BABY

Gusi Bayi Putih, Normalkah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Melihat bercak atau benjolan putih di gusi bayi bisa langsung memicu rasa khawatir. Wajar sekali, Moms, naluri untuk melindungi Si Kecil memang selalu ada pada orang tua. Namun, sebelum panik, ada baiknya kita pahami dulu mengapa gusi bayi putih dan apa yang sebenarnya terjadi.

Kenyataannya, tidak semua bercak putih di gusi bayi menandakan masalah serius. Banyak di antaranya merupakan bagian normal dari tumbuh kembang bayi. Yang terpenting adalah kemampuan kita untuk membedakan mana yang perlu ditangani dan mana yang bisa dibiarkan sembuh dengan sendirinya.

Apakah gusi bayi putih termasuk kondisi yang normal?

Jawaban singkatnya: ya, sering kali normal. Gusi bayi sangat berbeda dengan gusi orang dewasa. Teksturnya lebih lunak, warnanya lebih terang, dan lebih rentan terhadap perubahan tampilan seiring pertumbuhan.

Bayi baru lahir hingga usia satu tahun sedang melalui banyak perubahan di dalam mulutnya, dari proses menyusu, pembentukan jaringan gusi, hingga munculnya gigi pertama. Semua proses ini bisa menimbulkan tampilan yang tampak "aneh" di mata orang tua, padahal sebenarnya sangat wajar.

Namun, ada pula kondisi di mana bercak putih pada gusi bayi memang memerlukan perhatian medis, seperti infeksi jamur yang dikenal dengan istilah oral thrush. Kuncinya adalah mengenali ciri-ciri masing-masing kondisi dengan baik.

Baca juga: Mengatasi White Spot Gigi Anak, Bercak Putih yang Muncul Tanpa Sadar

Penyebab gusi bayi putih: sisa susu, Epstein pearls, tumbuh gigi, atau infeksi jamur?

Ada empat penyebab utama yang paling sering membuat gusi bayi tampak putih atau terdapat bercak terang, yakni:

1. Sisa susu yang menempel

Ini adalah penyebab paling umum dan paling tidak berbahaya. Setelah menyusu—baik ASI maupun susu formula—sisa susu bisa menempel di gusi, langit-langit mulut, atau lidah bayi. Tampilan putihnya sering kali membuat orang tua salah mengira sebagai sesuatu yang lebih serius.

Ciri khasnya: bercak putih yang mudah hilang jika dilap lembut menggunakan kain bersih yang dibasahi air hangat.

2. Epstein pearls

Epstein pearls adalah kista kecil berwarna putih atau kekuningan yang muncul di gusi atau langit-langit mulut bayi baru lahir. Kondisi ini sangat umum—diperkirakan terjadi pada sekitar 60–85% bayi baru lahir—dan sepenuhnya tidak berbahaya.

Benjolan ini tidak menyebabkan rasa sakit, tidak perlu diobati, dan biasanya akan hilang sendiri dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan pertama kehidupan bayi.

3. Bercak putih karena gigi yang akan tumbuh (teething)

Saat gigi bayi mulai tumbuh—biasanya dimulai sekitar usia 4–7 bulan—gusi di area tersebut bisa tampak lebih pucat, bengkak, atau bahkan sedikit keputihan. Ini terjadi karena jaringan gusi sedang "ditekan" dari dalam oleh gigi yang sedang naik ke permukaan.

Gusi bayi putih mau tumbuh gigi biasanya disertai dengan tanda-tanda lain, seperti bayi lebih rewel dari biasanya, sering menggigit benda, produksi air liur berlebih, dan pipi yang tampak kemerahan.

Baca juga: Tanda Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Moms Ketahui

4. Oral thrush (infeksi jamur Candida)

Oral thrush adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Kondisi ini bisa terjadi pada bayi karena sistem imun Si Kecil yang belum sempurna. Bayi yang baru saja atau sedang menjalani terapi antibiotik juga lebih rentan mengalaminya.

Bercak putih akibat oral thrush biasanya tampak seperti lapisan tebal menyerupai dadih susu, yang muncul di lidah, bagian dalam pipi, atau gusi. Kondisi ini perlu mendapat penanganan dari dokter.

Cara membedakan sisa susu, gigi yang akan tumbuh, dan oral thrush

Membedakan ketiga kondisi ini tidak selalu mudah, tetapi ada beberapa cara praktis yang bisa Moms coba di rumah.

1. Tes usap sederhana

  • Gunakan kain kasa atau kain bersih yang dibasahi air hangat, lalu usap lembut bercak putih di gusi atau lidah bayi.
  • Jika bercak hilang dengan mudah, kemungkinan besar itu sisa susu.
  • Jika bercak tidak hilang dan tampak seperti lapisan tebal, ini bisa menjadi tanda oral thrush.
  • Jika gusi terasa sedikit bengkak dan bercak berada tepat di bawah permukaan gusi, kemungkinan tanda gigi yang akan tumbuh.

2. Perhatikan gejala penyerta

  • Sisa susu: Mudah dihapus, tidak ada gejala lain
  • Epstein pearls: Benjolan kecil keras, tidak menyebabkan rewel
  • Gusi bayi putih mau tumbuh gigi: Bengkak, bayi rewel, suka menggigit
  • Oral thrush: Lapisan tebal, tidak bisa dihapus, bisa menyebar ke area lain, bayi tampak tidak nyaman saat menyusu.

3. Perhatikan reaksi bayi saat menyusu

Bayi dengan oral thrush sering kali tampak tidak nyaman atau bahkan menangis saat menyusu karena mulutnya terasa sakit. Jika Moms menyusui, Anda juga mungkin merasakan nyeri atau sensasi terbakar di puting, yang bisa menjadi tanda bahwa infeksi telah berpindah.

Cara membersihkan dan merawat gusi bayi dengan aman

Menjaga kebersihan mulut bayi sejak dini adalah langkah terbaik untuk kesehatan gigi dan gusi Si Kecil di masa depan. Berikut ini cara yang perlu Anda lakukan, Moms.

Rutin membersihkan gusi bayi

Bahkan sebelum gigi pertama muncul, Moms sudah bisa—dan sebaiknya—mulai membersihkan gusi bayi secara rutin.

  1. Gunakan kain kasa atau kain lembut bersih yang dibasahi air matang hangat.
  2. Lap gusi bayi dengan gerakan lembut dan memutar, lakukan dua kali sehari—pagi setelah menyusu pertama dan malam sebelum tidur.
  3. Hindari penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride sebelum bayi berusia dua tahun, kecuali atas saran dokter gigi.
  4. Setelah gigi pertama muncul, mulai gunakan sikat gigi bayi berbulu sangat lembut.

Mengatasi ketidaknyamanan saat tumbuh gigi

  1. Berikan teether (mainan gigitan) yang sudah didinginkan (bukan dibekukan) di lemari es selama 30 menit untuk membantu meredakan nyeri gusi.
  2. Pijat lembut gusi bayi dengan jari bersih yang sedikit didinginkan.
  3. Hindari gel tumbuh gigi yang mengandung benzocaine untuk bayi di bawah dua tahun karena dapat menyebabkan efek samping berbahaya.

Mengatasi oral thrush di rumah

Penting untuk diingat: oral thrush pada bayi memerlukan penanganan dari dokter. Dokter biasanya akan meresepkan obat antijamur seperti nystatin yang dioleskan di dalam mulut bayi.

Selama masa pengobatan, Moms yang menyusui juga perlu ikut diobati untuk mencegah infeksi berulang (ping-pong infection). Sterilisasi semua peralatan menyusu—dot, botol, dan empeng—secara rutin juga sangat penting selama periode ini.

Kapan bercak atau benjolan putih pada gusi bayi perlu diperiksa dokter?

Meski banyak kasus gusi bayi putih tidak perlu dikhawatirkan, ada situasi tertentu yang mengharuskan Moms segera menghubungi dokter. Segera Periksakan Si Kecil Jika:

  • Bercak putih tidak hilang setelah dilap lembut dengan kain basah
  • Bercak tampak seperti lapisan tebal yang menyebar ke lidah, pipi bagian dalam, atau tenggorokan
  • Bayi menolak menyusu atau tampak kesakitan saat menyusu
  • Bercak putih disertai demam
  • Gusi bayi tampak berdarah atau bernanah
  • Bercak menyebar dengan cepat dalam hitungan hari
  • Moms yang menyusui merasakan nyeri di puting atau payudara yang tidak biasa.

Gusi bayi putih seperti sariawan—terutama jika disertai luka, kemerahan, atau bayi tampak sangat tidak nyaman—bisa menjadi tanda kondisi yang memerlukan penanganan segera. Sariawan pada bayi memang lebih jarang terjadi dibandingkan oral thrush, tetapi tetap perlu dievaluasi oleh dokter anak.

Bercak putih di gusi bayi memang bisa membuat jantung orang tua berdegup lebih kencang. Namun dengan pemahaman yang tepat, Moms bisa membedakan mana yang normal dan mana yang perlu mendapat perhatian lebih.

Ingat: sisa susu dan Epstein pearls adalah kondisi yang sepenuhnya normal dan tidak memerlukan pengobatan. Tanda tumbuh gigi adalah bagian dari proses tumbuh kembang Si Kecil. Sementara oral thrush, meski perlu ditangani, juga merupakan kondisi yang umum dan bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. (MB/SW/RF/oto: Magnific)