Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Wajar jika Moms khawatir melihat tumbuh kembang Si Kecil berbeda dibandingkan anak-anak lain seusianya. Tak sedikit ibu yang curiga buah hatinya menderita down syndrome atau autisme. Lantas apa perbedaan autisme dan down syndrome?
Ya, Moms perlu terlebih dahulu memahami perbedaan kedua kondisi tersebut. Penanganan down syndrome dan autisme, tidak sama. Oleh sebab itu, mengidentifikasi kondisi Si Kecil merupakan langkah terbaik untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Apa itu Autisme dan Down syndrome?
Sebelum membahas perbedaannya, penting untuk memahami apa itu autisme dan down syndrome secara terpisah. Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi cara seseorang berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan berperilaku.
Disebut "spektrum" karena gejalanya sangat beragam, mulai dari ringan hingga berat. Setiap anak dengan autisme punya karakteristik yang unik dan berbeda satu sama lain.
Down syndrome adalah kelainan genetik yang terjadi ketika seorang anak memiliki salinan tambahan pada kromosom 21. Karena itulah kondisi ini juga disebut trisomy 21. Kelebihan materi genetik ini memengaruhi perkembangan fisik dan kemampuan berpikir anak, sehingga biasanya tampak dari ciri fisik yang khas sejak lahir.
Perbedaan mendasarnya seperti ini, autisme berhubungan dengan cara kerja otak dalam mengolah informasi dan berkomunikasi, sedangkan down syndrome berakar dari kelainan pada jumlah kromosom.
Baca juga: Ciri-Ciri Down Syndrome pada Bayi yang Bisa Dikenali Sejak Dini
Perbedaan autisme dan down syndrome dari penyebab hingga diagnosis
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbandingan antara autisme dan down syndrome:
Autisme
- Penyebab: Kombinasi faktor genetik dan lingkungan yang memengaruhi perkembangan saraf.
- Ciri fisik: Tidak ada ciri fisik khusus.
- Diagnosis: Melalui observasi perilaku dan perkembangan.
- Kemampuan intelektual: Bervariasi, dari di bawah rata-rata hingga di atas rata-rata.
- Waktu terdeteksi: Biasanya usia 2–3 tahun.
- Sifat kondisi: Gangguan perkembangan seumur hidup.
Down syndrome
- Penyebab: Kelebihan kromosom 21 (kelainan genetik).
- Ciri fisik: Ada ciri fisik khas, seperti wajah datar dan mata sipit ke atas.
- Diagnosis: Bisa dideteksi sejak kehamilan atau melalui tes kromosom setelah lahir.
- Kemampuan intelektual: Umumnya disertai hambatan intelektual ringan hingga sedang.
- Waktu terdeteksi: Sejak lahir atau saat kehamilan.
- Sifat kondisi: Kondisi genetik seumur hidup.
Perbedaan ciri fisik, komunikasi, perilaku, dan perkembangan anak
1. Ciri fisik
Pada anak dengan down syndrome, ciri fisiknya biasanya terlihat jelas sejak lahir. Beberapa di antaranya adalah wajah yang cenderung datar, mata yang sipit dan miring ke atas, leher pendek, telinga kecil, serta otot yang lemah (hypotonia).
Sementara itu, anak dengan autisme umumnya tidak memiliki ciri fisik khusus. Secara penampilan, Si Kecil akan tampak sama seperti anak lainnya. Perbedaannya baru terlihat dari cara berperilaku dan berkomunikasi.
2. Komunikasi
Anak dengan autisme sering mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, baik verbal maupun non-verbal, misalnya, terlambat bicara, sulit menjaga kontak mata, atau mengulang kata-kata tertentu (echolalia).
Anak dengan down syndrome juga bisa mengalami keterlambatan bicara, tetapi umumnya mereka tetap ingin berinteraksi dan menjalin komunikasi dengan orang di sekitarnya. Mereka cenderung hangat dan responsif secara sosial.
3. Perilaku
Anak dengan autisme biasanya menunjukkan perilaku berulang, seperti mengibaskan tangan atau menyusun benda secara berurutan. Mereka juga sering menyukai rutinitas dan bisa merasa terganggu jika ada perubahan.
Anak dengan down syndrome umumnya lebih fleksibel dan tidak menunjukkan pola perilaku berulang yang khas. Mereka dikenal ramah dan mudah bergaul, meski setiap anak tetap punya kepribadian unik.
4. Perkembangan
Kedua kondisi ini bisa menyebabkan keterlambatan perkembangan, tetapi dengan pola yang berbeda. Pada down syndrome, keterlambatan biasanya mencakup aspek motorik dan intelektual secara menyeluruh. Pada autisme, keterlambatan lebih terfokus pada kemampuan sosial dan komunikasi, sementara kemampuan lain bisa saja berkembang normal atau bahkan menonjol.
Baca juga: Ciri-Ciri Autisme pada Anak: Pentingnya Deteksi Dini untuk Penanganan Tepat
Apakah anak dengan down syndrome juga bisa berada dalam spektrum autisme?
Jawabannya, ya, bisa. Seorang anak dapat memiliki down syndrome sekaligus autisme. Kondisi ini dikenal dengan istilah DS-ASD (Down Syndrome-Autism Spectrum Disorder).
Kombinasi ini terkadang sulit dikenali karena beberapa gejalanya bisa tumpang tindih. Ciri-ciri autisme pada anak dengan down syndrome kadang terlambat disadari karena orang tua atau dokter mungkin mengaitkan gejalanya dengan down syndrome saja.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan jika anak dengan down syndrome mungkin juga berada dalam spektrum autisme:
- Sangat sedikit atau tidak ada kontak mata sama sekali.
- Perilaku berulang yang kuat, seperti mengibaskan tangan berulang kali.
- Kesulitan berinteraksi sosial yang lebih parah dari biasanya.
- Sangat sensitif terhadap suara, cahaya, atau sentuhan.
- Kemunduran kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai
Apabila Moms melihat tanda-tanda ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar Si Kecil mendapatkan penanganan yang tepat.
Kapan orang tua perlu melakukan evaluasi tumbuh kembang?
Deteksi dini adalah kunci untuk memberikan dukungan terbaik bagi Si Kecil. Semakin cepat kondisi anak diketahui, semakin cepat pula intervensi bisa dilakukan.
Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda berikut:
- Belum bisa tersenyum atau menunjukkan ekspresi hangat di usia 6 bulan.
- Belum mengoceh atau merespons namanya di usia 12 bulan.
- Belum mengucapkan kata-kata sederhana di usia 16 bulan.
- Kehilangan kemampuan bicara atau sosial yang sudah dimiliki.
- Menghindari kontak mata secara konsisten.
- Keterlambatan motorik, seperti belum bisa duduk atau berjalan sesuai usianya.
Namun Moms juga perlu tahu bahwa setiap anak tumbuh dengan kecepatannya masing-masing. Namun jika Moms merasa ada yang tidak sesuai, tidak ada salahnya untuk memeriksakan Si Kecil ke dokter atau ahli yang berkompeten.
Memahami perbedaan autisme dan down syndrome membantu Moms mengenali kebutuhan Si Kecil dengan lebih baik. Autisme berkaitan dengan perkembangan komunikasi dan perilaku, sementara down syndrome berakar dari kelainan genetik dengan ciri fisik yang khas. Keduanya berbeda, meski dalam beberapa kasus bisa muncul bersamaan. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)
