Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Rasa gatal di area selangkangan saat hamil memang bikin tidak nyaman. Tak sedikit ibu hamil jadi khawatir saat rasa gatal itu menyerang. Apakah kondisi ini biasa terjadi atau justru indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius?
Selama masa kehamilan, tubuh Moms mengalami banyak perubahan. Hormon meningkat, aliran darah bertambah, dan area kewanitaan cenderung lebih lembap dari biasanya. Semua ini bisa memicu rasa gatal yang mengganggu.
Kenapa selangkangan bisa gatal saat hamil?
Banyak yang langsung mengira gatal di selangkangan pasti karena jamur. Padahal, penyebabnya bisa beragam. Memahami akar masalahnya penting supaya penanganannya tepat.
Berikut beberapa penyebab umum selangkangan gatal saat hamil:
- Perubahan hormon: Lonjakan hormon estrogen selama kehamilan mengubah keseimbangan kelembapan dan pH di area kewanitaan, sehingga kulit lebih sensitif dan mudah gatal.
- Peningkatan kelembapan dan keringat: Aliran darah yang bertambah membuat tubuh terasa lebih hangat. Area selangkangan yang tertutup jadi lebih mudah lembap dan berkeringat.
- Peregangan kulit: Seiring bertambahnya berat badan dan ukuran perut, kulit di sekitar paha dan selangkangan meregang. Peregangan ini bisa memicu rasa gatal.
- Gesekan kulit: Paha yang bergesekan saat berjalan, terutama saat berat badan naik, dapat mengiritasi kulit halus di area selangkangan.
- Bahan pakaian: Celana dalam yang terlalu ketat atau berbahan sintetis menahan panas dan kelembapan, memperparah rasa gatal.
Jadi, sebelum menyimpulkan bahwa gatal disebabkan jamur, ada baiknya Moms memperhatikan gejala lain yang menyertainya.
Baca juga: Gatal saat Hamil, Ini Obat Gatal untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif
Infeksi jamur, intertrigo, iritasi gesekan, atau dermatitis: Kenali ciri yang menyertai
Setiap penyebab gatal punya ciri khasnya sendiri. Mengenali perbedaannya bisa membantu Moms memahami apa yang sedang terjadi.
1. Infeksi jamur (kandidiasis)
Kehamilan meningkatkan risiko infeksi jamur karena perubahan hormon dan kadar gula. Ciri-cirinya:
- Gatal yang intens, kadang disertai rasa perih.
- Keputihan kental berwarna putih seperti keju cottage.
- Kemerahan dan bengkak di area kewanitaan.
- Kadang muncul rasa panas saat buang air kecil.
2. Intertrigo
Intertrigo adalah peradangan kulit di area lipatan tubuh akibat kelembapan dan gesekan. Ciri-cirinya:
- Kulit kemerahan di lipatan selangkangan.
- Terasa perih atau panas.
- Kulit bisa terlihat basah atau mengelupas.
- Sering muncul di area yang jarang terkena udara.
3. Iritasi akibat gesekan.
Iritasi ini muncul karena kulit terus bergesekan. Ciri-cirinya:
- Kemerahan di area yang sering bergesekan (biasanya paha bagian dalam).
- Rasa perih atau panas seperti terbakar.
- Kulit terasa kasar atau lecet ringan.
4. Dermatitis kontak
Dermatitis kontak terjadi ketika kulit bereaksi terhadap bahan tertentu, seperti sabun, deterjen, atau pembalut. Ciri-cirinya:
- Gatal disertai ruam merah.
- Kulit terasa kering, bersisik, atau pecah-pecah.
- Muncul di area yang bersentuhan dengan zat pemicu.
Baca juga: Ini Cara Menghilangkan Gatal pada Kemaluan Wanita Secara Alami
Jika gatal disertai keputihan, bau, luka, atau nyeri saat BAK, apa yang perlu diperiksa?
Sebagian besar rasa gatal ringan bisa diatasi di rumah. Namun, ada gejala tertentu yang mengindikasikan Moms perlu segera periksa ke dokter.
Perhatikan tanda-tanda berikut:
- Keputihan tidak normal: Warna kuning kehijauan, berbusa, atau kental seperti keju bisa menandakan infeksi.
- Bau yang tidak biasa: Aroma amis atau menyengat sering dikaitkan dengan infeksi bakteri (bacterial vaginosis).
- Luka atau lepuh: Munculnya luka, lecet, atau lepuh perlu diperiksa untuk memastikan bukan infeksi menular seksual.
- Nyeri atau perih saat buang air kecil: Ini bisa menjadi gejala infeksi saluran kemih atau infeksi jamur yang perlu ditangani.
- Gatal yang tidak kunjung reda: Kalau gatal bertahan meski sudah menjaga kebersihan, sebaiknya konsultasikan.
Beberapa infeksi, jika dibiarkan, bisa memengaruhi kehamilan. Dokter dapat memberikan penanganan yang aman untuk Moms dan janin, termasuk obat yang khusus diresepkan untuk ibu hamil. Jadi, jangan menunda atau mengobati sendiri tanpa anjuran, ya.
Cara aman mengurangi lembap dan gesekan di area selangkangan saat hamil
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa Moms lakukan di rumah untuk meredakan gatal. Berikut beberapa tips yang bisa Anda coba:
- Pilih pakaian dalam berbahan katun: Katun menyerap keringat dan memungkinkan kulit bernapas, sehingga area kewanitaan tetap kering.
- Hindari pakaian ketat: Pilih celana dan pakaian dalam yang longgar untuk mengurangi gesekan dan panas.
- Jaga kebersihan dan keringkan dengan lembut: Setelah mandi atau buang air, keringkan area selangkangan dengan menepuk-nepuk lembut menggunakan handuk bersih. Hindari menggosok.
- Gunakan sabun lembut: Pilih sabun tanpa pewangi dan bahan keras yang bisa mengiritasi kulit sensitif. Hindari douching atau membersihkan bagian dalam vagina.
- Ganti pakaian dalam secara rutin: Terutama jika Moms mudah berkeringat atau setelah beraktivitas.
- Jaga berat badan tetap sehat: Kenaikan berat badan sesuai anjuran dokter membantu mengurangi gesekan berlebih.
- Tetap terhidrasi: Minum cukup air membantu menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.
Selangkangan gatal saat hamil memang mengganggu, tetapi sebagian besar penyebabnya tidak berbahaya dan bisa diatasi. Yang terpenting adalah mengenali gejalanya, menjaga area tetap kering dan bersih, serta tidak ragu memeriksakan diri bila muncul tanda-tanda yang mencurigakan. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)