Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Berat janin normal bervariasi setiap minggu dan diukur melalui USG menggunakan parameter seperti lingkar kepala dan panjang tulang paha. Yang terpenting bukan satu angka berat janin sesuai usia kehamilan saja, melainkan tren pertumbuhan dari waktu ke waktu karena setiap janin memiliki laju perkembangan yang unik.
Setiap kali ibu hamil menjalani pemeriksaan USG, ada satu angka yang hampir selalu menarik perhatian, yaitu taksiran berat janin. Angka ini sering memunculkan pertanyaan, apakah berat bayi saya normal? Apakah ia tumbuh dengan baik?
Jawabannya tidak sesederhana membandingkan satu angka dengan tabel standar, Moms. Yuk, cari tahu cara USG menghitung berat janin, tabel berat janin per minggu kehamilan, dan kapan pemantauan lebih intensif diperlukan.
Apa itu taksiran berat janin dan bagaimana USG menghitungnya?
Taksiran berat janin (TBJ) adalah estimasi berat bayi di dalam kandungan yang dihitung berdasarkan pengukuran USG, bukan penimbangan langsung. Dokter atau bidan menggunakan beberapa parameter untuk menghasilkan angka ini, antara lain:
- BPD (Biparietal Diameter): diameter kepala janin dari sisi ke sisi
- HC (Head Circumference): lingkar kepala
- AC (Abdominal Circumference): lingkar perut
- FL (Femur Length): panjang tulang paha
Keempat pengukuran ini dimasukkan ke dalam formula matematis, yang paling umum digunakan adalah formula Hadlock, untuk menghasilkan estimasi berat. Karena ini adalah perhitungan tidak langsung, ada margin kesalahan sekitar 10–20%, terutama menjelang akhir kehamilan.
Artinya, jika dokter menyebut taksiran berat janin 3.200 gram di usia 38 minggu, berat bayi sesungguhnya saat lahir bisa berkisar antara 2.560 hingga 3.840 gram. Ini bukan kelemahan teknologi—melainkan keterbatasan yang perlu dipahami setiap orang tua.
Tabel kisaran berat janin berdasarkan minggu kehamilan
Berikut adalah kisaran berat janin rata-rata berdasarkan standar WHO dan data pertumbuhan janin internasional. Perlu diingat, ini adalah kisaran normal, bukan angka yang harus dicapai persis.
Kisaran ini bersifat panduan umum. Janin yang berada sedikit di bawah atau di atas kisaran ini belum tentu mengalami masalah.
Mengapa persentil dan tren pertumbuhan lebih penting daripada satu angka?
Dokter kandungan tidak hanya melihat angka absolut berat janin, mereka akan mengevaluasi persentil dan pola pertumbuhan dari waktu ke waktu. Persentil menunjukkan posisi berat janin dibandingkan janin lain di usia kehamilan yang sama.
- Persentil 10–90: dianggap normal
- Di bawah persentil 10: menunjukkan kemungkinan pertumbuhan janin terhambat (IUGR/FGR)
- Di atas persentil 90: menunjukkan kemungkinan makrosomia (janin besar)
Yang lebih krusial adalah tren pertumbuhannya. Janin di persentil 20 yang konsisten tumbuh dengan laju stabil jauh lebih menggembirakan dibanding janin yang awalnya di persentil 50 lalu turun drastis ke persentil 15 dalam dua bulan.
Penurunan persentil yang signifikan, bahkan jika angka berat terlihat "normal", bisa menjadi sinyal adanya masalah pada aliran darah plasenta atau faktor lainnya. Di sinilah pentingnya melakukan pemantauan secara rutin.
Faktor yang memengaruhi ukuran janin dan akurasi perkiraan
Ukuran janin bukan semata ditentukan oleh gizi ibu. Banyak faktor berperan, dan memahaminya dapat membantu Anda agar tidak panik berlebihan saat angka USG tidak persis sesuai tabel.
Faktor yang memengaruhi ukuran janin
- Genetik: orang tua dengan postur kecil cenderung memiliki bayi yang lebih kecil secara proporsional.
- Paritas: anak kedua dan seterusnya rata-rata sedikit lebih besar dari anak pertama.
- Kondisi medis ibu: diabetes gestasional dapat menyebabkan janin terlalu besar; hipertensi atau preeklampsia dapat menghambat pertumbuhan.
- Fungsi plasenta: plasenta yang tidak optimal mengurangi suplai nutrisi dan oksigen ke janin.
- Jumlah janin: kehamilan kembar umumnya menghasilkan bayi dengan berat lebih rendah.
Faktor yang memengaruhi akurasi USG
Akurasi USG juga dipengaruhi oleh posisi janin saat pemeriksaan, kualitas alat USG yang digunakan, dan keahlian operator. Janin yang aktif bergerak atau berada dalam posisi yang sulit dapat membuat pengukuran kurang presisi, terutama di trimester ketiga ketika ruang dalam rahim semakin terbatas.
Kapan berat janin perlu dipantau dengan USG serial?
USG serial yaitu pemeriksaan USG yang dilakukan berulang kali dalam interval tertentu dan sering direkomendasikan ketika ada kekhawatiran terhadap pertumbuhan janin. Dokter biasanya menyarankan pemantauan lebih ketat jika:
- Taksiran berat janin berada di bawah persentil 10 atau di atas persentil 90.
- Ada riwayat bayi lahir dengan berat rendah atau makrosomia pada kehamilan sebelumnya.
- Ibu hamil memiliki kondisi seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan autoimun.
- Hasil doppler menunjukkan adanya gangguan aliran darah ke plasenta.
- Volume cairan ketuban terlalu sedikit (oligohidramnion) atau terlalu banyak (polihidramnion).
- Ibu merokok, mengonsumsi alkohol, atau memiliki faktor risiko gizi yang signifikan.
Pada kondisi normal tanpa faktor risiko, USG rutin di trimester kedua (18–22 minggu) dan trimester ketiga (30–34 minggu) sudah memadai untuk memantau pertumbuhan janin.
Itulah informasi terkait berat badan janin sesuai usia kehamilan. Penting untuk memantaunya secara rutin agar dokter dapat segera melakukan intervensi saat pertumbuhan janin berjalan tidak normal. (MB/RA/RF/Foto: Freepik)