BABY

20 Resep Camilan Bayi 7 Bulan yang Sehat dan Praktis


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Bukan hanya makanan utama, camilan juga punya peranan penting bagi tumbuh kembang bayi, termasuk saat usianya menginjak 7 bulan. Namun Moms perlu ingat, camilan bayi 7 bulan terbaik adalah makanan bertekstur lunak yang kaya nutrisi seperti zat besi, kalsium, dan vitamin.

Memasuki usia 7 bulan, Si Kecil biasanya sudah mulai terbiasa mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Si Kecil mulai menunjukkan ketertarikan pada berbagai rasa baru, dan kemampuan mengunyahnya pun perlahan berkembang. Tentu saja, melihat buah hati makan dengan lahap selalu memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Anda sebagai orang tua.

Pada usia ini, jadwal makan bayi umumnya sudah mencakup dua hingga tiga kali makan utama dan satu hingga dua kali waktu camilan. Pemberian camilan bukan sekadar untuk mengisi perut kosong di antara waktu makan. Langkah ini merupakan kesempatan emas untuk memenuhi kebutuhan kalori harian serta melatih keterampilan motorik halus, seperti menggenggam makanan (finger food).

Jenis camilan sehat yang cocok untuk bayi 7 bulan

Memilih jenis camilan untuk bayi berusia 7 bulan membutuhkan perhatian khusus pada tekstur dan kandungan gizi. Pada usia ini, bayi masih belajar mengoordinasikan lidah dan rahang. Oleh karena itu, makanan harus cukup lembut agar mudah ditelan dan aman dari risiko tersedak.

Moms dapat memberikan buah-buahan bertekstur lembut seperti pepaya, pisang, dan alpukat yang kaya akan vitamin serta lemak sehat. Sayuran yang dikukus hingga empuk, seperti labu kuning, brokoli, dan ubi jalar, juga merupakan pilihan yang luar biasa. Jika Moms ingin memperkenalkan protein, Anda bisa menyajikan potongan kecil telur rebus, keju bertekstur lunak, atau yoghurt tawar tanpa pemanis.

Baca juga: Jadi Camilan Lezat dan Penuh Gizi, Ini 7 Manfaat Keju untuk Anak

Perbedaan camilan homemade dan camilan instan untuk bayi 7 bulan

Saat berbelanja di supermarket, Moms mungkin akan menemukan berbagai macam camilan instan khusus bayi. Namun, apakah camilan instan ini sama baiknya dengan camilan buatan sendiri (homemade)?

Saat membuat camilan homemade, Anda dapat memastikan bahan baku yang digunakan. Anda tahu persis bahwa makanan tersebut bebas dari pengawet dan perasa buatan. Camilan buatan rumah cenderung memiliki nutrisi yang lebih utuh karena disajikan dalam kondisi segar.

Di sisi lain, camilan instan menawarkan kepraktisan. Produk ini sangat membantu ketika Anda sedang bepergian jauh atau saat waktu persiapan makan sangat terbatas. Beberapa camilan instan di pasaran juga sudah difortifikasi dengan zat besi ekstra.

Jadi, Moms bisa memilih camilan homemade sebagai menu harian utama jika Anda ingin memastikan kesegaran dan kealamian nutrisi bayi. Lalu Anda bisa menggunakan camilan instan bersertifikasi BPOM sebagai alternatif darurat saat bepergian atau ketika waktu sedang sangat mendesak.

20 Ide camilan bayi 7 bulan yang praktis dan mudah dibuat

Apabila Moms sedang mencari inspirasi, berikut adalah 20 ide camilan sehat dan bergizi yang bisa segera dicoba di rumah:

  • Alpukat kerok: Cukup kerok daging alpukat matang yang kaya lemak sehat.
  • Pisang lumat: Sumber kalium yang manis alami dan mengenyangkan.
  • Puree apel kukus: Apel manis yang dikukus dan dihaluskan.
  • Potongan pepaya matang: Potong seukuran jari, pastikan teksturnya sangat lunak.
  • Ubi jalar panggang lembut: Ubi manis yang dipanggang hingga empuk dan dipotong panjang.
  • Labu kuning kukus: Kaya vitamin A dan sangat lembut di gusi bayi.
  • Wortel rebus: Potong memanjang dan rebus hingga benar-benar empuk.
  • Yoghurt tawar (plain yogurt): Pilih yoghurt tanpa tambahan rasa manis.
  • Keju Belcube: Keju lembut yang aman dan kaya kalsium.
  • Tahu kukus: Potongan tahu sutra yang dikukus hangat.
  • Biskuit ASI: Biskuit bayi buatan sendiri yang dicampur dengan sedikit ASI.
  • Puree buah naga: Segar, melancarkan pencernaan, dan kaya antioksidan.
  • Oatmeal campur ASI: Oat halus yang dimasak dan dicampur ASI.
  • Puding roti tawar gandum: Roti gandum tanpa pinggiran, direndam ASI atau sufor hingga lumer.
  • Potongan buah pir kukus: Pir yang dikukus agar teksturnya ramah untuk bayi.
  • Brokoli kukus: Potong per kuntum kecil, kukus hingga sangat lunak.
  • Kuning telur lumat: Kuning telur rebus matang yang dicampur sedikit air atau ASI.
  • Puding susu kedelai: Puding lembut berbahan dasar susu kedelai tanpa gula.
  • Puree kacang polong: Kacang polong manis kukus yang disaring halus.
  • Kentang tumbuk (mashed potato): Kentang rebus tumbuk tanpa tambahan garam.

Cara membuat camilan bayi dengan bahan sederhana

Membuat camilan bayi sebenarnya tidak memerlukan teknik memasak yang rumit. Metode terbaik untuk menjaga kandungan nutrisi adalah dengan mengukus (steaming). Mengukus buah keras seperti apel atau sayuran seperti wortel akan melembutkan tekstur tanpa membuang banyak vitamin larut air.

Setelah dikukus, Moms bisa melumatkannya menggunakan garpu atau blender dengan tambahan sedikit ASI, susu formula, atau air kaldu. Jika Si Kecil sudah siap mencoba finger food, potong sayur atau buah matang memanjang sebesar telunjuk orang dewasa. Ukuran ini memudahkan tangan mungilnya menggenggam makanan dan mengarahkannya ke mulut. Pastikan Anda selalu mengawasi bayi saat ia makan untuk mencegah risiko tersedak.

Baca juga: Ini Pilihan Camilan yang Sehat dan Aman untuk Bayi 8 Bulan

Fakta penting tentang batasan gula dan garam pada camilan bayi

Banyak orang tua merasa khawatir ketika makanan bayi terasa hambar di lidah orang dewasa. Perlu dipahami bahwa organ tubuh bayi belum berkembang secara sempurna. Ginjal bayi usia 7 bulan belum mampu memproses asupan garam yang tinggi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar anak di bawah usia 1 tahun tidak diberikan tambahan gula dan garam pada makanannya. Asupan garam yang berlebihan dapat membebani kerja ginjal secara fatal. Sementara itu, tambahan gula berisiko merusak pertumbuhan gigi susu dan membentuk preferensi bayi terhadap rasa manis buatan, yang kelak dapat memicu masalah obesitas. Biarkan Si Kecil mengeksplorasi rasa asli yang lezat dari sayuran, daging, dan buah-buahan.

Momen memperkenalkan makanan padat adalah proses belajar bagi Moms dan Si Kecil. Jangan mudah berkecil hati jika bayi menolak menu camilan tertentu pada percobaan pertama. Dibutuhkan hingga 10-15 kali percobaan untuk membuat bayi menerima rasa baru.

Teruslah berkreasi membuat camilan bayi 7 bulan dengan bahan-bahan segar di dapur Anda, dan jadikan waktu makan sebagai momen penuh kasih sayang. Jika Moms memiliki keraguan mengenai porsi atau berat badan anak, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)