Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Walaupun terdengar sederhana, membangunkan bayi baru lahir adalah keterampilan yang harus dikuasai setiap orang tua untuk memastikan kesehatan dan perkembangan optimal Si Kecil. Jika Moms memiliki bayi baru lahir, Anda sebaiknya memahami kapan dan bagaimana membangunkan bayi baru lahir dengan cara tepat.
Bayi baru lahir memerlukan pola tidur yang cukup untuk pertumbuhannya. Namun, ada kalanya Si Kecil perlu dibangunkan untuk menyusu atau pemeriksaan kesehatan. Menguasai teknik yang benar akan membantu Moms membangun rutinitas yang sehat sambil menjaga kenyamanan Si Kecil.
Apakah normal jika bayi baru lahir tidak bangun untuk menyusu?
Umumnya, normal jika bayi baru lahir sangat sering tidur dan mungkin tidak selalu bangun sendiri untuk menyusu. Meskipun begitu, bayi baru lahir perlu menyusu sekitar 8-12 kali dalam 24 jam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga hidrasinya. Si Kecil akan lapar dan perlu membangunkan diri untuk mencari ASI. Jika bayi terus tertidur dan tidak menunjukkan tanda-tanda lapar, konsultasikan hal ini dengan dokter anak untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan.
Baca juga: Cara Membangunkan Bayi agar Ia Mau Menyusu
Apakah boleh membangunkan bayi yang sedang tidur?
Secara umum, sebaiknya hindari membangunkan bayi yang sedang tidur, tetapi ada beberapa pengecualian penting yang harus diperhatikan. Pada minggu-minggu pertama, bayi baru lahir mungkin perlu dibangunkan untuk menyusu agar berat badannya bertambah dengan baik.
Moms mungkin perlu membangunkan bayi dalam beberapa kondisi berikut:
Bayi baru lahir (0-2 minggu). Bayi baru lahir perlu diberi makan setiap 2-4 jam. American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk membangunkan bayi jika sudah tidur lebih dari 4-5 jam berturut-turut pada dua minggu pertama. Ini memastikan Si Kecil mendapat nutrisi yang cukup dan mencegah penurunan berat badan yang berlebihan.
Bayi mengalami kesulitan tidur malam. Jika tidur siang bayi terlalu lama sehingga mengganggu jam tidur malamnya, Anda bisa membangunkannya secara lembut. Ini membantu membentuk ritme sirkadian (siklus tidur-bangun) yang baik untuk bayi.
Jika ada masalah kesehatan. Bayi yang sakit atau memiliki kondisi medis tertentu mungkin memerlukan jadwal makan atau perawatan khusus. Dalam kasus ini, ikuti petunjuk dokter anak Anda, Moms.
Waktu makan yang teratur. Membangunkan bayi untuk makan bisa membantu menjaga jadwal pemberian makan yang konsisten, yang penting untuk perkembangan bayi.
Baca juga: Moms, Ini Jadwal dan Durasi Menyusui Bayi Baru Lahir
Kapan waktu yang tepat untuk membangunkan bayi?
Waktu yang tepat untuk membangunkan bayi bergantung pada usianya dan tujuannya, Moms. Bayi baru lahir perlu dibangunkan untuk menyusu setiap 2-4 jam hingga berat badannya stabil. Sedangkan untuk bayi prematur, dokter mungkin menyarankan untuk membangunkannya secara rutin guna memastikan ia mendapat cukup kalori dan nutrisi untuk tumbuh. Adapun untuk bayi usia 2-3 bulan ke atas, bangunkan Si Kecil di waktu yang sama setiap hari (misalnya jam 6-8 pagi) untuk membentuk ritme sirkadian.
Namun, ika bayi tidur nyenyak dan berat badannya sudah stabil, biarkan ia bangun secara alami. Membangunkan bayi umumnya hanya diperlukan untuk tujuan tertentu, seperti pemberian nutrisi, pengaturan jadwal, atau kondisi medis.
Cara membangunkan bayi baru lahir
1. Metode bertahap
Mulailah dengan stimulus ringan seperti mengelus pipi atau dahi bayi dengan lembut. Jika tidak berhasil, tingkatkan intensitas dengan mengangkat bayi ke posisi duduk perlahan atau mengganti popok. Metode ini juga menjadi bagian dari proses alami bayi untuk bangun dari tidur.
2. Penggunaan cahaya alami
Buka tirai atau nyalakan lampu dengan intensitas sedang untuk memanfaatkan respons alami bayi terhadap cahaya. Namun, hindari cahaya yang terlalu terang, karena bisa mengejutkan bayi dan menyebabkan ia tidak nyaman.
3. Stimulasi suara dan sentuhan
Berbicara dengan suara lembut sambil membelai bayi bisa membangunkan Si Kecil secara bertahap. Cara ini bukan hanya untuk membangunkan bayi, tetapi juga untuk mempererat bonding Moms dengan Si Kecil.
Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?
Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika bayi sangat sulit dibangunkan secara konsisten, menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan, atau memiliki perubahan pola makan yang drastis. Ini perlu dilakukan untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius, Moms.
Itulah cara membangunkan bayi baru lahir yang perlu Anda ketahui sebagai orang tua baru. Namun, satu hal yang perlu diingat, setiap bayi memiliki kebutuhan yang berbeda. Jika Moms masih ragu atau memiliki kekhawatiran, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter anak. (MB/AY/GP/Foto: Freepik)
