BABY

Mata Cekung pada Bayi, Apakah Berbahaya? Kenali Penyebab dan Tandanya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms mungkin merasa khawatir ketika melihat mata Si Kecil tampak lebih cekung dari biasanya. Perubahan ini bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari bentuk alami wajah hingga dehidrasi yang perlu mendapatkan perhatian. Lantas, apa penyebab mata cekung pada bayi dan bagaimana cara mengatasinya?

Mata cekung pada bayi, apa artinya?

Mata cekung adalah kondisi ketika area di sekitar mata terlihat lebih masuk ke dalam dibandingkan biasanya. Pada bayi, perubahan ini bisa terlihat pada bagian bawah mata atau area rongga mata secara keseluruhan.

Mata cekung tidak selalu menandakan masalah kesehatan. Bentuk wajah setiap bayi berbeda, sehingga ada bayi yang secara alami memiliki area mata yang terlihat lebih dalam. Namun, jika mata Si Kecil tiba-tiba tampak lebih cekung, Moms perlu memperhatikan apakah ada perubahan lain pada kondisinya.

Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah dehidrasi, yaitu kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Dehidrasi dapat terjadi saat bayi mengalami diare, muntah, demam, atau kurang mendapatkan ASI. Karena itu, Moms sebaiknya tidak hanya memerhatikan penampilan mata Si Kecil, tetapi juga pola menyusu, jumlah popok basah, dan tingkat aktivitasnya.

Penyebab mata cekung pada bayi

Ada beberapa faktor yang dapat membuat mata bayi terlihat cekung. Mengenali penyebab dan gejala yang menyertainya dapat membantu Moms menentukan langkah selanjutnya.

1. Dehidrasi

Dehidrasi menjadi salah satu penyebab penting yang perlu diperhatikan ketika mata bayi terlihat cekung. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kehilangan cairan lebih banyak daripada yang didapatkan.

2. Asupan ASI berkurang

Ketika sedang sakit atau merasa tidak nyaman, bayi mungkin menyusu lebih sedikit dari biasanya. Jika kondisi ini berlangsung dan kebutuhan cairannya tidak terpenuhi, risiko dehidrasi pun meningkat.

3. Muntah, diare, atau demam

Muntah dan diare dapat menyebabkan tubuh bayi kehilangan banyak cairan. Sementara itu, demam dapat meningkatkan kebutuhan cairan tubuh. Jika cairan yang hilang tidak tergantikan dengan cukup, bayi berisiko mengalami dehidrasi.

4. Bentuk alami wajah

Sebagian bayi memiliki struktur wajah dan area mata yang secara alami terlihat lebih dalam. Jika bentuk mata tersebut sudah terlihat sejak lama dan tidak disertai keluhan lain, penyebabnya belum tentu berkaitan dengan masalah kesehatan.

Mata cekung karena dehidrasi atau genetik?

Moms bisa memerhatikan kapan mata Si Kecil mulai terlihat cekung dan apakah ada perubahan lain yang menyertainya. Namun, penampilan mata saja tidak cukup untuk memastikan penyebabnya.

Perbandingan ini hanya menjadi panduan awal, bukan alat diagnosis. Bentuk mata alami juga tidak bisa langsung disebut sebagai faktor genetik tanpa pemeriksaan, sedangkan dehidrasi perlu dinilai berdasarkan keseluruhan gejala dan kondisi bayi. Jika Moms melihat perubahan pada mata yang disertai tanda kekurangan cairan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Cara mengatasi mata cekung pada bayi

1. Tetap berikan ASI

Jika bayi masih mampu menyusu, tetap tawarkan ASI sesuai kebutuhannya. Jika Si Kecil mengalami muntah, pemberian dalam jumlah lebih kecil dan lebih sering mungkin lebih mudah diterima.

2. Pantau jumlah popok basah

Perhatikan apakah jumlah popok basah berkurang dibandingkan biasanya. Moms juga bisa mengamati warna urine dan mencatat perubahan pola menyusu, muntah, atau diare. Informasi ini dapat membantu dokter menilai kondisi Si Kecil jika diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

3. Amati kondisi bayi

Pastikan Moms juga memerhatikan apakah bayi masih responsif, menyusu dengan baik, dan beraktivitas seperti biasanya. Jika Si Kecil terlihat semakin lemas, sulit dibangunkan, atau tidak merespons seperti biasanya, segera cari pertolongan medis.

4. Hindari memberikan cairan sembarangan

Bayi memiliki kebutuhan cairan yang berbeda sesuai usia. Untuk bayi berusia di bawah enam bulan, ASI atau susu formula merupakan sumber cairan utama dalam kondisi normal. Jangan memberikan air putih atau obat tanpa arahan tenaga kesehatan.

Tanda dehidrasi pada bayi yang perlu diwaspadai

1. Popok basah lebih sedikit dari biasanya

Frekuensi buang air kecil yang berkurang bisa menjadi tanda tubuh bayi kekurangan cairan. Perhatikan jika popok Si Kecil lebih jarang basah dibandingkan biasanya. Jika jumlah urine terus menurun, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

2. Mulut dan bibir kering

Dehidrasi dapat membuat mulut dan bibir bayi terlihat kering. Kondisi ini perlu diperhatikan, terutama jika disertai penurunan frekuensi menyusu. Moms juga bisa mengamati apakah bagian dalam mulut Si Kecil tampak lebih kering dari biasanya.

3. Air mata berkurang saat menangis

Bayi yang mengalami dehidrasi bisa mengeluarkan lebih sedikit air mata saat menangis. Jika disertai mata cekung dan popok yang lebih jarang basah, kondisi ini perlu diwaspadai. Perhatikan juga apakah Si Kecil menunjukkan perubahan lain pada pola menyusu atau aktivitasnya.

4. Menyusu lebih sedikit

Bayi mungkin menolak menyusu atau minum ASI maupun susu formula lebih sedikit dari biasanya. Jika asupan terus berkurang, risiko dehidrasi dapat meningkat. Moms perlu lebih waspada jika Si Kecil kesulitan menyusu atau terus menolak minum meski sudah ditawarkan.

5. Lebih rewel atau lemas

Perubahan perilaku, seperti lebih mudah rewel, kurang aktif, atau tampak lemas, bisa menjadi tanda Si Kecil sedang tidak sehat. Jika bayi sangat lemas atau sulit dibangunkan, segera cari pertolongan medis. Kondisi ini perlu diperhatikan terutama jika muncul bersamaan dengan muntah, diare, atau demam.

6. Ubun-ubun tampak cekung

Bagian lunak di atas kepala bayi yang terlihat lebih masuk ke dalam dapat menjadi salah satu tanda dehidrasi. Jika perubahan ini disertai gejala lain, segera periksakan Si Kecil ke dokter. Moms sebaiknya tidak menunggu hingga bayi menunjukkan tanda dehidrasi yang lebih berat untuk mencari pertolongan.

Kapan harus ke dokter?

Moms perlu segera membawa Si Kecil ke dokter jika mata cekung disertai popok yang jauh lebih jarang basah, bayi terus muntah atau mengalami diare, maupun asupan ASI menurun drastis.

Jika bayi sangat lemas, sulit dibangunkan, tidak merespons seperti biasanya, atau mengalami kesulitan bernapas, segera bawa ke instalasi gawat darurat. Jangan menunggu hingga semua tanda muncul karena dehidrasi pada bayi dapat memburuk dengan cepat.

Bayi baru lahir dan bayi berusia sangat muda memerlukan perhatian lebih karena lebih rentan mengalami dehidrasi. Jika Moms melihat perubahan kondisi yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera menghubungi dokter meskipun gejalanya belum terlihat berat.

Moms bisa memantau kondisi Si Kecil dengan memerhatikan jumlah popok basah, pola menyusu, kelembapan mulut, dan tingkat aktivitasnya. Jika mata cekung pada bayi disertai tanda dehidrasi atau perubahan perilaku, segera konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan Si Kecil mendapatkan penanganan yang tepat.(MB/RF/RA/Foto: Magnific)