Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Masa nifas setelah melahirkan bukan hanya tentang pemulihan fisik, tapi juga pemulihan mental, emosional, dan spiritual seorang ibu. Di berbagai budaya, termasuk Indonesia, ada kepercayaan kuat bahwa ibu yang baru melahirkan sebaiknya tidak melakukan aktivitas tertentu selama 40 hari pertama. Namun, benarkah ada dasar ilmiahnya? Apa saja sebenarnya pantangan ibu melahirkan sebelum 40 hari, dan apa saja yang didukung sains?
Secara medis, 40 hari setelah persalinan atau 6 minggu, adalah masa di mana tubuh ibu mengalami pemulihan dari proses kehamilan dan melahirkan. Meskipun secara medis tidak selalu tepat 40 hari (beberapa ibu bisa pulih lebih cepat atau lebih lambat), angka ini dijadikan patokan karena dianggap sebagai waktu rata-rata tubuh kembali stabil setelah melahirkan.
Di masa 40 hari tersebut, organ tubuh (terutama rahim) perlahan kembali ke ukuran normal, hormon kembali seimbang, dan luka akibat persalinan mulai sembuh. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), masa postpartum adalah periode krusial yang membutuhkan perhatian medis dan pemulihan menyeluruh.
Pantangan ibu melahirkan sebelum 40 hari
Banyak hal yang perlu dihindari di masa 40 hari. Berikut ini beberapa pantangan umum yang sering dianjurkan pada ibu yang baru melahirkan.
1. Jangan bekerja berat atau mengangkat beban
Fakta medis: Benar. Setelah melahirkan, terutama jika melalui persalinan per vaginam atau operasi caesar, otot dasar panggul dan perut masih dalam proses penyembuhan. Mengangkat beban berat bisa memicu perdarahan, hernia, bahkan risiko prolaps uterus. Menurut Cleveland Clinic, ibu melahirkan disarankan untuk menghindari angkat berat minimal selama 6 minggu postpartum.
2. Dilarang berhubungan intim
Fakta medis: Benar. Hubungan seks sebaiknya ditunda hingga pendarahan nifas berhenti dan luka di vagina atau perut benar-benar sembuh. Berhubungan terlalu dini dapat meningkatkan risiko infeksi dan rasa nyeri. ACOG merekomendasikan menunggu setidaknya 6 minggu setelah melahirkan sebelum kembali berhubungan intim.
Baca juga: 7 Tips Berhubungan Seks Setelah Melahirkan agar Tetap Aman dan Nyaman
3. Tidak boleh mandi malam hari
Fakta medis: Tidak sepenuhnya benar. Tidak ada bukti ilmiah bahwa mandi malam bisa membahayakan ibu setelah melahirkan. Namun, tubuh memang lebih rentan terhadap suhu dingin akibat perubahan hormon dan kondisi anemia setelah persalinan. Jadi, penting untuk menjaga kehangatan tubuh dan mandi dengan air hangat.
4. Hindari konsumsi makanan mentah
Fakta medis: Benar. Makanan mentah seperti sushi, telur setengah matang, atau daging yang tidak dimasak sempurna harus dihindari karena meningkatkan risiko infeksi bakteri, misalnya Listeria dan Salmonella, yang bisa memperlambat pemulihan. Menurut CDC, infeksi postpartum lebih berisiko jika sistem imun ibu masih lemah.
5. Jangan keluar rumah selama 40 hari
Fakta medis: Tidak mutlak. Ibu baru melahirkan boleh keluar rumah asalkan kondisi fisik memungkinkan dan lingkungan aman dari risiko infeksi. Di masa modern, kadang ibu perlu ke rumah sakit untuk kontrol atau imunisasi bayi. Justru interaksi sosial ringan bisa membantu mencegah baby blues dan depresi postpartum.
6. Jangan sampai stres
Fakta medis: Sangat benar. Perubahan hormon setelah melahirkan membuat ibu lebih rentan terhadap stres, kecemasan, dan depresi. Ketenangan mental sangat penting dalam proses menyusui dan bonding dengan bayi. Dukungan emosional selama 40 hari pertama terbukti dapat menurunkan risiko postpartum depression hingga 50% menurut Journal of Affective Disorders.
7. Dilarang langsung diet ketat
Fakta medis: Benar. Tubuh membutuhkan kalori lebih untuk menyusui dan memperbaiki jaringan usai persalinan. Diet terlalu cepat atau ekstrem bisa memengaruhi kualitas ASI dan memperlambat pemulihan tubuh. WHO menyarankan ibu menyusui untuk fokus pada makanan bergizi seimbang dan menunda diet ketat setidaknya 2 bulan setelah melahirkan.
Baca juga: Sulit Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan? Ini Penyebabnya
Apa yang dianjurkan dalam 40 hari setelah melahirkan?
Agar pemulihan berjalan optimal, berikut hal-hal yang sebaiknya dilakukan ibu selama 40 hari pertama.
- Istirahat cukup dan tidur saat bayi tidur
- Konsumsi makanan bergizi seimbang (protein, zat besi, cairan cukup)
- Rawat luka persalinan dengan benar sesuai saran medis
- Minta bantuan dan dukungan dari pasangan, keluarga, atau doula
- Lakukan kontrol postpartum ke dokter
- Mulai aktivitas ringan, seperti jalan kaki perlahan jika sudah mampu
- Jaga kebersihan dan sanitasi, terutama saat merawat bayi.
Pantangan ibu melahirkan sebelum 40 hari bukan semata mitos. Banyak yang memang berakar dari nilai budaya dan ternyata didukung sains. Kuncinya adalah mendengarkan tubuh, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, dan tetap berpikir rasional. Masa 40 hari setelah melahirkan adalah waktu untuk memulihkan tubuh dan membangun ikatan dengan bayi, bukan untuk membebani diri dengan aturan tanpa dasar medis. Stay safe and healthy, Moms! (M&B/AY/TW/Foto: Freepik)
