuk tindakan selanjutnya, Moms. Dengan mengetahui informasi ini, Anda dapat melakukan yang terbaik untuk Si Kecil. (MB/GP/RF/Foto: Freepik)
