Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menidurkan bayi yang rewel di tengah malam bisa menguji kesabaran siapa pun. Banyak orang tua di Indonesia kemudian kembali pada cara yang diwariskan turun-temurun: melantunkan selawat sebagai pengantar tidur. Selain menjadi doa dan pengingat kepada Nabi Muhammad SAW, lantunan selawat juga berfungsi seperti ninabobo, suara lembut yang familiar bagi bayi sejak masih di dalam kandungan.
Artikel ini mengajak Moms untuk mengenal makna selawat pengantar tidur bayi dalam tradisi Islam, kumpulan lirik selawat lengkap dengan artinya, serta cara melantunkannya agar bayi lebih cepat tenang.
Makna selawat sebagai pengantar tidur bayi dalam tradisi Islam
Selawat adalah bentuk doa dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang dalam ajaran Islam memiliki keutamaan besar. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah bersabda, "Siapa saja yang berselawat kepadaku sekali, niscaya Allah berselawat kepadanya sepuluh kali." Hadis ini menjadi dasar mengapa banyak keluarga Muslim menjadikan selawat sebagai bagian dari rutinitas harian, termasuk saat menidurkan bayi.
Perlu dipahami, selawat pengantar tidur bayi bukanlah amalan yang disebutkan secara khusus dalam dalil tertentu untuk tujuan menidurkan anak. Praktik ini lebih merupakan tradisi keluarga yang berkembang secara turun-temurun, di mana orang tua memilih melantunkan selawat—alih-alih lagu lain—sebagai wujud mengenalkan nilai-nilai keislaman sejak dini sekaligus menenangkan bayi melalui suara yang lembut dan berirama.
Baca juga: Kumpulan Doa untuk Anak Saleh: Panduan Lengkap Orang Tua
Kumpulan selawat pengantar tidur bayi dan artinya
Berikut ini beberapa selawat yang kerap dipilih keluarga Muslim di Indonesia sebagai pengantar tidur bayi, lengkap dengan lirik dan artinya.
Selawat Nariyah
Allahumma shalli shalatan kamilatan wa sallim salaman tamman 'ala sayyidina Muhammadin alladzi tanhallu bihil 'uqadu wa tanfariju bihil kurabu wa tuqdha bihil hawa'iju wa tunalu bihir raghaibu wa husnul khawatim wa yustasqal ghamamu biwajhihil karim wa 'ala alihi wa shahbihi fi kulli lamhatin wa nafasin bi'adadi kulli ma'lumin laka.
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah selawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau segala kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dilenyapkan, segala keperluan terpenuhi, serta segala yang didambakan dan husnul khatimah dapat diraih; semoga dengan keagungan wajah beliau, hujan pun turun, dan semoga berkatnya tercurah kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas, sebanyak bilangan segala yang Engkau ketahui.
Selawat Badar
Shalaatullaah salaamullaah 'alaa Thaaha Rasuulillaah.
Artinya: Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi Thaaha utusan Allah.
Bait lanjutannya:
Shalaatullaah salaamullaah 'alaa Yaa Siin Habiibillaah.
Artinya: Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi Yasin kekasih Allah.
Selawat Jibril
Shallallahu 'ala Muhammad.
Artinya: Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad.
Selawat Jibril yang singkat dan repetitif ini sering menjadi favorit untuk dilantunkan berulang-ulang menjelang tidur, karena mudah diingat dan diulang tanpa jeda panjang.
Baca juga: 30 Kata-Kata Doa Ibu untuk Anaknya yang Penuh Cinta dan Harapan
Selawat Nariyah, Badar, atau Jibril: mana yang cocok untuk bayi rewel?
Setiap selawat memiliki karakter yang berbeda, sehingga pemilihannya bisa disesuaikan dengan kondisi bayi.
Pilih Selawat Jibril jika bayi sedang sangat rewel dan membutuhkan pengulangan sederhana yang menenangkan. Lafaznya pendek, sehingga mudah dilantunkan berkali-kali dengan nada lembut tanpa membuat Moms kehabisan napas.
Pilih Selawat Nariyah jika Moms ingin melantunkan doa yang lebih panjang sambil menggendong atau mengayun bayi perlahan.
Pilih Selawat Badar jika Moms terbiasa dengan nada yang sudah familiar, misalnya dari acara Maulid Nabi, karena iramanya cenderung mudah dinyanyikan dengan tempo lambat. Namun perlu diingat, syair Badar relatif panjang, sehingga untuk bayi lebih cocok dilantunkan pelan-pelan atau cukup bait pembukanya saja.
Tidak ada selawat yang "lebih sah" untuk menidurkan bayi dibandingkan yang lain. Yang terpenting adalah kenyamanan Moms dalam melantunkannya dan respons bayi terhadap nada serta ritme yang diberikan.
Cara melantunkan selawat agar bayi cepat tenang dan tidur nyenyak
Melantunkan selawat akan lebih efektif jika dipadukan dengan rutinitas tidur yang konsisten. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, rutinitas seperti memandikan bayi, mengenakan baju tidur yang nyaman, lalu meninabobokannya setiap sore dapat membantu bayi mengenali waktu tidur. IDAI juga menyarankan agar ruangan dibuat hangat dan tenang, tidak berada di ruang ramai, serta pencahayaan dibuat agak redup.
Beberapa langkah praktis yang bisa Moms terapkan:
- Ciptakan suasana tenang terlebih dahulu. Redupkan lampu kamar dan pastikan ruangan nyaman sebelum mulai melantunkan selawat.
- Gunakan nada pelan dan konsisten. IDAI mencatat bahwa bayi akan merasa aman dan nyaman bila mendengarkan suara ibunya bersenandung atau mendengarkan musik yang menenangkan—prinsip yang sama berlaku saat melantunkan selawat.
- Ulangi dengan ritme yang sama setiap malam. Pengulangan membantu bayi mengasosiasikan lantunan selawat dengan waktu tidur.
- Padukan dengan sentuhan lembut. IDAI juga menyebutkan bahwa pijatan lembut membuat bayi tertidur lebih singkat dan lebih lelap, sehingga bisa dilakukan bersamaan dengan senandung selawat.
- Tetap perhatikan keamanan tidur bayi. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar bayi ditidurkan dalam posisi telentang di permukaan yang datar dan keras untuk mengurangi risiko gangguan tidur serius.
Manfaat rutin berselawat menjelang tidur bagi bayi dan ibu
Manfaat utama dari kebiasaan berselawat menjelang tidur bersifat spiritual dan emosional. Bagi bayi, mendengar suara ibu bersenandung, baik berupa selawat maupun lagu lain—termasuk bentuk interaksi yang menenangkan.
Bagi ibu sendiri, melantunkan selawat setiap malam bisa menjadi momen refleksi dan ketenangan batin di tengah rutinitas mengasuh yang melelahkan. Momen ini juga menjadi cara sederhana untuk mewariskan nilai spiritual kepada anak sejak dini, sekaligus memperkuat ikatan batin antara ibu dan bayi melalui suara yang familiar dan penuh kasih sayang.
Selawat pengantar tidur bayi adalah perpaduan indah antara nilai spiritual dan kehangatan suara ibu yang menenangkan. Yang terpenting adalah konsistensi dan kenyamanan saat melantunkannya setiap malam. Padukan kebiasaan ini dengan rutinitas tidur yang aman, lalu jadikan sebagai momen kebersamaan yang hangat antara Anda dan Si Kecil. (MB/SW/RF/Foto: Magnific)