Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

6 Bahaya yang Mengintai saat Berat Badan Ibu Hamil Rendah

6 Bahaya yang Mengintai saat Berat Badan Ibu Hamil Rendah

Bukan hanya berat badan janin yang harus mendapat perhatian selama masa kehamilan, berat badan ibu hamil juga penting. Sama seperti Si Kecil dalam kandungan, berat badan bumil juga harus terus bertambah. Ya, bumil tetap perlu mengalami kenaikan berat badan, tapi kenaikannya tidak berlebihan, harus secara berkala dan sesuai dengan anjuran dokter.

Lalu, bagaimana jika bumil memiliki berat badan yang rendah atau kenaikan berat badannya tidak sesuai dengan anjuran dokter? Waspadai beberapa risiko yang bisa dialami berikut ini, Moms!

Baca juga: 7 Cara Mudah Menaikkan Berat Badan Janin di Trimester 3

1. Malnutrisi

Jika kenaikan berat badan bumil tidak sesuai dengan anjuran dokter (atau bahkan turun berat badannya), maka ada risiko ia mengalami malnutrisi. Kabar buruknya, risiko malnutrisi ini tidak hanya berbahaya buat bumil, tetapi juga bahaya untuk janin. Ini mungkin terjadi karena kondisi malnutrisi bisa membuat aliran makanan ke janin terganggu. Kalau sudah begini, pertumbuhan janin tentunya tidak bisa optimal dan bahkan membahayakannya lho, Moms.

2. Persalinan prematur

Persalinan disebut prematur jika terjadi pada usia kehamilan 37 minggu atau kurang. Risiko bayi lahir prematur ini tentunya akan meningkat jika berat badan bumil tergolong kurang atau pertambahannya tidak sesuai anjuran dokter. Saat bayi dilahirkan terlalu dini atau prematur, maka organ-organ tubuhnya pun belum berkembang dengan sempurna. Bayi prematur juga rentan mengalami gangguan pernapasan, jaundice atau sakit kuning, dan rentan terkena infeksi.

3. BBLR

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) adalah risiko yang mungkin terjadi jika bumil memiliki berat badan underweight. Mengutip Womens Health, bumil dengan indeks massa tubuh di bawah 18,5 punya risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan (baik pada ibu dan atau janin), termasuk bayi lahir dengan berat badan rendah (di bawah 2,5 kilogram).

4. Bayi rentan penyakit

Mengutip Verywell Family, bayi yang lahir dari ibu dengan berat badan rendah atau underweight memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan saat ia dewasa kelak. Beberapa masalah yang mungkin terjadi adalah penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Risiko penyakit ini lebih mungkin terjadi jika bumil mengalami berat badan rendah di trimester satu dan dua.

5. Keguguran

Tentu inilah risiko yang paling mengerikan dari berat badan rendah saat hamil. Ya, risiko keguguran mungkin terjadi jika bumil terus mengalami underweight sepanjang kehamilan, terlebih jika bayi tidak mendapatkan nutrisi yang baik setiap harinya.

Panduan meningkatkan berat badan ibu hamil

Kurang berat badan tak hanya berbahaya bagi kesehatan bumil dan janin, tapi juga bagi Anda yang sedang menjalani program hamil. Karena itu sangat penting untuk menjaga berat badan ideal sesuai anjuran dokter. Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), bumil yang tergolong underweight perlu mengonsumsi sekitar 400 kalori per hari di trimester dua, dan 400-600 kalori di trimester tiga.

Bagi Anda yang sedang bergulat melawan masalah berat badan kurang, beberapa cara di bawah ini bisa Anda coba.

  • Makanlah dalam porsi kecil tapi sering.
  • Jangan pernah melewatkan waktu makan utama dan makan camilan.
  • Jangan lupa sarapan setiap hari.
  • Pilih camilan tinggi kalori yang sehat, seperti biskuit gandum dengan keju cheddar atau selai kacang, alpukat, dan roti lapis.
  • Minum minuman tinggi kalori, seperti smoothies dengan susu full cream. Anda juga bisa menambahkan bubuk protein pada smoothies Anda.
  • Masaklah dengan lemak sehat, seperti mentega dan minyak zaitun. Tambahkan sedikit keju di masakan Anda agar makanan jadi lebih lezat.
  • Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Ajak serta pasangan atau support system yang bisa menyemangati Anda untuk menaikkan berat badan.

(M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Foto: Freepik)