Type Keyword(s) to Search
BABY

Ciri-Ciri dan Cara Mencegah Keringat Buntet pada Bayi

Ciri-Ciri dan Cara Mencegah Keringat Buntet pada Bayi

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Keringat buntet atau yang dikenal secara medis sebagai biang keringat (miliaria) merupakan salah satu masalah kulit yang bisa dialami siapa saja, termasuk bayi. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa tak nyaman dan membuat Si Kecil rewel. Oleh sebab itu, keringat buntet pada bayi perlu mendapatkan penanganan yang tepat.

Keringet buntet atau biang keringat, kerap terjadi pada masyarakat yang tinggal di kawasan dengan iklim tropis atau panas. Meski bisa mengganggu kenyamanan pada bayi, kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan bisa ditangani dengan langkah-langkah sederhana di rumah.

Apa itu keringat buntet pada bayi atau biang keringat (miliaria)?

Keringat buntet adalah ruam kulit yang muncul ketika kelenjar keringat bayi tersumbat, sehingga keringat terperangkap di bawah permukaan kulit. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut miliaria.

Kenapa bayi lebih rentan mengalaminya? Kelenjar keringat bayi belum sepenuhnya berkembang. Saluran keringat bayi masih sangat kecil dan mudah tersumbat, terutama saat cuaca panas, kelembapan tinggi, atau ketika Si Kecil mengenakan pakaian yang terlalu tebal dan ketat.

Keringat yang tidak bisa keluar ke permukaan kulit akhirnya terjebak dan menimbulkan reaksi berupa bintik-bintik kecil. Itulah mengapa keringat buntet sering muncul di hari-hari yang panas atau setelah bayi berkeringat banyak.

Ada beberapa jenis miliaria yang perlu Moms ketahui:

  • Miliaria kristalina: Bentuk paling ringan, berupa bintik bening berisi cairan yang mudah pecah. Biasanya tidak terasa gatal.
  • Miliaria rubra: Jenis yang paling umum, berupa bintik merah yang bisa terasa gatal atau perih. Inilah yang paling sering disebut "biang keringat".
  • Miliaria profunda: Bentuk yang lebih jarang dan biasanya terjadi pada kasus berulang.

Baca juga: 10 Obat Biang Keringat pada Bayi yang Aman dan Efektif

Ciri-ciri keringat buntet dan bagian tubuh bayi yang sering terkena

Mengenali ciri-ciri keringat buntet akan membantu Moms bertindak lebih cepat dan tepat. Berikut tanda-tanda yang paling umum:

  • Bintik-bintik kecil berwarna merah atau bening berisi cairan.
  • Muncul secara berkelompok pada area kulit tertentu.
  • Kadang disertai rasa gatal, sehingga bayi terlihat rewel atau sering menggaruk.
  • Kulit terasa sedikit kasar saat diraba.
  • Bintik cenderung muncul saat cuaca panas atau setelah bayi berkeringat.

Keringat buntet paling sering muncul di area tubuh yang lembap, tertutup, atau memiliki banyak lipatan kulit. Bagian-bagian yang paling sering terkena antara lain:

  • Leher dan dada, area yang mudah berkeringat dan sering tertutup pakaian.
  • Punggung, terutama pada bayi yang banyak berbaring.
  • Lipatan kulit, seperti ketiak, selangkangan, dan belakang lutut.
  • Dahi dan kulit kepala, area yang sering berkeringat, apalagi jika bayi memakai topi.
  • Wajah, khususnya pipi dan sekitar dahi

Apa bedanya keringat buntet vs alergi, eksim, dan ruam Infeksi?

Salah satu tantangan terbesar orang tua adalah membedakan keringat buntet dari ruam kulit lainnya. Berikut perbedaannya: 

Keringat buntet (miliaria)

Muncul saat cuaca panas atau bayi berkeringat. Berupa bintik kecil merah atau bening di area yang lembap dan tertutup. Biasanya membaik dalam beberapa hari setelah kulit didinginkan.

Alergi

Sering muncul setelah bayi terpapar zat tertentu, makanan, sabun, deterjen, atau bahan pakaian. Ruam alergi biasanya lebih menyebar, bisa disertai bentol-bentol (biduran), dan tidak selalu berhubungan dengan cuaca panas.

Eksim (dermatitis atopik)

Kulit tampak kering, kemerahan, bersisik, dan terasa sangat gatal. Eksim cenderung berulang dan sering muncul di lipatan siku, belakang lutut, atau pipi. Berbeda dengan keringat buntet, eksim tidak hilang begitu saja hanya dengan mendinginkan kulit.

Ruam infeksi

Ruam akibat infeksi (bakteri, jamur, atau virus) biasanya disertai gejala lain seperti demam, bintik bernanah, kulit yang membengkak, atau bayi yang tampak sangat tidak nyaman. Kondisi ini perlu perhatian medis.

Kalau Moms ragu, perhatikan pola dan pemicunya. Keringat buntet biasanya berhubungan langsung dengan suhu dan kelembapan, serta membaik cukup cepat setelah bayi merasa lebih sejuk.

Baca juga: Ini Cara Menghilangkan Biang Keringat pada Bayi Anda

Cara aman mengatasi keringat buntet pada bayi di rumah

Sebagian besar kasus keringat buntet bisa diatasi tanpa obat khusus. Kuncinya adalah mendinginkan kulit dan mencegah keringat berlebih. Berikut langkah-langkah aman yang bisa Moms lakukan di rumah:

1. Jaga suhu ruangan tetap sejuk

Pastikan kamar bayi memiliki sirkulasi udara yang baik. Gunakan kipas angin atau AC dengan suhu nyaman, dan hindari ruangan yang pengap. Suhu yang sejuk membantu mengurangi produksi keringat.

2. Pilih pakaian yang tepat

Kenakan pakaian berbahan katun yang lembut, longgar, dan menyerap keringat. Hindari bahan sintetis yang membuat kulit tidak bisa "bernapas". Jangan memakaikan pakaian berlapis-lapis, kecuali memang diperlukan.

3. Mandikan dengan air hangat suam-suam kuku

Mandi membantu membersihkan keringat dan menyejukkan kulit. Gunakan air yang tidak terlalu panas, dan keringkan tubuh bayi dengan lembut menggunakan handuk halus. Pastikan lipatan-lipatan kulit benar-benar kering.

4. Hindari krim atau losion yang berat

Produk yang terlalu tebal justru bisa menyumbat pori-pori dan memperparah keadaan. Jika ingin melembapkan, pilih produk yang ringan dan berlabel aman untuk bayi.

5. Biarkan kulit "bernapas"

Sesekali, biarkan area yang terkena keringat buntet terbuka tanpa pakaian dalam waktu singkat. Udara segar membantu mempercepat penyembuhan.

6. Jaga agar bayi tidak menggaruk

Rasa gatal bisa membuat Si Kecil menggaruk dan berisiko melukai kulit. Potong kuku bayi secara rutin dan, jika perlu, kenakan sarung tangan lembut saat tidur.

Dengan perawatan sederhana ini, keringat buntet biasanya membaik dalam beberapa hari. Yang terpenting adalah menjaga kulit bayi tetap sejuk, kering, dan nyaman.

Kapan ruam pada bayi perlu diperiksa dokter?

Meski keringat buntet umumnya tidak berbahaya, ada beberapa gejala yang mengindikasikan bahwa Si Kecil perlu diperiksa oleh dokter, seperti:  

  • Ruam tidak membaik setelah 3–4 hari perawatan di rumah.
  • Bintik berubah menjadi bernanah, membengkak, atau terasa hangat saat disentuh.
  • Bayi mengalami demam.
  • Ruam menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh.
  • Bayi tampak sangat rewel, sulit tidur, atau menolak menyusu.
  • Ada tanda-tanda infeksi seperti keluarnya cairan atau kulit yang mengelupas

Tanda-tanda ini bisa mengindikasikan bahwa ruam bukan sekadar keringat buntet, melainkan infeksi atau kondisi kulit lain yang membutuhkan penanganan medis. 

Keringat buntet pada bayi memang umum terjadi, terutama di iklim tropis yang panas dan lembap seperti di Indonesia. Meski terlihat mengganggu, kondisi ini biasanya ringan dan mudah diatasi dengan menjaga kulit Si Kecil tetap sejuk, kering, dan nyaman.

Langkah paling penting yang bisa Moms lakukan adalah mengenali pemicunya, mulai dari suhu ruangan, pilihan pakaian, hingga kebersihan kulit. Dengan perhatian ekstra, Moms bisa mencegah keringat buntet muncul kembali. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)