Type Keyword(s) to Search
TODDLER

7 Kalimat yang Seharusnya Tidak diucapkan saat Anak Makan

7 Kalimat yang Seharusnya Tidak diucapkan saat Anak Makan

Sebagai orang tua, tentunya Moms ingin anak selalu makan makanan yang bergizi. Tak heran jika Anda mungkin memperkenalkan berbagai macam makanan pada Si Kecil agar ia bisa mengembangkan seleranya terhadap segala jenis makanan. Tak hanya itu, terkadang mungkin Moms juga berusaha membujuk Si Kecil dengan kata-kata Anda agar ia makan dengan lahap makanan yang Anda sajikan.

Semua hal tersebut Anda lakukan agar Si Kecil tumbuh optimal menjadi anak yang sehat. Tetapi, tahukah Anda Moms, bahwa yang terpenting bukan hanya soal jenis makanan yang Anda sajikan kepada anak, tetapi segala kalimat yang Anda lontarkan saat Si Kecil makan juga akan memengaruhinya. Dilansir dari laman Times of India, para dokter dan ahli mengatakan bahwa apa yang Anda ucapkan pada waktu makan akan berpengaruh besar pada pertumbuhan anak Anda.

Tentunya Moms tidak ingin menyampaikan pesan yang salah sehingga membuat Si Kecil malah mengonsumsi makanan yang tak bergizi. Karena itu, Anda perlu tahu beberapa kalimat berikut ini yang seharusnya tak Anda ucapkan saat Si Kecil makan.

1. "Duh, kamu kenapa pilih-pilih, sih?"

Wajar bila anak-anak cukup pemilih soal makanan. Namun melabeli Si Kecil dengan istilah si pemilih saat makan adalah hal yang kurang tepat. Hal ini justru dikhawatirkan hanya akan membuatnya jadi enggan mencoba hal-hal baru, karena ia akan berasumsi bahwa ia tidak akan menyukainya makanan yang disajikan.

2. "Dua suap lagi ya, Nak."

Meski Si Kecil terlihat tidak terlalu banyak memakan sajian makan malamnya, cobalah untuk tidak memaksanya makan lebih banyak. Memaksa anak untuk makan lebih banyak adalah hal yang tidak baik dan tidak produktif. Jika Si Kecil lapar, tentu ia akan memakan makanannya secara otomatis. Biarkan anak Anda memutuskan seberapa banyak ia ingin makan. Dengan cara ini ia akan belajar bagaimana mengelola rasa lapar secara efektif.

3. "Kamu enggak bakalan suka, deh!"

Moms mungkin tahu bahwa Si Kecil tidak suka wortel. Namun saat ia meminta untuk makan makanan yang ada wortel di dalamnya, biarkan ia memakannya. Jangan menyurutkan keinginan Si Kecil untuk mencoba segala makanan dan biarkanlah ia membuat pilihan sendiri atas apa yang ingin ia makan. Karena pada dasarnya, jika Si Kecil tidak menyukainya, ia tidak akan memakannya lagi di kemudian hari.

4. "Cobain, yuk! Ini enak, lho!"

Di sisi lain, jangan pernah memaksa Si Kecil untuk makan makanan yang tak ia suka. Mungkin saja Anda berhasil membujuknya mencicipi sepotong atau sesuap saja, tetapi jangan memaksanya karena hal tersebut dikhawatirkan justru akan menjadi bumerang. Pemaksaan ini bahkan dapat menimbulkan ketegangan di meja makan dan tentunya Moms tidak ingin hal seperti ini terjadi, kan?

5. "Adik makannya habis. Pintar, deh!"

Saat Si Kecil berhasil menghabiskan makanannya, wajar bila Moms lantas memujinya. Namun, hal ini justru mengajarkan kepada Si Kecil bahwa jumlah atau porsi makanan lebih penting daripada nafsu makannya. Nantinya dikhawatirkan Si Kecil akan selalu berusaha untuk menghabiskan makanannya meskipun ia tidak mau. Karena itu, sebaiknya ajari anak untuk lebih "mendengarkan" perutnya.

6. "Tuh, lihat. Kakak makannya habis, lho!"

Membandingkan anak Anda dengan saudara kandungnya adalah hal yang tidak baik. Ini bisa membuat Si Kecil mungkin mulai merasa rendah diri dengan saudara kandungnya, yang pada akhirnya bukan tidak mungkin menyebabkan ketegangan di antara mereka berdua.

7. "Kamu boleh makan dessert kalau sayuran di piringmu habis, ya."

Saat Moms melontarkan kalimat tersebut, Anda seakan memberi label bahwa sayuran yang merupakan makanan sehat adalah makanan yang menjijikkan dan kurang diminati dibandingkan dengan makanan penutup atau dessert. Meskipun anak-anak menyukai dessert, memberi status spesial pada dessert adalah hal yang kurang baik.

Seharusnya, tidak ada makanan yang harus disajikan sebagai hadiah (reward) maupun hukuman. Jika Moms memang menyajikan makanan penutup setelah makan malam, maka semua anggota keluarga Anda harus mendapatkannya, terlepas dari seberapa banyak sayuran yang dimakan saat makan malam tersebut. Jika Si Kecil menuntut untuk hanya makan dessert saja, maka Moms bisa membatasi asupan dessert-nya.

Nah, Moms, apakah Anda pernah melontarkan kalimat tersebut saat Si Kecil tengah makan? (M&B/Vonda Nabilla/SW/Foto: Freepik)


Read Next

More Fromtoddler