Type Keyword(s) to Search
KID

Nutrisi Penting Anak Usia Sekolah yang Wajib Dipenuhi Setiap Hari

Nutrisi Penting Anak Usia Sekolah yang Wajib Dipenuhi Setiap Hari

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Anak cerdas dan enggak gampang sakit? Penting, dong! Untuk itu, jangan sampai ketinggalan nih, beberapa nutrisi penting untuk anak usia sekolah. Di masa ini anak tidak hanya dituntut aktif secara fisik, tapi juga harus mampu fokus, konsentrasi, dan menyerap berbagai ilmu baru.

Sayangnya, laporan dari UNICEF menyebutkan bahwa 1 dari 3 anak di Asia mengalami malnutrisi, baik karena kekurangan atau kelebihan nutrisi. Kondisi ini berdampak langsung pada performa akademik, perkembangan otak, hingga kesehatan fisik jangka panjang. Nah, biar itu tidak terjadi, yuk, penuhi nutrisi penting untuk anak usia sekolah agar ia makin cerdas dan tidak mudah sakit.

7 Nutrisi penting untuk anak usia sekolah

1. Karbohidrat

Studi yang dipublikasikan di The Journal of Nutrition  menegaskan bahwa anak yang mengonsumsi cukup karbohidrat kompleks memiliki fungsi kognitif lebih baik dibandingkan mereka yang kekurangan asupan karbohidrat.

Sumber karbohidrat kompleks: Nasi merah, gandum utuh, oatmeal, dan kentang, semuanya baik untuk menjaga kestabilan energi dan mencegah rasa lemas di sekolah.

Baca juga: Bosan Makan Nasi? Ini Jenis Makanan untuk Sumber Karbohidrat Alternatif

2. Protein

Ini adalah fondasi untuk pertumbuhan dan imunitas. Protein berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otot, tulang, dan organ. Protein juga baik untuk menjaga sistem imun agar tidak mudah sakit, lho. Anak dengan asupan protein rendah cenderung memiliki pertumbuhan yang terhambat dan rentan infeksi.

Sumber protein: Telur, ayam, ikan, daging tanpa lemak, tempe, tahu, hingga kacang-kacangan.

Baca juga: Mengenal Protein Nabati Berbasis Lokal dan Manfaatnya untuk Kesehatan

3. Zat besi

Bukan cuma pencegah anemia, zat besi juga penting untuk menghasilkan hemoglobin, komponen darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Anak yang mengalami anemia defisiensi zat besi bisa terkena dampak negatif, seperti mudah lelah, lesu, susah fokus, hingga penurunan prestasi belajar di sekolah. Perlu diketahui, WHO menyebutkan bahwa sekitar 25% anak usia sekolah mengalami anemia defisiensi zat besi.

Sumber zat besi: Daging merah, hati ayam, telur, bayam, kacang-kacangan, dan sereal fortifikasi zat besi.

4. Kalsium dan vitamin D

Tulang dan gigi kuat? Itu bonus. Masa sekolah adalah masa pertumbuhan tulang paling cepat sebelum masa pubertas. Untuk itu, kalsium dan vitamin D bekerja sama membangun tulang yang kuat dan mencegah risiko osteoporosis di kemudian hari.

American Academy of Pediatrics menegaskan bahwa anak usia sekolah membutuhkan setidaknya 1.000 mg kalsium dan 600 IU vitamin D per hari untuk tumbuh optimal.

Sumber kalsium: Susu, keju, yoghurt, tahu, tempe, dan sayuran hijau. Sumber vitamin D: Paparan sinar matahari pagi dan konsumsi ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan tuna.

Baca juga: Tak Hanya dari Sinar Matahari, Vitamin D Juga Ada di Makanan Ini

5. Zinc

Zinc berperan penting dalam pertumbuhan fisik, penyembuhan luka, dan memperkuat daya tahan tubuh. Defisiensi zinc berhubungan dengan gangguan pertumbuhan dan penurunan fungsi imun pada anak.

Sumber zinc: Biji-bijian, seafood (khususnya tiram), ayam, kacang-kacangan, dan daging merah.

6. Serat

Ingat, 70% daya tahan tubuh anak berasal dari pencernaan yang sehat. Serat sangat penting untuk mencegah konstipasi dan mengendalikan berat badan karena membuat anak kenyang lebih lama. Anak usia 6-12 tahun membutuhkan setidaknya 25 gram serat per hari.

Sumber serat: Sayuran, buah-buahan, gandum utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

7. Asam lemak omega-3

Ini adalah asam lemak esensial yang berperan penting dalam perkembangan otak, fungsi kognitif, dan pengaturan emosi anak. Anak yang cukup mengonsumsi DHA bisa memiliki kemampuan membaca dan memori yang lebih baik lho, Moms.

Sumber omega-3: Ikan (salmon, tuna, makarel), susu, telur omega, dan berbagai produk fortifikasi.

Baca juga: Moms, Ini Manfaat Omega-3 untuk Perkembangan Otak Anak

Selain nutrisi yang disebutkan di atas, bukan berarti tidak penting. Kunci anak tumbuh sehat optimal adalah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi dan seimbang. Jangan lupa konsumsi dalam jumlah yang tepat, tidak kurang, tidak lebih, dan sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing anak. (M&B/AY/TW/Foto: Canva)