Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menghadapi anak yang susah makan adalah tantangan umum yang sering dialami orang tua. Mungkin Moms merasa bingung, kenapa anak jadi susah makan? Apakah ada cara untuk mengatasinya?
Jika Moms sedang menghadapi kondisi ini, tak perlu khawatir dan bingung berlebihan. Berikut ini penjelasan tentang kenapa anak susah makan dan cara mengatasinya, Moms.
Kenapa anak susah makan?
Ada banyak faktor yang bisa membuat anak susah makan atau bahkan menjalankan aksi gerakan tutup mulut (GTM). Dengan memahami kemungkinan penyebabnya, Moms bisa menyusun strategi yang tepat untuk mengatasinya. Berikut ini beberapa alasan yang bisa menyebabkan Si Kecil susah makan.
1. Penurunan nafsu makan secara alami
Anak-anak, terutama di usia balita, sering mengalami penurunan nafsu makan yang alami. Kondisi ini bisa terjadi karena pertumbuhan Si Kecil memasuki fase yang lebih lambat daripada sebelumnya, sehingga tubuh tidak membutuhkan asupan makanan sebanyak yang diperkirakan.
2. Perubahan pola makan
Di usia tertentu, anak mungkin mulai menolak beberapa makanan yang sebelumnya ia sukai. Hal ini bisa disebabkan oleh preferensi rasa yang mulai berkembang atau kejenuhan terhadap jenis makanan tertentu.
Baca juga: 5 Tips Memilih Makanan Sehat untuk Anak Picky Eater
3. Gangguan kesehatan
Ada beberapa masalah kesehatan yang bisa mengganggu nafsu makan Si Kecil. Kondisi kesehatan seperti tumbuh gigi, sariawan, radang tenggorokan, atau gangguan pencernaan bisa membuat anak merasa tidak nyaman saat makan, sehingga ia cenderung susah makan.
4 Gangguan emosi atau psikologis
Anak-anak yang sedang mengalami stres, kelelahan, atau mood yang buruk, sering kali kehilangan minat terhadap makanan. Selain itu, perubahan besar dalam hidupnya, seperti pindah rumah atau masuk sekolah, bisa memengaruhi kondisi mental Si Kecil. Rasa kewalahan secara mental dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan nafsu makan anak.
Baca juga: Sering Diucapkan Tanpa Sadar, 6 Kalimat Ini Bisa Rusak Psikologis Anak
5. Kebiasaan jajan yang tidak sehat
Jika anak terlalu sering mengonsumsi makanan ringan atau camilan yang tinggi gula dan garam, ia akan merasa kenyang saat waktu makan tiba. Karena itu, Si Kecil cenderung ogah-ogahan untuk mengonsumsi makanan utama saat waktu makan tiba.
Baca juga: 7 Cara Efektif Menyiasati Kebiasaan Jajan pada Balita
6. Tekanan dalam waktu makan
Waktu makan yang penuh tekanan, seperti adanya paksaan agar anak makan atau menghabiskan makanannya, bisa menciptakan asosiasi negatif terhadap makanan. Hal ini bisa membuat Si Kecil trauma terhadap momen makanan atau terhadap makanan, sehingga ia susah makan.
7. Lingkungan yang tidak mendukung
Lingkungan makan yang tidak kondusif bisa memengaruhi nafsu makan anak. Pemakaian gadget saat makan dapat mengalihkan perhatian Si Kecil, sehingga ia tidak menikmati momen makan seperti seharusnya.
Cara mengatasi anak susah makan
Menghadapi anak yang susah makan memang momen yang penuh tantangan. Meskipun begitu, ingat untuk tidak langsung panik atau memaksa anak makan, Moms. Lakukan cara-cara praktis berkut untuk mengatasi masalah ini!
1. Ciptakan suasana makan yang nyaman dan kondusif
Pastikan waktu makan menjadi momen yang menyenangkan dan nyaman buat anak. Hindari membicarakan hal negatif atau menekan anak untuk menghabiskan makanan. Sebaliknya, Moms bisa membicarakan hal-hal yang Si Kecil sukai atau membiarkan Si Kecil mandiri dalam proses makan.
Moms juga bisa mengatur jam makan yang konsisten setiap harinya. Tubuh anak pada akhirnya akan terbiasa dengan rutinitas tersebut, sehingga mendorong nafsu makan yang normal. Selain itu, Moms perlu mengurangi atau menghindari waktu layar anak saat makan. Dengan begini, perhatian Si Kecil tidak akan terpecah saat momen makan.
Baca juga: Bahaya! Ini Dampak Screen Time Berlebihan pada Anak
2. Berikan porsi kecil
Terkadang anak bisa merasa kesulitan atau kewalahan jika melihat porsi makan yang terlalu banyak. Untuk itu, cobalah menyajikan makanan dalam porsi kecil secara bertahap. Cara ini bisa membuat Si Kecil lebih nyaman untuk memakan makanannya. Hindari juga memberikan camilan sebelum waktu makan utama agar tidak mengganggu porsi makan utamanya. Pastikan Moms memberikan camilan yang sehat seperti potongan buah atau yoghurt, untuk menjaga asupan gizinya Si Kecil lengkap.
3. Libatkan anak dalam proses memasak
Mengajak anak untuk ikut memasak bisa meningkatkan rasa penasarannya terhadap makanan yang dibuat. Moms bisa berikan anak tugas-tugas kecil saat menyiapkan makanan, seperti mencuci sayuran atau mengaduk adonan. Dengan begini, Si Kecil akan bersemangat untuk mencoba makanan buatannya.
4. Sajikan makanan dengan bentuk menarik
Presentasi makanan terbukti ampuh untuk meningkatkan nafsu makan. Moms bisa berkreativitas untuk menyajikan makanan dengan bentuk atau warna yang menarik, misalnya membentuk sayur dan buah menjadi karakter kartun favoritnya.
5. Berikan contoh baik
Anak-anak sering kali meniru orang tua. Untuk itu, jadilah contoh baik bagi Si Kecil. Jika Moms ingin anak makan sayuran, maka pastikan Anda juga memakannya dengan semangat saat waktu makan bersama. Tunjukkan bahwa Anda sangat menikmati waktu makan, sehingga Si Kecil juga turut meresapinya.
6. Cari tahu penyebab medis
Jika anak tetap susah makan meski berbagai cara sudah dilakukan, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter anak. Dokter akan membantu mengidentifikasi adanya masalah medis yang mungkin mendasari kondisi ini.
Mengatasi anak susah makan memang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Pastikan Moms berkonsultasi dengan dokter, jika tetap merasa khawatir atau nafsu makan Si Kecil tetap tak bertambah setelah mencoba beragam trik di atas. (M&B/AY/GA/Foto: Freepik)
