Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Melihat bercak merah di kulit Si Kecil saat baru lahir memang bisa membuat Moms dan Dads cemas. Wajar jika muncul pertanyaan, apakah tanda lahir merah ini berbahaya? Apakah perlu dioperasi atau dibiarkan saja?
Moms perlu tahu, sebagian besar tanda lahir merah pada bayi bersifat jinak dan tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Meski begitu, mengenali jenisnya sejak awal akan membantu Anda untuk mengetahui mana bercak merah yang cukup dipantau di rumah dan mana yang sebaiknya diperiksakan lebih dini.
Tanda lahir merah pada bayi tidak selalu sama: Kenali jenisnya terlebih dahulu
Tanda lahir merah muncul karena adanya kumpulan pembuluh darah yang tidak berkembang seperti biasanya. Meski terlihat mirip, ternyata jenisnya cukup beragam, dan masing-masing punya ciri serta perjalanan yang berbeda.
Secara umum, tanda lahir merah dikelompokkan menjadi beberapa jenis utama:
- Nevus simplex (salmon patch): bercak merah muda datar yang sangat umum ditemui pada bayi baru lahir.
- Hemangioma: benjolan merah yang biasanya muncul beberapa minggu setelah lahir dan bisa membesar untuk sementara waktu.
- Port-wine stain (nevus flammeus): bercak datar berwarna merah keunguan yang menetap.
Mengapa penting mengenali jenisnya? Pasalnya, setiap jenis memiliki cara penanganan yang berbeda. Ada yang cukup didiamkan karena akan hilang sendiri, ada pula yang butuh pemantauan atau tindakan medis. Dengan mengenali cirinya, Moms bisa mengambil tindakan yang tepat.
Baca juga: Tanda Lahir Putih pada Bayi: Normalkah atau Perlu Dikhawatirkan?
Nevus simplex atau salmon patch: Bercak merah datar yang sering memudar sendiri
Nevus simplex adalah jenis tanda lahir merah yang paling sering ditemui. Moms mungkin mengenalnya dengan sebutan yang lebih akrab, seperti "gigitan bangau" (stork bite) bila muncul di belakang leher, atau "ciuman malaikat" (angel kiss) bila ada di antara kedua alis.
Ciri-ciri nevus simplex antara lain:
- Berwarna merah muda atau merah samar.
- Permukaannya datar, tidak menonjol.
- Sering muncul di kelopak mata, dahi, antara alis, dan tengkuk.
- Warnanya bisa tampak lebih jelas saat bayi menangis.
Sebagian besar salmon patch di area wajah cenderung memudar dengan sendirinya dalam satu hingga dua tahun pertama. Bercak yang berada di tengkuk kadang bertahan lebih lama, tetapi biasanya tertutup rambut dan tidak mengganggu.
Jenis ini umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus. Moms cukup memantaunya.
Hemangioma vs Port-wine stain: Kenali perbedaannya!
Dua jenis tanda lahir merah ini paling sering membingungkan orang tua karena sama-sama tampak mencolok. Padahal, keduanya cukup berbeda berdasarkan empat hal utama.
1. Kapan tanda lahir merah biasanya muncul?
Hemangioma sering belum terlihat saat lahir. Biasanya tanda baru muncul dalam beberapa minggu pertama sebagai bercak kecil, lalu berkembang.
Port-wine stain umumnya sudah ada sejak bayi lahir dan langsung tampak sebagai bercak datar.
2. Bagaimana bentuk dan warnanya?
Hemangioma cenderung menonjol seperti benjolan dengan warna merah terang, sering disebut "strawberry mark". Sementara port-wine stain berbentuk datar dengan warna merah keunguan menyerupai tumpahan anggur, dari sinilah namanya berasal.
3. Bagaimana pola pertumbuhannya?
Inilah perbedaan yang paling menonjol. Hemangioma biasanya tumbuh cepat pada bulan-bulan pertama, mencapai ukuran maksimal, lalu perlahan mengecil dan memudar seiring usia anak.
Port-wine stain tidak menghilang. Ukurannya cenderung mengikuti pertumbuhan tubuh anak dan warnanya bisa menjadi lebih gelap seiring waktu.
4. Apakah tanda lahirnya akan berubah?
Hemangioma bersifat dinamis, ada fase membesar dan fase mengecil. Port-wine stain bersifat menetap dan permanen bila tidak ditangani. Untuk port-wine stain, terapi laser sering menjadi pilihan penanganan, terutama untuk alasan estetika. Konsultasikan pilihan ini dengan dokter, ya.
Baca juga: Ini Ciri Tanda Lahir Bayi Berbahaya dan Butuh Penanganan Medis
Lokasi di sekitar mata, jalan napas, wajah, atau lesi yang cepat membesar: Kapan perlu evaluasi lebih dini?
Sebagian besar tanda lahir merah aman dan cukup dipantau saja. Namun, ada beberapa situasi yang sebaiknya diperiksakan ke dokter lebih dini. Kenali tanda-tanda berikut:
- Dekat mata: Tanda lahir di sekitar kelopak atau bola mata bisa mengganggu penglihatan Si Kecil bila membesar.
- Dekat jalan napas atau bibir: Hemangioma di area hidung, mulut, atau tenggorokan berpotensi mengganggu pernapasan atau menyusu.
- Di wajah dalam ukuran besar: Port-wine stain besar di wajah, terutama di area dahi dan sekitar mata, kadang perlu evaluasi lebih lanjut untuk memastikan tidak ada kondisi lain yang menyertai.
- Membesar sangat cepat: Lesi yang tumbuh pesat dalam waktu singkat sebaiknya segera diperiksa.
- Mudah berdarah atau luka: Tanda lahir yang pecah, luka terbuka, atau berdarah perlu penanganan medis.
Apabila Moms menemukan salah satu kondisi di atas, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Penanganan lebih dini sering memberikan hasil yang lebih baik.
Cara memantau tanda lahir merah di rumah: Foto berkala, ukuran, warna, luka, dan perdarahan
Memantau tanda lahir merah di rumah tidak sulit, kok. Kuncinya adalah konsisten mencatat perubahan. Berikut langkah sederhananya:
- Ambil foto berkala. Potret tanda lahir dengan pencahayaan yang baik setiap beberapa minggu. Gunakan sudut dan jarak yang sama agar mudah membandingkan. Ini sangat membantu saat berkonsultasi dengan dokter.
- Ukur ukurannya. Catat panjang dan lebar bercak dengan penggaris kecil. Perhatikan apakah ukurannya bertambah, tetap, atau justru mengecil.
- Perhatikan warna. Amati apakah warnanya memudar, tetap sama, atau justru menjadi lebih gelap dan pekat.
- Cek permukaan kulit. Perhatikan apakah ada luka, retakan, atau permukaan yang mulai terbuka.
- Waspadai perdarahan. Bila tanda lahir mudah berdarah walau tanpa benturan, catat kejadiannya dan segera konsultasikan.
Dengan catatan yang rapi, Moms bisa memberikan gambaran yang jelas kepada dokter. Ini membantu dokter memantau perkembangan dan menentukan langkah terbaik untuk Si Kecil.
Menemukan tanda lahir merah pada bayi memang bisa membuat khawatir, tetapi ingatlah bahwa sebagian besar bersifat jinak dan tidak berbahaya. Nevus simplex sering memudar sendiri, hemangioma umumnya mengecil seiring waktu, sementara port-wine stain menetap namun bisa ditangani. Yang terpenting, kenali jenisnya, pantau perubahannya secara teratur, dan jangan ragu berkonsultasi bila menemui tanda yang mengkhawatirkan. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)
