Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Kalau akhir-akhir ini Si Kecil di rumah tidak berhenti nyanyi lagu dari KPop Demon Hunters, atau malah ajak Moms nonton ulang film Jumbo untuk kesekian kalinya, itu bukan kebetulan, lho! Cerita ramah keluarga memang sedang jadi primadona tontonan di rumah-rumah keluarga Indonesia. Bahkan secara global, tayangan anak menyumbang hampir 22% dari total waktu menonton di Netflix sepanjang 2025, dan judul-judul ramah keluarga terus bertengger di Global Top 10 selama hampir empat tahun berturut-turut.
Merayakan hal ini sekaligus memperingati Hari Anak Nasional, Netflix menggelar Netflix Family Festival 2026 World of Wonder, aktivasi keluarga pertama Netflix di Indonesia sekaligus yang terbesar di Asia Tenggara sejauh ini. Festival ini bukan hanya sekadar nonton bersama. Tetapi juga sebagai ruang untuk keluarga dan kreator lokal membahas bagaimana cerita anak bisa jadi jembatan yang mempererat hubungan orang tua dengan Si Kecil.
Kenapa anak perlu cerita yang jujur, bukan yang disederhanakan
Salah satu momen penting dalam festival ini adalah diskusi panel bertajuk "Mendorong Masa Depan Cerita yang Ramah untuk Ditonton Bersama di Ruang Keluarga". Panel ini mempertemukan sejumlah nama besar di industri kreatif Indonesia, mulai dari Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), Edwin Nazir, hingga penulis dan sutradara Gina S. Noer dan Ryan Adriandhy, serta penulis dan produser internasional Andrew Guerdat yang pernah terlibat dalam serial animasi seperti PAW Patrol dan Astro Boy.
Dalam diskusi tersebut, para kreator sepakat bahwa cerita anak dan keluarga yang baik tidak lahir dari usaha menyederhanakan emosi untuk penonton muda. Penulis dan sutradara Ryan Adriandhy, yang berada di balik kesuksesan film Jumbo dan Na Willa, menegaskan hal ini lewat pernyataannya, "Anak-anak adalah audiens yang peka, imajinatif, dan memiliki kesadaran emosional." Menurutnya, cerita keluarga terbaik justru merangkul kompleksitas emosi tersebut, bukan menghindarinya.
Sejalan dengan hal tersebut, Gina S. Noer, yang akan berkolaborasi pertama kalinya dengan Netflix lewat film Aku Sebelum Aku, menekankan pentingnya cerita yang dekat dengan keseharian keluarga Indonesia. "Cerita bukan sekadar hiburan, tetapi juga merupakan sarana yang kuat untuk mewariskan nilai," ujarnya, sembari menambahkan bahwa di rumah ia sendiri sering menjadikan film sebagai medium diskusi bersama anak-anaknya.
Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria turut hadir membuka rangkaian festival dan menyampaikan, "Menghadirkan tayangan ramah keluarga yang berkualitas perlu berjalan beriringan dengan upaya menciptakan ruang digital yang aman."
Ruben Hattari, Director of Global Affairs Netflix untuk Asia Tenggara, turut menambahkan bahwa komitmen Netflix untuk Indonesia tidak berhenti pada tayangan di layar, tapi juga lewat pelatihan bersama APROFI dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) untuk memperkuat ekosistem cerita anak dan keluarga di Tanah Air.
Selain diskusi panel, festival ini juga jadi ajang investasi jangka panjang untuk industri kreatif lokal. Bekerja sama dengan APROFI serta didukung Netflix Fund for Creative Equity dan BPI, Netflix menggelar Masterclass bertajuk "Merajut Cerita dan Visual untuk Film dan Serial Anak". Sebanyak 60 kreator Indonesia, baik yang baru memulai karir maupun yang sudah level menengah, ikut ambil bagian dalam pelatihan ini.
Masterclass ini merupakan bagian dari inisiatif Cerita Anak Nusantara, program Netflix yang memang dirancang untuk melahirkan lebih banyak cerita anak dan keluarga karya anak bangsa lewat pelatihan langsung dan pendampingan berkelanjutan.
Ketua Umum APROFI, Edwin Nazir, menyoroti pentingnya kolaborasi jangka panjang ini, "Membangun ekosistem yang berkelanjutan bukanlah sesuatu yang dapat dicapai dengan satu solusi ajaib." Harapannya, semakin banyak kreator lokal yang punya bekal untuk menghasilkan konten anak berkelas dunia, sekaligus tetap membawa nuansa dan nilai-nilai keindonesiaan dalam setiap cerita yang mereka buat.
Langkah ini juga jadi jawaban atas keresahan yang sering muncul soal minimnya representasi cerita lokal di tengah gempuran konten anak dari luar negeri. Dengan adanya program pendampingan seperti ini, Moms bisa berharap semakin banyak pilihan tontonan anak yang benar-benar related dengan keseharian dan budaya keluarga Indonesia, bukan sekadar terjemahan dari cerita luar.
Membantu orang tua lebih percaya diri soal tontonan digital
Salah satu bagian yang paling relevan buat Moms adalah Discovery Zone, area yang menghadirkan permainan interaktif dan booth edukatif seputar fitur keamanan digital Netflix, seperti Kids Profiles, klasifikasi usia tontonan, hingga parental controls. Lewat zona ini, Moms bisa belajar langsung cara memanfaatkan fitur-fitur tersebut supaya lebih percaya diri mendampingi Si Kecil menikmati hiburan digital.
Netflix juga menghadirkan sesi diskusi bertajuk "In Conversation: Membesarkan Anak di Dunia yang Selalu Terkoneksi", menghadirkan praktisi Montessori sekaligus figur parenting, Reza Andhika Permana, bersama psikolog anak Irma Gustiana A. Diskusi ini membahas cara memilih tontonan yang tepat, membangun kebiasaan menonton bersama yang lebih sehat, hingga bagaimana mengubah waktu di depan layar menjadi waktu berkualitas bagi keluarga, bukan sekadar pengalih perhatian semata.
Sebagai penutup rangkaian festival, digelar juga special screening film terbaru Netflix, Aku Sebelum Aku, karya Gina S. Noer, dilanjutkan sesi tanya jawab bersama penonton. Film yang dibintangi Ringgo Agus Rahman dan Bima S. Sena ini akan tayang perdana secara global di Netflix pada 16 Juli 2026, mengisahkan perjalanan seorang remaja berprestasi yang lewat tugas sekolah tentang sejarah keluarganya, mulai menghadapi hubungan yang rumit dengan sang ayah. Cerita yang related banget buat Moms yang mungkin juga sedang menavigasi dinamika hubungan dengan anak remaja di rumah.
Dengan rangkaian acara sepadat ini, Netflix Family Festival 2026 jadi bukti bahwa cerita anak dan keluarga bukan sekadar hiburan pengisi waktu, tapi juga sarana untuk mempererat hubungan dan membuka percakapan bermakna antara Moms, Dads, dan Si Kecil di rumah.(MB/RA/RF/Foto: Dokk. Netflix Indonesia)