KID

10 Penyebab Bau Mulut pada Anak dan Cara Mengatasinya, Moms Wajib Tahu


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms, pernah mencium napas Si Kecil dan tiba-tiba merasa, “Kok bau, ya?” Bau mulut pada anak memang cukup sering membuat orang tua bertanya-tanya. Apalagi kalau anak sudah rutin menyikat gigi, tetapi aroma napasnya masih kurang sedap. Jangan buru-buru menganggap anak kurang menjaga kebersihan mulut, ya, Moms. Ada beberapa penyebab bau mulut pada anak yang perlu diketahui, mulai dari kebiasaan sehari-hari sampai kondisi kesehatan tertentu.

Usia berapa anak sering mengalami bau mulut?

Bau mulut bisa terjadi pada anak di berbagai usia, Moms. Namun, kondisi ini cukup sering diperhatikan pada anak usia prasekolah hingga usia sekolah, ketika mereka mulai belajar menyikat gigi sendiri tetapi belum selalu mampu membersihkan gigi dan lidah secara optimal. Anak yang lebih besar juga bisa mengalami bau mulut akibat kebiasaan seperti kurang minum, sering bernapas melalui mulut, atau pola makan tertentu. Jadi, bukan soal usia saja ya, Moms, yang lebih penting adalah mencari tahu apa penyebab bau mulutnya.

Apa saja penyebab bau mulut pada anak?

Bau mulut pada anak bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari kebersihan mulut hingga kondisi kesehatan tertentu.

1. Kebersihan mulut yang kurang optimal

Ini merupakan salah satu penyebab yang paling umum. Sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, permukaan lidah, dan sekitar gusi dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Bakteri tersebut dapat menghasilkan senyawa berbau tidak sedap yang membuat napas anak menjadi bau. Karena itu, pastikan Si Kecil menyikat gigi secara rutin dan membersihkan sela-sela gigi dengan baik.

2. Mulut kering

Air liur membantu membersihkan sisa makanan dan bakteri dari dalam mulut. Ketika produksi air liur berkurang, bakteri lebih mudah berkembang dan menyebabkan bau mulut.

Anak juga dapat mengalami mulut kering ketika kurang minum atau sering bernapas melalui mulut, misalnya saat hidung tersumbat.

3. Gigi berlubang atau masalah gusi

Gigi berlubang dapat menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan dan bakteri. Begitu juga dengan masalah pada gusi, seperti peradangan atau infeksi.

Jika bau mulut disertai gusi merah, bengkak, mudah berdarah, atau anak mengeluhkan sakit gigi, sebaiknya Moms memeriksakannya ke dokter gigi.

4. Infeksi mulut dan tenggorokan

Infeksi pada mulut atau tenggorokan juga dapat menyebabkan bau napas. Peradangan pada amandel, tenggorokan, atau jaringan di dalam mulut dapat menghasilkan aroma yang kurang sedap.

Biasanya, bau mulut karena infeksi dapat disertai gejala lain, seperti sakit tenggorokan, demam, sulit menelan, atau anak tampak tidak enak badan.

Baca juga: Ini Penyebab Bau Mulut pada Balita dan Cara Mengatasinya

5. Hidung tersumbat atau sering bernapas melalui mulut

Saat hidung tersumbat karena pilek atau kondisi tertentu, anak mungkin lebih sering bernapas melalui mulut. Kebiasaan ini dapat membuat mulut menjadi kering dan akhirnya memicu bau mulut.

Jika anak sering bernapas melalui mulut, mendengkur, atau mengalami hidung tersumbat dalam waktu lama, ada baiknya Moms berkonsultasi dengan dokter.

6. Ada benda asing di hidung

Pada anak kecil, bau mulut ternyata bisa berasal dari hidung. Benda asing, seperti potongan makanan yang terselip di dalam lubang hidung, dapat menimbulkan bau tidak sedap.

Kondisi ini perlu dicurigai terutama jika bau hanya berasal dari satu sisi hidung atau terdapat cairan hidung yang berbau dan keluar dari satu lubang hidung.

7. Obat-obatan tertentu

Beberapa obat dapat menyebabkan bau mulut secara tidak langsung karena membuat mulut menjadi kering. Sementara itu, tubuh juga dapat memecah obat tertentu dan menghasilkan zat kimia yang kemudian dikeluarkan melalui napas.

Jadi, kalau bau mulut muncul setelah anak mulai mengonsumsi obat tertentu, Moms bisa menanyakannya kepada dokter atau apoteker.

8. Asam lambung atau GERD

Menurut Mayo Clinic, bau mulut juga dapat berkaitan dengan masalah pencernaan lho, Moms. Rasa panas di dada atau heartburn yang terjadi terus-menerus merupakan salah satu gejala gastroesophageal reflux disease (GERD). Pada kondisi ini, isi lambung dapat naik kembali ke kerongkongan dan berkontribusi terhadap munculnya bau napas. Jika anak sering mengeluhkan rasa asam atau panas di dada dan mengalami bau mulut yang menetap, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

9. Pola makan yang sangat ketat

Pola makan tertentu juga dapat memengaruhi aroma napas. Salah satunya adalah pola makan yang sangat tinggi protein atau high-protein diet. Ketika tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi dalam kondisi tertentu, maka dapat terbentuk senyawa bernama keton yang memiliki aroma khas dan dapat tercium melalui napas.

Pada anak, perubahan pola makan sebaiknya tidak dilakukan secara ekstrem tanpa pengawasan tenaga kesehatan, terutama jika bertujuan untuk menurunkan berat badan.

10. Makanan dan minuman tertentu

Bawang putih, bawang bombai, serta beberapa makanan dengan aroma kuat dapat membuat napas berbau untuk sementara. Sisa makanan yang menempel di gigi juga dapat menjadi sumber bau jika tidak segera dibersihkan.

Biasanya, bau akan berkurang setelah anak minum air putih, membersihkan gigi dan lidah, serta membersihkan sela-sela gigi.

Baca juga: 7 Makanan dan Minuman yang Ampuh untuk Hilangkan Bau Mulut

Kapan bau mulut pada anak perlu diperiksakan?

Jika bau mulut hanya muncul sesekali, biasanya Moms tidak perlu terlalu khawatir. Namun, jika bau mulut berlangsung terus-menerus meskipun anak sudah menjaga kebersihan mulut dengan baik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi.

Terlebih jika disertai keluhan lain, seperti sakit gigi, gusi bengkak atau berdarah, gigi berlubang, demam, hidung tersumbat berkepanjangan, atau perubahan kondisi kesehatan lainnya.

Pada dasarnya, penyebab bau mulut pada anak bukan sekadar masalah napas kurang segar. Kondisi ini bisa menjadi petunjuk bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan dari kesehatan mulut atau tubuh Si Kecil.

Jadi, kalau suatu hari Moms mencium napas Si Kecil yang kurang sedap, jangan langsung dimarahi, ya. Coba cek dulu kebersihan gigi dan lidahnya, kebiasaan minumnya, serta apakah ada keluhan lain. Kalau baunya menetap, lebih baik diperiksa agar penyebabnya bisa diketahui dengan tepat. (MB/TW/RF/Foto: Open AI)