FAMILY & LIFESTYLE

Musikal Senja Teduh Pelita Hadir di TIM, Kolaborasi Indonesia Kaya, Jakarta Movin, dan MALIQ & D'Essentials


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Di tengah semakin banyaknya karya seni yang mengangkat isu sosial, pertunjukan musikal kini tidak lagi sekadar menjadi hiburan. Lewat perpaduan cerita, musik, dan visual, teater musikal juga mampu mengajak penonton merenungkan berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan, mulai dari hubungan antarmanusia hingga masa depan lingkungan.

Hal inilah yang dihadirkan dalam Musikal Senja Teduh Pelita, sebuah pertunjukan orisinal hasil kolaborasi Indonesia Kaya, Jakarta Movin, dan MALIQ & D'Essentials. Dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, musikal ini membawa penonton memasuki dunia futuristik yang penuh tantangan sekaligus menyimpan harapan tentang kehidupan, keluarga, dan bumi yang lebih baik.

Kisah tentang dunia yang hampir kehilangan harapan

Musikal Senja Teduh Pelita mengambil latar masa depan ketika bumi mengalami kerusakan akibat perubahan iklim, pembangunan yang tidak berkelanjutan, krisis energi, pandemi, hingga peperangan. Kondisi tersebut membuat populasi manusia menyusut drastis, sementara sumber daya seperti tanah subur dan air bersih semakin langka.

Di tengah situasi itu, seluruh orang dewasa tiba-tiba menghilang dan menyisakan sembilan anak yang harus bertahan hidup sendiri.

Tokoh utama bernama Arah, yang diperankan secara bergantian oleh Alf Elijah Sigarlaki dan Daria Lakshmi Algamar, kemudian membentuk Pasukan Pelita. Bersama delapan anak lainnya yang memiliki kemampuan berbeda, mereka memulai perjalanan mencari orang tua yang menghilang sekaligus menemukan harapan baru bagi dunia.

Perjalanan tersebut membawa mereka ke sebuah tempat yang masih lestari bernama Teluk Pelita. Di sanalah mereka dihadapkan pada pilihan besar: melanjutkan pencarian keluarga mereka atau memulai kehidupan baru. Dari sinilah muncul pertanyaan yang menjadi inti cerita, yakni apakah ancaman terbesar bagi masa depan benar-benar berasal dari dunia yang rusak, atau justru dari keserakahan manusia sendiri.

Menghidupkan lagu-lagu MALIQ & D'Essentials dalam sebuah cerita

Salah satu daya tarik utama pertunjukan ini adalah penggunaan sekitar 20 lagu MALIQ & D'Essentials sebagai bagian dari alur cerita. Lagu-lagu seperti Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, hingga sejumlah lagu dari album Begini Begitu diinterpretasikan menjadi perjalanan emosional para karakter.

Mewakili MALIQ & D'Essentials, Angga Puradiredja mengatakan,

"Hari ini, lewat Musikal Senja Teduh Pelita, lagu-lagu kami menemukan rumah baru. Mereka tidak lagi hanya hadir untuk didengar, tapi juga untuk dilihat, dirasakan, dan dihidupkan dalam sebuah dunia yang baru. Mungkin memang begitulah seharusnya karya hidup. Ia tidak berhenti di bentuk pertamanya. Semoga pertunjukan ini menjadi ruang yang hangat untuk bertemu kembali dengan lagu-lagu yang mungkin sudah kita kenal, melalui pengalaman yang berbeda. Dan semoga, setelah pertunjukan ini selesai, lagu-lagu itu pulang bersama kalian dengan cara dan rasa yang baru."

Selain itu, karakter Arah juga dihadirkan dalam dua interpretasi, yakni versi laki-laki dan perempuan. Walaupun menjalani alur cerita yang sama, keduanya menawarkan pengalaman emosional yang berbeda bagi penonton. Alf Elijah Sigarlaki mengatakan, "Arah mengajarkan saya bahwa menjadi pemimpin bukan berarti selalu memiliki jawaban. Yang terpenting adalah tetap membawa harapan ketika semua orang kehilangan arah."

Sementara Daria Lakshmi Algamar menambahkan, "Bagi saya, Arah mengajarkan bahwa harapan dan kasih sayang adalah kekuatan yang membuat kita terus melangkah. Saya berharap setiap penonton bisa menemukan dirinya sendiri dalam perjalanan Arah."

Lebih dari sekadar pertunjukan musikal

Di balik pementasan ini terdapat keterlibatan 32 pemeran, termasuk 11 aktor anak, serta sekitar 200 insan kreatif yang bersama-sama membangun pengalaman teater musikal yang imersif.

Dari sisi visual, pertunjukan memanfaatkan projection mapping, permainan laser, set panggung modular yang dapat berubah mengikuti alur cerita, hingga teknik puppetry yang menghadirkan berbagai satwa khas Indonesia seperti rusa, burung camar, dan elang. Seluruh musik juga dimainkan secara langsung oleh Wishnu Dewanta Orchestra, sehingga memperkuat suasana emosional dalam setiap adegan.

Menurut Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya:

"Kami percaya seni pertunjukan memiliki kekuatan untuk menghubungkan generasi sekaligus mengajak masyarakat berefleksi. Melalui Musikal Senja Teduh Pelita ini, kami ingin terus mendukung lahirnya karya-karya berkualitas dan memberi ruang berkembang bagi talenta muda, yang memperkuat ekosistem seni pertunjukan Indonesia."

Sementara itu, Nuya Susantono, Produser sekaligus Sutradara Musikal Senja Teduh Pelita, menjelaskan, "Kisah yang terjadi di Musikal Senja Teduh Pelita adalah sebuah universe yang lahir dari inspirasi atas kejeniusan bunyi dan aksara khas MALIQ & D'Essentials yang indah, dekat, dan penuh refleksi atas hidup yang kita jalani. Bahwa di dalam diri kita ada cinta besarnya Arah yang akan melakukan apapun untuk orang yang disayanginya. Dalam diri kita pula ada Kala, yang berani berpikir kritis akan apa itu benar dan salah. Dan kita semua adalah Pasukan Pelita yang terus bertahan dan berjuang merawat kehidupan."

Sejalan dengan pesan yang diangkat, pertunjukan ini juga bekerja sama dengan Remind Indonesia untuk mengajak penonton mendaur ulang sampah elektronik selama periode pementasan. Menutup keterangannya, Nuya Susantono mengatakan, "Kami berharap setiap orang pulang dari pertunjukan ini dengan satu pertanyaan sederhana: dunia seperti apa yang ingin kita wariskan kepada generasi masa depan? Semoga karya ini tidak hanya menghibur, tapi juga menggerakkan hati dan pikiran kita ke arah yang luhur."

Musikal Senja Teduh Pelita masih dapat disaksikan hingga 12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Bagi pencinta teater musikal maupun penikmat karya MALIQ & D'Essentials, Musikal Senja Teduh Pelita menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar pertunjukan. Lewat cerita yang menyentuh, musik yang akrab di telinga, serta visual yang memanjakan mata, pertunjukan ini mengajak penonton merenungkan arti harapan, keluarga, dan tanggung jawab menjaga bumi untuk generasi mendatang.

Jika Anda sedang mencari agenda budaya di Jakarta yang sarat makna sekaligus menghibur, Musikal Senja Teduh Pelita bisa menjadi salah satu pertunjukan yang layak masuk dalam daftar tontonan bersama keluarga atau sahabat. Siapa tahu, Anda pun akan pulang dengan satu pertanyaan yang sama: dunia seperti apa yang ingin kita wariskan untuk anak-anak di masa depan? (MB/TW/Foto: Dok. Indonesia Kaya)