Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, pernahkah Anda melihat bayi Anda tiba-tiba tersentak atau kaget seperti kejang saat tidur atau bangun? Jangan khawatir, Anda tidak sendirian, kok. Hampir semua orang tua baru pernah mengalami momen ini dan bertanya-tanya apakah hal tersebut normal atau perlu diwaspadai.
Gerakan kaget yang tiba-tiba pada bayi memang bisa membuat orang tua cemas. Namun, sebagian besar gerakan ini sebenarnya merupakan bagian normal dari perkembangan bayi. Simak penjelasan mengenai kenapa bayi sering kaget seperti kejang dan bagaimana cara mengatasinya berikut ini, Moms!
Kenapa bayi sering kaget seperti kejang?
Berikut ini beberapa penyebab umum bayi sering kaget, Moms.
1. Refleks Moro
Bayi sering kaget seperti kejang adalah hal yang normal karena refleks Moro, suatu respons otomatis terhadap suara keras, gerakan mendadak, atau perubahan lingkungan, yang akan hilang seiring waktu. Ini merupakan respons alami yang dimiliki hampir semua bayi baru lahir. Ketika refleks Moro terpicu, bayi akan:
- Merentangkan lengan dan kaki secara tiba-tiba
- Membuka telapak tangan
- Melengkungkan punggung
- Kemudian menarik kembali lengan ke arah dada
- Terkadang menangis setelah gerakan tersebut.
Refleks ini biasanya muncul sejak lahir dan akan menghilang secara bertahap antara usia 3-6 bulan seiring dengan pematangan sistem saraf bayi.
Baca juga: 8 Refleks Alami yang Dimiliki Bayi Baru Lahir
2. Sistem saraf yang belum matang
Sistem saraf bayi baru lahir masih dalam tahap perkembangan. Bagian otak yang mengontrol gerakan halus dan respons terhadap rangsangan belum sepenuhnya matang. Hal ini membuat bayi lebih sensitif terhadap perubahan posisi, suara, cahaya, atau sentuhan yang tiba-tiba.
3. Transisi dari rahim ke dunia luar
Selama 9 bulan di dalam rahim, bayi terbiasa dengan lingkungan yang hangat, gelap, dan tenang. Setelah lahir, ia harus beradaptasi dengan berbagai rangsangan baru seperti suara, cahaya, dan sensasi udara di kulit. Refleks kaget adalah cara tubuh bayi merespons perubahan lingkungan ini.
4. Gerakan tubuh sendiri
Bayi belum memiliki kontrol penuh terhadap gerakan tubuhnya. Ketika ia bergerak secara tidak sengaja, gerakan tersebut dapat memicu refleks kaget karena ia belum mengenali bahwa gerakan itu berasal dari tubuhnya sendiri.
5. Rangsangan eksternal
Berbagai faktor eksternal dapat memicu refleks kaget pada bayi, seperti suara keras atau mendadak, perubahan posisi yang tiba-tiba, cahaya terang, sentuhan yang tidak terduga, dan getaran atau goncangan ringan.
Baca juga: Kenapa Bayi Sering Kaget Saat Tidur? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Cara menenangkan bayi yang sering kaget
1. Membedong bayi
Membedong bayi adalah cara paling efektif untuk menenangkan bayi yang sering kaget. Bedong memberikan bayi perasaan aman dan terlindungi, mirip dengan sensasi di dalam rahim. Bedong juga bisa membatasi gerakan lengan yang tiba-tiba sehingga membantu bayi tidur lebih nyenyak.
2. Menciptakan lingkungan yang tenang
Moms bisa meredupkan pencahayaan di kamar bayi, terutama saat waktu tidur. Usahakan juga untuk mengurangi suara bising yang tiba-tiba atau keras. Anda bisa gunakan white noise untuk menutupi suara mendadak.
3. Menenangkan bayi saat ia kaget
Ketika bayi kaget, Moms bisa letakkan tangan dengan lembut di dada bayi serta berbicara dengan suara pelan dan menenangkan. Anda juga bisa goyangkan bayi pelan-pelan atau tepuk-tepuk ringan tubuhnya. Namun, hindari langsung mengangkat bayi kecuali benar-benar dirasa perlu.
Tips mencegah gerakan kaget berlebihan
1. Perhatikan tanda-tanda bayi mulai mengantuk
Bayi yang terlalu lelah cenderung lebih sensitif dan mudah kaget. Perhatikan tanda-tanda pada bayi, seperti menguap, mengucek mata, jadi rewel, dan kehilangan minat pada mainan atau aktivitas.
2. Hindari overstimulasi
Batasi jumlah mainan atau aktivitas pada satu waktu dan berikan waktu istirahat di antara aktivitas. Perhatikan juga respons bayi terhadap rangsangan atau aktivitas dan kurangi jika Si Kecil tampak kewalahan, Moms.
3. Posisi tidur yang nyaman
Gunakan kasur yang tidak terlalu empuk atau keras untuk bayi tidur. Letakkan bayi dalam posisi terlentang untuk tidur yang aman dan pastikan tidak ada benda-benda yang bisa mengagetkan bayi di sekitar tempat tidur.
Tanda-tanda bayi kaget yang memerlukan perhatian medis
1. Gerakan yang tidak simetris
Jika refleks hanya terjadi pada satu sisi tubuh atau terlihat tidak seimbang, ini bisa mengindikasikan masalah neurologis atau cedera saat kelahiran.
2. Refleks yang berlangsung terlalu lama
Jika refleks Moro masih sangat kuat setelah bayi berusia 6 bulan, sebaiknya konsultasikan ini dengan dokter anak.
3. Gerakan yang terlalu sering atau intens
Jika bayi mengalami gerakan kaget yang sangat sering (lebih dari biasanya) atau sangat intens hingga mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari.
4. Disertai gejala lain
Jika gerakan kaget disertai dengan demam, kesulitan makan atau menyusu, perubahan warna kulit (pucat atau kebiruan), napas yang tidak teratur, dan Si Kecil tampak sangat rewel atau justru sangat lemas.
Baca juga: Bayi Mudah Kaget, Normal ataukah Ada Pertanda Masalah?
Membedakan kejang sesungguhnya vs refleks normal bayi
Penting untuk membedakan antara kejang sesungguhnya dan refleks normal pada bayi.
Kejang sesungguhnya biasanya:
- Berlangsung lebih lama (lebih dari beberapa detik)
- Melibatkan gerakan berulang atau berirama
- Mata bisa berputar atau menatap kosong
- Bayi tidak responsif selama episode
- Diikuti dengan periode mengantuk atau bingung.
Adapun refleks normal:
- Berlangsung singkat (beberapa detik)
- Bayi masih responsif
- Dapat dipicu oleh rangsangan yang jelas
- Tidak diikuti perubahan tingkat kesadaran.
Nah, itulah penjelasan mengenai kenapa bayi sering kaget seperti kejang. Ingatlah bahwa refleks kaget adalah bagian normal dari perkembangan bayi dan akan menghilang seiring dengan perkembangan sistem saraf bayi. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)
