Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Makanan pendamping ASI (MPASI) memang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang bayi setelah ia melewati usia 6 bulan dan sudah lulus ASI eksklusif, Moms. Pasalnya, kebutuhan nutrisi Si Kecil sudah lebih besar dan sulit dicukupkan hanya dari ASI. Namun, pemberian MPASI pun harus disesuaikan dengan pertambahan usia bayi Anda.
Salah satu jenis MPASI yang perlu dikenalkan pada Si Kecil adalah jenis makanan laut (seafood). Seafood kaya protein, omega-3 (penting untuk otak), zat besi, vitamin, dan mineral untuk tumbuh kembang bayi.
Namun, meski terbukti memiliki nilai protein yang baik dan mengandung nutrisi lainnya, seafood bisa menimbulkan reaksi alergi pada bayi, dengan gejala-gejala seperti gatal-gatal, ruam merah, sampai asma yang sangat mengganggu pernapasan Si Kecil. Agar hal ini tak terjadi, Anda perlu memahami saat yang tepat dalam memberikan seafood pada bayi, seperti berikut ini, Moms.
Baca juga: 5 Ide Menu MPASI Lezat dan Menyehatkan untuk Bayi 11 Bulan
Kapan boleh memberikan MPASI seafood pada anak?
Seafood (terutama ikan) bisa diperkenalkan saat awal MPASI usia 6 bulan sebagai sumber protein hewani. Namun, jenis seafood lainnya, seperti kerang, udang, atau kepiting, lebih aman setelah bayi berusia 1 tahun karena risiko alerginya lebih tinggi, atau bahkan ditunda jika ada riwayat alergi keluarga. Penting untuk diingat, selalu mulai dengan memberikan MPASI seafood dalam porsi kecil sambil memantau reaksi alergi serta pastikan seafood dimasak hingga matang sempurna.
Jenis seafood yang bisa diberikan kepada bayi
1. Udang
Udang mengandung banyak vitamin seperti vitamin A, B6, B12, C, D. Kandungan kalsium, zat besi dan mineral lainnya juga cukup tinggi. Agar aman, Moms bisa mulai memberikannya sebagai MPASI pada saat bayi sudah berusia 1 tahun.
2. Kerang
Seafood yang satu ini memang sering disangka tidak baik karena diduga mengandung merkuri yang berbahaya untuk tubuh. Namun, Moms bisa memilih kerang yang aman dengan kandungan protein yang sangat baik untuk kebutuhan anak, terutama ketika Si Kecil sudah memasuki usia 1 tahun ke atas.
3. Cumi
Hewan yang ketika diolah memiliki tekstur kenyal ini mengandung omega-3 yang sangat dibutuhkan otak selama masa tumbuh kembang anak. Agar mudah dicerna dan dikunyah oleh anak usia 1 tahun, potong cumi dalam ukuran kecil-kecil sebelum diolah.
4. Ikan laut
Ikan laut sangat baik untuk pertumbuhan Si Kecil, karena kandungan protein, vitamin dan mineral, serta omega-3, khususnya pada ikan salmon, sangat penting diberikan pada anak. Anda sudah bisa memberikannya sejak usia anak 6 bulan. Namun, hindari memberikan ikan mentah (sashimi) karena adanya risiko kontaminasi bakteri yang bisa berbahaya buat bayi.
Baca juga: 10 Ikan Lokal yang Punya Nilai Gizi Tinggi untuk MPASI
5. Kepiting
Meski punya kulit keras, daging kepiting sangat lembut dan manis ketika masih segar dan langsung diolah. Mengonsumsi daging kepiting juga bisa membantu menjaga kekebalan tubuh anak. Namun, berikan daging kepiting saat Si Kecil sudah berusia 1 tahun dan jangan terlalu banyak agar tak memicu kolesterol ya, Moms.
6. Lobster
Serupa tapi tak sama, itulah udang dan lobster. Jika udang berukuran kecil, lobster memiliki bentuk lebih besar dan punya cangkang layaknya kepiting. Lobster bisa diolah menjadi bubur atau sup untuk mendukung pertumbuhan otak Si Kecil. Berikan lobster saat ia sudah berusia 1 tahun.
7. Ikan teri
Ikan teri sangat baik untuk menjaga kekebalan tubuh anak, karena mengandung vitamin B1 dan B12. Salah satu menu yang bisa dicampurkan dengan ikan teri adalah bubur manado. Anda bisa memberikan menu MPASI ikan teri kepada bayi sejak usia 6 bulan, tetapi harus diolah dengan benar dan aman untuk Si Kecil.
8. Teripang
Walaupun tergolong jarang dikonsumsi, teripang atau sea cucumber juga bisa diolah, salah satunya sebagai tumisan untuk anak. Berikan teripang setelah usia Si Kecil 1 tahun ke atas. Teripang sendiri mampu menjaga sistem kardiovaskular, mengobati sakit maag, dan baik untuk kesehatan paru-paru anak.
Itulah penjelasan mengenai kapan boleh memberikan MPASI seafood pada anak. Mulailah memberikan sedikit dulu dan amati reaksi seperti ruam, gatal, atau sesak napas. Segera konsultasi dengan dokter jika ada gejala. (MB/Vonia Lucky/SW/Foto: Freepik)
