Type Keyword(s) to Search
BABY

Ini Dia Sebabnya Bayi Suka Menendang saat Tidur!

Ini Dia Sebabnya Bayi Suka Menendang saat Tidur!

Moms, pernahkah Anda mendapati Si Kecil tidur sambil menendang-nendang? Bila pernah, mungkin Anda juga sempat bertanya-tanya apakah hal tersebut normal? Karena sebagai orang tua tentu Anda ingin memastikan perkembangannya dapat berjalan dengan optimal. Namun, Anda tak perlu khawatir, Moms, karena kondisi ini umum terjadi pada bayi dan sering disebut dengan istilah benign neonatal sleep myoclonus (BNSM). Apa itu? Simak penjelasannya berikut ini ya, Moms.

Baca juga: Kenapa Bayi Tidak Boleh Pakai Selimut saat Tidur?

Benign neonatal sleep myoclonus

Pertama kali dideskripsikan pada tahun 1982, BNSM merupakan sebuah gangguan yang sering disalahartikan sebagai kejang atau epilepsi pada bayi. Karakter khas gangguan ini adalah gerakan bergetar layaknya tersetrum yang secara eksklusif terjadi saat tidur. Hal ini terjadi tanpa kendali Si Kecil, karena merupakan dorongan saraf mendadak.

BNSM tak hanya menyebabkan kaki saja yang dapat bergerak seakan menendang, tapi juga tangan, bokong, bahkan seluruh tubuh. Tubuh yang sedang "tersetrum" dapat terlihat seperti sedang bergetar, sehingga banyak kasus BNSM yang disalahartikan sebagai kejang. Periode getaran bisa terjadi berbeda-beda, mulai dari 2-3 detik hingga beberapa menit.

Tak perlu khawatir, Moms, karena BNSM merupakan kondisi saraf yang terhitung umum. Kondisi ini umum terjadi sejak bayi berumur sehari hingga setahun. Namun ada pula penelitian yang menemukan kasus ini baru berhenti setelah anak berusia 3 tahun. Biasanya, BNSM akan hilang setelah beberapa minggu, dan banyak kasus yang membuktikan bahwa kondisi ini akan mereda setelah bayi berusia 3 bulan. Ini bertepatan dengan perubahan pola tidur Si Kecil.

Baca juga: Moms, Ini Bisa Jadi Penyebab Bayi Gelisah saat Tidur di Malam Hari

Selama 12 minggu pertama, pola tidur bayi akan berangsur-angsur berubah dari fase REM (rapid eye movement) menjadi fase non-REM. Dan fase tidur REM akan terus menurun hingga ia berusia 6 bulan. Maka dari itu, BNSM juga baru bisa benar-benar berhenti saat ia menginjak usia 6 bulan.

BNSM dapat terjadi akibat rangsangan suara yang berulang, perubahan cahaya, dan gerakan saat menggendong, terutama bila arah gerakan dari kepala ke kaki.

Sejauh ini BNSM tidak berkaitan dengan gangguan sistem saraf lain. Biasanya, kondisi ini tidak memerlukan perawatan khusus, karena akan langsung berhenti ketika Si Kecil bangun. Pemberian medikasi seperti obat antikonvulsan, yakni obat untuk mencegah atau mengatasi kejang, terbukti tidak membuahkan hasil. Bahkan obat ini bisa berbahaya buat bayi.

Namun, jika Moms ingin membangunkan Si Kecil yang terlihat sedang BNSM, ingatlah untuk tidak menggoyangkan tubuhnya dengan keras. Cukup sentuh dengan lembut atau mengganti popoknya. (M&B/Gabriela Agmassini/SW/Foto: Freepik)