TODDLER

Perlukah Anak Minum Susu Formula? Cari Jawabannya di Sini!


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Di masa pertumbuhan, anak membutuhkan asupan nutrisi yang dapat mendukung tumbuh kembangnya. Untuk anak di atas usia 1 tahun, selain ASI, Si Kecil sudah bisa diperkenalkan makanan keluarga yang lebih bervariasi. Sehingga asupan nutrisinya pun semakin lengkap untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Lalu masih perlukah anak minum susu formula?

Jawabannya adalah tidak. Tidak semua anak perlu minum susu formula. Asalkan kebutuhan nutrisi anak dapat terpenuhi dari asupan makanan sehari-hari. Hal ini bisa ditandai dengan kenaikan berat badan yang sesuai kurva. Namun, ada kalanya anak susah makan atau suka pilih-pilih makanan sehingga berat badannya sulit bertambah.

Padahal, anak membutuhkan protein, lemak, kalsium, vitamin, dan mineral lainnya yang dapat mendukung perkembangan otak, kesehatan tulang dan gigi, serta untuk menjaga daya tahan tubuhnya tetap kuat. Nutrisi-nutrisi tersebut bisa didapatkan dengan minum tambahan susu formula. Namun, perlu digaris bawahi bahwa susu formula tidak dapat dijadikan pengganti makanan utama.

Susu formula hanya berfungsi sebagai pelengkap, sambil terus memperbaiki pola makan Si Kecil setiap hari. Lalu bagaimana cara memilih susu formula yang tepat?

Cara memilih susu formula yang tepat

Meski dibutuhkan sebagai sumber nutrisi tambahan, Moms tidak boleh sembarangan dalam memilih susu formula. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Perhatikan komposisi

Pastikan susu berada dalam urutan pertama komposisi yang tertera dalam label kemasan. Itu artinya, susu menjadi komposisi utama atau dominan dalam produk susu formula yang Moms pilih.

2. Tidak mengandung gula tambahan

Susu sapi sudah memiliki rasa manis alami. Sehingga tidak memerlukan gula tambahan atau sukrosa. Sebab, tambahan gula dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes pada anak. Selain itu, gula berlebih juga dapat merusak gigi Si Kecil.

3. Tanpa perasa sintetis

Selain gula tambahan, hindari juga susu formula yang mengandung perasa sintetis. Kandungan perisa sintetis tidak disarankan untuk pencernaan anak yang belum berkembang dengan sempurna.

4. Sesuaikan dengan usia anak

Beda usia, beda juga kebutuhan nutrisinya. Pastikan Moms memilih susu formula yang sesuai dengan usia anak. Baca label kemasan susu formula dengan seksama. Masing-masing susu formula memiliki kandungan nutrisi yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi anak di setiap tahapan usia.

Pilihan susu formula dengan kandungan susu segar

Menyadari kebutuhan sebagian anak akan susu formula, FEIHE menghadirkan susu formula AceKid. Melalui kehadirannya, AceKid ingin memperkenalkan standar baru dalam memahami susu formula anak, bahwa pilihan nutrisi masa kini bisa dilihat dari transparansi bahan, kualitas nutrisi, sumber susu, dan proses produksi.

AceKid diformulasikan dengan susu segar sebagai bahan utama melalui proses produksi yang lebih terintegrasi. Pendekatan ini dihadirkan untuk mendukung orang tua Indonesia dalam memahami pilihan nutrisi anak secara lebih menyeluruh, mulai dari kandungan gizi, kualitas bahan, hingga proses produksi di balik produk yang dikonsumsi anak sehari-hari.

“Sumber susu yang terkandung dalam AceKid bisa ditelusuri dan dipantau proses produksinya, dari mulai diperah hingga menjadi susu formula. Di balik setiap kemasan AceKid, konsumen dapat melacak proses pembuatan susu formula dengan memindai QR code yang terdapat di bagian bawah kaleng,” ucap Novita Utomo, Brand Manager AceKid Indonesia, yang ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu. (MB/RF/Foto: Freepik)