Type Keyword(s) to Search
KID

Moms, Ini Cara Mempersiapkan Anak Hadapi Menstruasi Pertama

Moms, Ini Cara Mempersiapkan Anak Hadapi Menstruasi Pertama

"Mama, darah apa ini?", tanya anak perempuan Anda sambil menangis karena kaget melihat bercak darah di celana dalamnya.

Ya Moms, bagi wanita dewasa, menstruasi yang datang setiap bulan tentunya sudah menjadi hal biasa. Namun, coba deh, Moms ingat-ingat lagi, bagaimana perasaan Anda saat mengalami menstruasi untuk pertama kalinya? Pastinya campur aduk, ya. Nah, hal ini bisa jadi juga akan dialami anak perempuan Anda yang suatu saat akan mengalami menstruasi. Hal ini mungkin saja akan membuatnya kaget, merasa takut, dan tak nyaman.

Melansir situs Hello Sehat, menstruasi sendiri biasanya terjadi pertama kali saat perempuan menginjak usia 11-14 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan menstruasi dapat terjadi lebih awal saat usia 9 tahun, atau lebih lambat sampai berusia 15 tahun.

Kapan pun waktunya anak mengalaminya, alangkah baiknya jika Moms sudah mempersiapkannya sejak dini. Semua hal ini sangat penting untuk Anda lakukan agar anak mendapatkan informasi yang tepat, karena jika ia salah mencerna informasi, bisa jadi hal tersebut akan mengubah cara pandangnya mengenai menstruasi dan juga tubuhnya secara keseluruhan.

Lalu, bagaimana agar anak nantinya akan mengalami haid pertama dengan nyaman dan tenang? Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini, Moms.

1. Waktu tepat melakukan percakapan

Anak-anak bisa membentuk pespektif akan suatu hal dengan cepat, karena itu penjelasan dan edukasi dari orang tua sangatlah penting untuk mencegah kesalahan informasi yang akan mereka dapat. Selain itu, semakin awal Moms memperkenalkan topik ini kepada anak Anda, ia bisa memiliki kesempatan untuk menyiapkan diri lebih baik dan menggali informasi lebih banyak lagi. Moms bisa mulai membicarakannya bersama putri kecil Anda saat ia memasuki usia 9 atau 10 tahun, sebelum ia mengalami haid pertamanya.

2. Informasi yang tepat

Hal paling awal yang bisa Moms jelaskan adalah mengenai menstruasi itu sendiri. Katakan pada anak bahwa hal ini adalah normal dan setiap perempuan pasti akan mengalaminya. Moms bisa jelaskan juga bahwa saat perempuan mengalami menstruasi, itu berarti organ reproduksinya juga sudah siap untuk bisa hamil dan melahirkan. Selain itu, jelaskan juga padanya mengenai siklus menstruasi dan perubahan-perubahan apa yang bisa terjadi sebelum dan saat menstruasi (seperti mood swing, payudara membengkak, pegal-pegal, dan sebagainya).

3. Jelaskan secara bertahap

Anak bisa kewalahan lho Moms, jika Anda memberikan semua informasi mengenai menstruasi ini dalam satu diskusi sekaligus. Agar ia bisa memahaminya dengan baik dan tak bingung, lakukan obrolan pada waktu-waktu santai dan bertahap. Sesuaikan juga bahan diskusi dengan usia dan pengetahuan anak. Seiring dengan usianya yang bertambah, barulah Moms bisa memasukkan bahan diskusi seputar menstruasi secara lebih spesifik.

4. Jangan malu menjawab pertanyaan anak

Saat Si Kecil yang masih berusia 3-6 tahun menemukan pembalut dan bertanya kepada Anda apakah itu, jawablah dengan informasi sederhana yang bisa dipahaminya, tanpa menjelaskan secara detail mengenai siklus menstruasi atau organ reproduksi, misalnya.

Namun, apabila gadis kecil Anda yang bertanya mengenai menstruasi sudah berusia setidaknya 8 tahun, ia akan lebih dapat mencerna informasi dengan baik. Jangan ragu juga untuk menjawab "Mama kurang tahu, mama cari tahu dulu, ya", saat Anda bingung menjawab pertanyaannya. Hindari mengarang jawaban atau menakut-nakuti anak ya, Moms.

5. Beri anak kesempatan bicara

Bingung memulainya dari mana? Moms bisa lebih dahulu memberikan kesempatan pada anak untuk berbicara. Tanyakan padanya mengenai apa dan sejauh mana ia mengetahui soal pubertas atau menstruasi. Dari situ, Moms bisa menggali informasi apa yang sebenarnya ia butuhkan mengenai menstruasi. Lakukan saat santai dengan nada suara yang lembut agar anak merasa nyaman berbicara ya, Moms.

6. Berbagi pengalaman

Anak (bahkan orang dewasa sekalipun) cenderung mudah membuka diri dan nyaman bercerita apabila ia memiliki teman bicara yang "senasib sepenanggungan". Moms bisa berbagi pengalaman Anda saat menstruasi pertama (sekaligus yang paling memalukan!), kekhawatiran Moms dahulu, dan bagaimana cara Anda mengatasinya. Dengan berbagi, tentunya tak hanya anak bisa mendapat tambahan informasi, ia juga akan merasa lebih nyaman untuk bercerita dan bertanya.

7. Belajar bersama

Agar diskusi lebih menyenangkan, Moms juga bisa ajak anak untuk menonton video atau membaca buku atau literatur mengenai menstruasi, pubertas, juga organ reproduksi bersama-sama. Tak hanya bisa menambah pengetahuan, ini juga bisa menjadi bonding moment yang bermanfaat untuk Anda berdua.

8. Memilih pembalut

Ini bisa dilakukan saat anak sudah menunjukkan ciri-ciri ia akan segera mengalami menstruasi pertama (biasanya anak akan mengeluarkan cairan bening hingga putih 6 bulan sebelum menstruasi pertama, terjadi perubahan pada puting dan payudara, tumbuh rambut kemaluan, serta perubahan bentuk tubuh) atau saat ia sedang mengalaminya ya, Moms.

Ajak anak untuk berbelanja pembalut dan jelaskan padanya pembalut seperti apa yang tepat dan paling sesuai untuknya. Ajarkan ia juga cara menggunakannya dengan tepat agar tidak bocor, juga cara membuang pembalut yang benar ya, Moms. (M&B/Nanda Djohan/SW/Foto: Freepik)


Read Next

More Fromkid