Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Sudah Lewat HPL Tapi Belum Kontraksi, Harus Apa, Dong?

Sudah Lewat HPL Tapi Belum Kontraksi, Harus Apa, Dong?

Ibu hamil pasti selalu ingat sama HPL atau hari perkiraan lahir. HPL mungkin bagaikan rentang waktu yang paling bikin deg-degan karena di waktu itulah Si Kecil diprediksi akan lahir. Tapi, bagaimana jika Moms belum mengalami kontraksi, padahal sudah lewat HPL?

Dokter mungkin memprediksi persalinan terjadi maksimal di usia kehamilan 40 minggu. Namun, bukan tak mungkin Moms belum merasakan kontraksi walau usia kehamilan lebih dari itu.

Kejadian seperti ini sering disebut dengan postmatur, di mana bayi lahir melebihi HPL atau lebih dari 40 minggu. Postmatur tak boleh disepelekan, karena memiliki risiko bagi ibu dan bayi. Jika Anda khawatir kehamilan sudah lewat dari HPL, coba lakukan beberapa langkah berikut ini, Moms.

Baca juga: Mengapa Persalinan Bisa Mundur dari HPL?

1. Pijat lembut

Ibu hamil yang usia kandungannya sudah lebih dari 40 minggu pasti akan merasa lebih mudah lelah. Inilah waktu yang tepat untuk menikmati pijatan lembut. Selain agar tubuh lebih relaks, tekanan pada beberapa titik tangan dan kaki dipercaya bisa menstimulasi kontraksi yang membawa Anda selangkah lebih dekat ke proses melahirkan.

Walau ini belum terbukti benar, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter spesialis akupunktur dan mencoba keampuhan ilmu kedokteran yang satu ini. Jika Moms tetap ingin menggabungkan akupunktur dengan pijatan, pastikan terapis Anda sudah berpengalaman dan memiliki sertifikat prenatal massage therapist, ya.

2. Makan pedas

Walau tidak terbukti secara ilmiah, banyak yang bilang makanan pedas bisa membantu meningkatkan kontraksi dan mempercepat persalinan. Sayangnya, tidak ada satu pun makanan yang dijamin pasti bisa melancarkan persalinan. Namun, bagi para penggemar pedas, tak ada salahnya menikmati makanan favorit Anda, kan. Untuk Moms yang perutnya sangat sensitif dengan makanan pedas, tips yang satu ini bisa dilewatkan saja, karena kesehatan Anda tetap yang utama.

3. Banyak bergerak

Kami mengerti, banyak bergerak atau bahkan berolahraga tentu tidak mudah dilakukan ketika Anda sedang hamil 40 minggu lebih. Namun, tak ada salahnya untuk tetap mencoba aktif, karena ini bisa menstimulasi tubuh untuk cepat melahirkan.

Moms bisa coba untuk sekadar stretching, prenatal yoga, atau jalan santai keliling area tempat tinggal Anda. Walau disarankan untuk tetap aktif, bukan berarti Anda harus aktif berlebihan, lho. Moms harus “mendengarkan” tubuh Anda dalam beraktivitas. Jangan sampai kurang, dan jangan berlebihan, ya.

4. Orgasme

Selain bisa menjadi momen bonding dengan pasangan sebelum Si Kecil lahir, bercinta dan menikmati orgasme juga bisa meningkatkan hormon oksitosin, yang bisa memicu persalinan. Fakta menariknya adalah: the more orgasms, the better!

5. Jauhi sosial media

“Lho, kamu kok, belum melahirkan juga, sih?” Ini adalah contoh komentar tak penting yang mungkin Moms lihat di media sosial jika belum melahirkan lebih dari 40 minggu. Bukannya membantu, komen seperti ini justru bikin bumil stres dan makin cemas meratapi hari demi hari melewati HPL.

Akan lebih baik jika Moms fokus pada diri sendiri dan Si Kecil di dalam perut, tanpa perlu mengindahkan komentar nyinyir orang lain. Ajak Si Kecil “ngobrol” dan sampaikan betapa Anda sudah tak sabar ingin bertemu langsung di dunia ini. Komunikasi dengan Si Kecil di dalam perut seperti ini juga bisa jadi cara ampuh agar cepat melahirkan, lho.

Baca juga: Moms, Ini 5 Penyebab Bayi Lahir Melewati HPL

Bahaya hamil melebihi HPL

Hamil lebih dari 40 minggu atau melebihi HPL tentu punya banyak risiko, beberapa di antaranya adalah:

Gangguan fungsi plasenta: Kemampuan plasenta untuk memberikan oksigen dan nutrisi bagi janin akan berkurang. Jika janin tidak kunjung lahir, asupan nutrisi dan oksigennya akan sangat terbatas.

Air ketuban habis: Lewat dari HPL, kadar air ketuban akan perlahan berkurang dan makin mengering. Ini sangat vital, karena air ketuban yang terus berkurang bisa mencekik ari-ari atau tali pusat.

Janin stres: Risiko kondisi gawat janin akan meningkat. Ini adalah kondisi janin kehabisan oksigen dan nutrisi, sangat berbahaya karena bisa berakhir dengan kematian.

Makrosomia: Bayi lahir dengan berat badan rendah tentu berbahaya. Namun, lahir dengan berat badan terlalu besar juga tak kalah bahayanya. Makrosomia adalah kondisi bayi lahir dengan berat badan terlalu besar, sehingga sulit dilahirkan karena tidak bisa melewati jalur lahir.

Jadi, selalu pantau kesehatan Anda dan janin dengan rutin berkonsultasi dengan dokter ya, Moms. Stay safe and stay healthy! (M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Foto: Freepik)