Type Keyword(s) to Search

Kapan Biasanya Bayi Mulai Bisa Berdiri Sendiri?

Kapan Biasanya Bayi Mulai Bisa Berdiri Sendiri?

Mendapati Si Kecil bisa berdiri pertama kali merupakan salah satu momen yang dinantikan banyak orang tua. Kemampuan Si Kecil untuk berdiri sendiri menunjukkan bahwa ia tumbuh makin besar dan sehat. Tentu membahagiakan melihatnya ya, Moms! Oleh karena itu, wajar jika enggak sedikit orang tua yang khawatir saat anaknya tak kunjung bisa berdiri.

Seperti pada beberapa waktu lalu, netizen heboh karena Claire Herbowo, anak dari Shandy Aulia dan David Herbowo, sudah dapat berdiri tanpa berpegangan di usia 9 bulan. Mungkin banyak orang tua yang juga ingin anaknya bisa berdiri sendiri sedini mungkin, dan hal ini bisa menjadi sumber kecemasan tersendiri.

Namun sebenarnya kapan sih, biasanya bayi mulai bisa berdiri sendiri? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Moms!

Dapat berbeda pada setiap anak

Menurut data Centers for Disease Control and Prevention, bayi mulai dapat berdiri sambil berpegangan di usia 6-9 bulan, berusaha untuk bisa berdiri sendiri di sekitar 9 bulan, dan sudah bisa berdiri sendiri saat ia berusia setahun.

Namun, satu hal yang penting untuk diingat adalah setiap bayi sangatlah unik dan memiliki laju perkembangannya masing-masing. Banyak anak yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk bisa berdiri sendiri, sementara banyak anak lainnya juga yang bisa melakukan hal tersebut lebih cepat. Umumnya, setiap bayi akan bisa berdiri sendiri pada waktunya masing-masing. Kebanyakan bayi mampu menguasai kemampuan ini sedikit terlambat, yakni beberapa minggu atau 1-2 bulan dari biasanya.

Tidak perlu khawatir

Sangatlah wajar jika Moms kemudian merasa khawatir jika bayi Anda tak mencapai milestone tertentu di tahapan usia pada umumnya seperti bayi-bayi lain. Namun hal ini tak perlu membuat Anda panik. Mampu berdiri sendiri di usia yang sedikit terlambat dari biasanya tidak selalu mengindikasikan adanya masalah perkembangan, kok.

Ditambah lagi, jika Si Kecil tergolong bayi yang lahir prematur, maka sangatlah normal baginya untuk mencapai milestone lebih lambat daripada teman-teman sebayanya yang lahir cukup bulan.

Ingatlah, mencapai milestone tertentu bukanlah hal yang bisa dipaksakan dan tidak perlu diajarkan. Bayi akan mempelajari seluruh kemampuan ini sesuai dengan instingnya, sehingga orang tua tak perlu ngoyo. Meskipun begitu, selalu konsultasikan kekhawatiran Anda tentang pertumbuhan Si Kecil kepada dokter ya, Moms.

Yang perlu diperhatikan

Walau tak perlu cemas, Moms tetap harus meyakini insting Anda. Jika Anda merasa ada yang salah pada perkembangan Si Kecil, langsung konsultasikan kepada dokter. Telat berdiri dapat menandakan masalah jika Si Kecil tidak mengalami pertumbuhan pada kakinya, tidak berguling, tidak bergumam, tidak tertawa, tidak merespons permainan atau interaksi, tidak merespons lingkungannya, atau tidak mencari perhatian Anda melalui perilakunya.

Selain itu, Si Kecil juga berisiko tinggi memiliki perlambatan perkembangan jika tubuhnya tampak kaku dengan otot yang mengeras. Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan perlambatan bayi berdiri sendiri di antaranya adalah Down syndrome, cerebral palsy, masalah ortopedik kongenital, dan muscular dystrophy. (M&B/Gabriela Agmassini/SW/Foto: Rawpixel.com/Freepik)