FAMILY & LIFESTYLE

Kenapa Kencing Bercabang? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Pernah mengalami kencing bercabang? Kondisi ini kerap dianggap sebagai hal yang normal dan tidak berbahaya. Tapi waspada! Kencing yang terus-menerus bercabang dapat menjadi tanda adanya infeksi saluran kemih, pembesaran prostat, atau penyempitan saluran kemih yang membutuhkan evaluasi medis.

Salah satu keluhan yang mungkin pernah dialami oleh Anda, pasangan, atau bahkan anak-anak di rumah adalah aliran urine yang terbagi menjadi dua atau lebih saat buang air kecil. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa cemas dan tanda tanya mengenai kondisi kesehatan tubuh kita.

Wajar jika Anda merasa khawatir saat menemui perubahan pada fungsi tubuh sehari-hari, apalagi jika terjadi pada Si Kecil. Saluran kemih yang sehat sangat penting untuk memastikan tubuh dapat membuang sisa metabolisme dengan baik. Perubahan pada aliran urine sebenarnya adalah cara tubuh "memberitahu" ada sesuatu yang mungkin memerlukan sedikit perhatian lebih.

Penyebab kencing bercabang pada pria dan wanita

Aliran urine yang bercabang bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Memahami perbedaan struktur tubuh dapat membantu Anda mengetahui akar masalahnya dengan lebih baik.

Apa yang menyebabkan kencing bercabang pada pria?

Bagi pria, saluran kemih (uretra) memiliki fungsi ganda, yaitu untuk mengeluarkan urine dan cairan mani. Penyebab paling sering pada pria adalah mengeringnya sisa cairan mani di ujung penis setelah berhubungan atau ejakulasi. Sisa cairan ini menempel dan menutupi sebagian lubang uretra, sehingga aliran urine menjadi terbagi. Selain itu, kondisi kulup penis yang terlalu ketat (fimosis) pada anak laki-laki atau pria yang belum disunat juga sering kali membuat urine tidak dapat mengalir lurus.

Apa yang menyebabkan kencing bercabang pada wanita?

Pada wanita, lubang saluran kemih letaknya sangat berdekatan dengan vagina. Kencing bercabang pada wanita sering kali disebabkan oleh aliran urine yang tertahan atau bergesekan dengan bibir kemaluan (labia). Kondisi ini juga bisa dipicu oleh melemahnya otot panggul setelah melahirkan, yang mengubah sudut uretra saat duduk di toilet. Tekanan aliran urine yang kurang kuat akibat kurang minum air putih juga kerap membuat pancaran urine menjadi tidak fokus dan menyebar.

Baca juga: Waspadai Hematuria, saat Kencing Keluar Darah

Cara mengatasi kencing bercabang secara alami

Jika keluhan ini jarang terjadi dan tidak disertai rasa sakit, Anda bisa melakukan beberapa langkah perawatan yang lembut dan aman di rumah.

Pertama, pastikan kebutuhan cairan tubuh selalu terpenuhi. Minum air putih minimal delapan gelas sehari akan meningkatkan volume dan tekanan urine. Tekanan yang kuat secara alami dapat membersihkan saluran kemih dari sumbatan ringan.

Kedua, bagi pria, cobalah untuk buang air kecil dengan posisi duduk. Posisi duduk membantu otot-otot di sekitar panggul dan kandung kemih menjadi lebih rileks, sehingga pengosongan kandung kemih berjalan lebih optimal. Selain itu, menjaga kebersihan area intim dengan membasuh menggunakan air hangat dapat membantu menghilangkan kotoran atau sisa cairan yang mungkin mengering dan menghalangi ujung saluran kemih.

Kencing bercabang tanda penyakit apa?

Meskipun sering kali bersifat sementara, aliran urine yang terus-menerus bercabang bisa menjadi sinyal tubuh akan kondisi kesehatan tertentu.

Salah satu penyakit yang paling umum adalah Infeksi Saluran Kemih (ISK). Infeksi ini menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada dinding uretra, sehingga mempersempit jalan keluarnya urine. Pada pria paruh baya, kondisi ini sering kali berhubungan dengan Pembesaran Prostat Jinak (BPH). Kelenjar prostat yang membesar akan menekan uretra, membuat aliran urine menjadi lemah, bercabang, atau menetes.

Selain itu, kondisi medis yang disebut striktur uretra (penyempitan saluran kemih akibat jaringan parut) juga bisa memecah aliran urine. Jaringan parut ini biasanya terbentuk akibat cedera pemasangan kateter di masa lalu atau infeksi menular seksual yang tidak ditangani dengan tuntas.

Baca juga: Gumpalan Darah Haid Keluar Saat Kencing, Ini Penyebab dan Fakta Medisnya

Kapan harus ke dokter jika kencing bercabang?

Kesehatan Anda dan keluarga adalah prioritas utama. Anda sebaiknya segera menjadwalkan kunjungan ke dokter spesialis urologi jika kencing bercabang terjadi secara terus-menerus selama lebih dari beberapa hari, terutama jika tidak ada perbaikan setelah Anda meningkatkan konsumsi air putih.

Jangan tunda pergi ke fasilitas kesehatan jika keluhan tersebut disertai dengan tanda-tanda bahaya berikut ini:

  • Terdapat rasa perih, panas, atau nyeri hebat saat buang air kecil.
  • Urine berwarna keruh, berbau sangat menyengat, atau bercampur dengan darah (hematuria).
  • Anda merasa kesulitan untuk memulai buang air kecil (harus mengejan kuat).
  • Adanya demam, menggigil, atau nyeri pada area punggung bawah dan panggul.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes urine dasar untuk memastikan penyebab pastinya dan memberikan penanganan yang paling aman.

Cara mencegah kencing bercabang

Mencegah selalu lebih baik dan menenangkan daripada mengobati. Langkah pencegahan terbaik berakar pada gaya hidup sehat dan kebiasaan menjaga kebersihan diri.

Ajarkan seluruh anggota keluarga untuk selalu minum air putih dalam jumlah yang cukup setiap hari. Biasakan juga untuk tidak menahan keinginan buang air kecil. Menahan kencing terlalu lama dapat meregangkan otot kandung kemih secara berlebihan, yang pada akhirnya dapat melemahkan pancaran urine.

Selain itu, jaga selalu kebersihan area genital dengan baik. Bagi wanita, biasakan membasuh area intim dari arah depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari area anus masuk ke saluran kemih. Bagi pria yang aktif secara seksual, sangat disarankan untuk buang air kecil dan membersihkan organ intim setelah berhubungan agar tidak ada sisa cairan yang menyumbat saluran.

Pentingnya menjaga kesehatan saluran kemih

Memerhatikan pola buang air kecil adalah salah satu bentuk perhatian Anda terhadap tubuh sendiri. Kencing bercabang sering kali hanyalah kondisi sementara yang bisa diatasi dengan minum lebih banyak air atau memperbaiki posisi saat di kamar mandi. Namun, dengan memahami faktor penyebab dan tanda-tanda risikonya, Anda menjadi lebih siap dan sigap melindungi kesehatan keluarga dari masalah kesehatan yang lebih serius.

Teruslah terapkan gaya hidup sehat, perbanyak minum air putih, dan jangan pernah ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional jika ada keluhan yang mengganggu kenyamanan sehari-hari. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)