Type Keyword(s) to Search
BABY

Lidah Bayi Berjamur: Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Lidah Bayi Berjamur: Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Melihat bercak putih di mulut bayi memang bisa langsung membuat jantung deg-degan. Wajar sekali, sebagai orang tua, Anda selalu ingin memastikan Si Kecil baik-baik saja. Namun, satu hal penting yang perlu diketahui: Tidak semua bercak putih di mulut bayi adalah tanda bahaya.

Bercak putih itu bisa jadi hanya sisa susu yang menempel. Atau, bisa jadi tanda bahwa bayi mengalami oral thrush—infeksi jamur yang cukup umum, terutama pada bayi di bawah usia 6 bulan. Kabar baiknya, keduanya bisa dibedakan, dan oral thrush pun bisa ditangani dengan tepat.

Lidah bayi berjamur atau hanya sisa susu? Ini cara membedakannya

Banyak orang tua yang baru pertama kali melihat bercak putih di mulut bayi langsung mengira itu adalah jamur. Padahal, sisa susu, baik ASI maupun susu formula memang bisa meninggalkan lapisan putih atau krem tipis di lidah, bagian dalam pipi, dan langit-langit mulut bayi. Ini sangat normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, ada perbedaan yang cukup jelas antara keduanya jika diperhatikan dengan cermat.

Ciri sisa susu

  1. Lapisan terlihat tipis dan merata, seperti cat tipis di permukaan lidah
  2. Mudah dihapus dengan kain bersih yang dibasahi air hangat
  3. Biasanya muncul tepat setelah menyusu dan bisa hilang sendiri
  4. Bayi tetap nyaman, tidak rewel, dan menyusu seperti biasa.

Baca juga: Gusi Bayi Putih, Normalkah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ciri oral thrush (lidah bayi berjamur)

  1. Lapisan lebih tebal, bergumpal, dan menyerupai keju cottage yang menempel kuat
  2. Tidak mudah dihapus. Jika dipaksa, area di bawahnya tampak kemerahan dan bisa sedikit berdarah
  3. Muncul tidak hanya di lidah, tetapi juga di langit-langit mulut, bagian dalam pipi, dan bibir bagian dalam
  4. Tidak hilang meski sudah beberapa jam berlalu, bahkan bisa semakin meluas.

Cara membedakannya di rumah: Gunakan kain bersih yang sudah dibasahi air hangat, lalu usap lembut area putih di lidah bayi. Jika lapisan mudah terangkat dan tidak meninggalkan bekas merah, kemungkinan besar itu hanya sisa susu. Jika sulit terangkat dan ada kemerahan di bawahnya, bawa Si Kecil ke tenaga kesehatan karena kemungkinan besar itu adalah oral thrush.

Ciri-ciri oral thrush pada bayi yang perlu dikenali

Oral thrush pada bayi tidak selalu langsung terlihat jelas pada awalnya. Namun, seiring bertumbuhnya jamur, tanda-tandanya akan semakin mudah dikenali. Berikut ini gejala yang perlu Moms perhatikan.

  1. Bercak putih yang sulit dihilangkan di lidah, bagian dalam pipi, bibir, gusi, atau langit-langit mulut
  2. Bayi menolak menyusu atau menyusu lebih sebentar dari biasanya, karena gerakan mengisap terasa menyakitkan
  3. Bayi menjadi rewel dan mudah menangis, terutama saat atau setelah menyusu
  4. Sudut bibir tampak meradang atau kulitnya terlihat pecah-pecah
  5. Demam, yang biasanya muncul jika infeksi sudah menyebar ke kerongkongan
  6. Mengisap dengan tidak konsisten—sering melepas dan memasang kembali puting tanpa alasan jelas
  7. Pada bayi yang sudah MPASI, nafsu makan berkurang karena nyeri saat mengunyah atau menelan.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan oleh Moms yang masih menyusui: jamur bisa berpindah dari mulut bayi ke puting. Jika Anda merasakan nyeri atau sensasi terbakar pada puting selama dan setelah menyusu, ada kemungkinan infeksi jamur ikut menyerang. Kondisi ini disebut thrush pada payudara, dan penanganannya harus dilakukan bersamaan antara ibu dan bayi agar infeksi tidak terus berpindah.

Baca juga: Fase Oral Bayi, Saat Si Kecil Senang Memasukkan Benda ke Mulut

Penyebab dan faktor risiko jamur di lidah serta mulut bayi

Oral thrush pada bayi terjadi akibat pertumbuhan jamur Candida albicans yang tidak terkendali di dalam rongga mulut. Jamur ini sebenarnya secara alami ada di tubuh manusia—masalah baru muncul ketika jamur ini tumbuh berlebihan.

Ada beberapa faktor yang bisa memicu kondisi ini:

1. Sistem imun yang belum matang

Bayi di bawah usia 6 bulan memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang sempurna, sehingga tubuhnya belum bisa melawan infeksi jamur dengan efektif. Inilah sebabnya oral thrush jauh lebih umum terjadi pada bayi dibandingkan orang dewasa.

2. Penggunaan antibiotik

Ketika bayi—atau ibu yang menyusui—mengonsumsi antibiotik, keseimbangan bakteri baik di dalam tubuh terganggu. Bakteri baik yang seharusnya mengontrol pertumbuhan jamur ikut terbunuh, sehingga Candida albicans tumbuh tidak terkendali dan memicu oral thrush.

3. Dot atau botol susu yang kurang bersih

Bayi yang minum susu menggunakan botol berisiko terkena infeksi jamur jika dot atau botol susu tidak dibersihkan dan disterilkan dengan baik. Jamur Candida dapat bertahan dan berkembang di permukaan alat-alat tersebut.

4. Tertular saat proses kelahiran

Meskipun jarang, bayi baru lahir bisa tertular jamur saat melewati jalan lahir jika ibu memiliki riwayat infeksi jamur vagina saat melahirkan normal.

5. Malnutrisi

Kurangnya gizi pada bayi dapat melemahkan daya tahan tubuh, membuat infeksi jamur lebih mudah menyerang.

Cara menangani lidah bayi berjamur dan mencegahnya berulang

Yang perlu diketahui, oral thrush pada bayi umumnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam 1–2 minggu. Namun, bukan berarti kita hanya perlu menunggu. Ada langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk membantu pemulihan dan mencegah infeksi berulang.

1. Penanganan medis

Dokter biasanya akan meresepkan obat antijamur berupa tetes atau gel yang mengandung nystatin atau miconazole. Obat ini dioleskan langsung ke area yang terinfeksi menggunakan cotton bud atau jari, beberapa kali sehari selama 7–14 hari. Penting untuk menyelesaikan pengobatan hingga tuntas meski gejala sudah membaik lebih awal, agar infeksi tidak kambuh.

Jangan memberikan obat antijamur apa pun tanpa petunjuk dokter. Dosis yang tidak tepat justru bisa membuat infeksi lebih sulit ditangani.

2. Perawatan pendukung di rumah

Selain pengobatan dari dokter, ada beberapa bahan alami yang bisa digunakan sebagai pendamping (selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter):

  • Soda kue: Campurkan 1/2 sendok teh soda kue ke dalam secangkir air hangat, lalu oleskan ke lidah bayi menggunakan cotton bud. Penelitian menunjukkan soda kue dapat membantu membasmi jamur Candida.
  • Larutan garam: Larutkan 1/2 sendok teh garam dalam segelas air, gunakan untuk mengusap lidah bayi. Garam bersifat antiseptik dan dapat meringankan gejala.
  • Minyak kelapa: Kandungan asam kaprilat dalam minyak kelapa diketahui memiliki sifat antijamur. Pastikan bayi tidak alergi kelapa sebelum mencobanya.
  • Yogurt: Untuk bayi yang sudah MPASI, yogurt mengandung bakteri baik yang dapat membantu mengontrol pertumbuhan jamur berlebih.

3. Langkah pencegahan agar tidak berulang

Cuci tangan dengan sabun setiap sebelum menyusui atau menyentuh area mulut bayi

  • Sterilkan botol susu, dot, dan semua alat menyusu secara rutin
  • Bersihkan puting payudara sebelum dan setelah menyusui
  • Hindari menjilat dot bayi untuk membersihkannya. Ini memindahkan mikroorganisme dari mulut orang tua ke mulut bayi
  • Bersihkan mulut bayi secara rutin menggunakan kain kasa steril yang dibasahi air hangat setelah setiap kali menyusu.

Kapan bercak putih di mulut bayi perlu diperiksa dokter?

Meskipun oral thrush umumnya tidak berbahaya, ada kondisi-kondisi tertentu yang memerlukan perhatian medis segera. Bawa Si Kecil ke dokter jika:

  • Bercak putih tidak hilang setelah beberapa hari meski sudah dicoba dibersihkan
  • Bayi menolak menyusu atau asupannya berkurang secara signifikan
  • Bercak semakin meluas hingga ke tenggorokan atau bibir bagian luar
  • Bayi sangat rewel dan sulit ditenangkan, terutama saat atau setelah menyusu
  • Moms yang menyusui juga merasakan nyeri atau sensasi terbakar pada puting yang tidak biasa
  • Bayi mengalami ruam popok yang tidak kunjung membaik. Ini bisa menjadi tanda infeksi jamur yang lebih meluas
  • Bayi mengalami demam, yang bisa menandakan infeksi sudah menyebar lebih jauh.

Jika oral thrush terjadi berulang kali meski sudah ditangani, konsultasikan dengan dokter karena kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan lain yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Menemukan bercak putih di mulut bayi memang bisa membuat Moms langsung cemas. Namun, sekarang Moms sudah tahu: Sebagian besar kasus oral thrush pada bayi bisa ditangani dengan baik, dan kondisi ini sangat umum terjadi, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi.

Yang terpenting adalah mengenali tandanya lebih awal, memberikan penanganan yang tepat, dan menjaga kebersihan mulut bayi sebagai kebiasaan sehari-hari. Jika ragu, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga kesehatan tepercaya. (MB/SW/RF/Foto: Magnific)