Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Scarf Media kembali menghadirkan Muslimah Creative Day 2025, sebuah perayaan besar kreativitas perempuan muslim Indonesia. Tahun ini, acara diperkenalkan terlebih dahulu melalui press conference pada Selasa, 2 Desember 2025, di Pendopo Wisma Habibie & Ainun, Patra Kuningan, Jakarta Selatan.
Lokasi yang kental akan sejarah ini menghadirkan suasana hangat dan spiritual journey dari Ibu Ainun Habibie yang sering menggunakan tempat tersebut untuk membaca Al-Qur'an 2 juzz setiap hari sepanjang hidupnya. Hal itu sejalan dengan nilai Scarf Media bahwa kreativitas tumbuh dari ruang yang menjunjung kreativitas, akhlak baik, tanpa meninggalkan nilai spiritual. Pada press conference ini, hadir sejumlah figur yang mewakili ekosistem kreatif muslimah dari berbagai bidang, yakni Temi Sumarlin, Founder & CEO Scarf Media; Sashya Subono, animator Indonesia yang berkarya di Weta FX, New Zealand; Wahdiah Nur Octavia, PR Wardah; dan Winda Kusuma Dewi, Sales & Marketing Dafanya Scarf.
Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa kreativitas muslimah tidak lagi bergerak di satu industri saja, tetapi merentang dari kultur visual, animasi global, beauty halal, modest fashion, hingga kolaborasi berbagai bidang.
Mengawali sesi pemaparan, Founder & CEO Scarf Media, Temi Sumarlin, menjelaskan, “Muslimah Creative Day bukan hanya ajang transaksi. Di sini kita bisa merayakan karya dan kreativitas muslimah. Tahun ini kita coba makin memperbanyak ruang-ruang diskusi dengan beragam isu dengan komunitas dan generasi muslimah muda,” ujarnya.
Temi juga menyoroti isu budaya serta identitas muslimah masa kini. Ia menilai bahwa generasi saat ini sering lebih mengenal budaya luar dibandingkan budaya mereka sendiri, sementara budaya sejatinya lahir dari pemikiran dan cara pandang.
“Budaya itu lahir dari pemikiran. Produk budaya muslim ada di sekitar kita: muslim fashion, halal beauty, hingga halal tourism. Semua ini adalah budaya yang lahir dari cara pandang Islam, dan itu yang ingin kita rayakan di Muslimah Creative Day 2025,” tambahnya.
Sesi berikutnya diisi oleh Sashya Subono, Animator Weta FX New Zealand, yang membagikan pengalamannya bekerja di industri animasi global yang sangat terbuka. Tinggal di lingkungan multikultural membuatnya makin memahami dan menerima identitasnya sebagai muslimah. “Saya belajar untuk selalu menjadi diri sendiri. Tinggal di negara yang sangat terbuka membuat saya makin menerima identitas saya sebagai muslimah. Dan justru di sana, identitas itu dihargai,” tutur Sashya. Ia berharap pengalamannya dapat membuka wawasan kreator muda tentang peluang karya kreatif Muslimah di panggung global. Seperti kita tahu, Sashya merupakan salah satu animator film peraih Oscar, yaitu Avatar.
Dari ranah brand lokal, Winda Kusuma Dewi, selaku Sales & Marketing Dafanya Scarf, menyampaikan antusiasmenya untuk pertama kalinya bergabung dalam event ini. “Ini pertama kalinya Dafanya ikut, dan kami merasa sangat dihargai. Peluang yang diberikan besar. Kami juga menyiapkan launching koleksi yang berkolabisari dengan public figure cantik, anggun, religius yang nantinya akan menjadi kejutan untuk para pengunjung,” jelas Winda.
Sementara itu, Wahidah Nur Octavia selaku PR Wardah menegaskan komitmen Wardah dalam mendukung ruang kolaboratif bagi perempuan. “Kami ingin mempertemukan para kreator muslimah agar dapat berkolaborasi, berdiskusi, dan saling menguatkan. Insya Allah Wardah terus mendukung kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat bagi banyak orang,” paparnya.
Muslimah Creative Day 2025 akan digelar pada 5-7 Desember 2025 di City Hall, Pondok Indah Mall 3 Jakarta, mengusung tema “Creative, Culture & Innovative.” Tahun ini, event tersebut menghadirkan ratusan brand modest fashion, seperti Ria Miranda, Klamby, Vivi Zubedi, Leu, Othman, Mimpi Kita (Malaysia) dan lainnya, halal beauty, halal FnB, hingga talenta kreatif lainnya. Pengunjung juga berkesempatan mendapatkan dua hadiah umroh dari Muslimverse sebagai program spesial tahun ini.
Salah satu highlight tahun ini adalah instalasi visual dari Dus Duk Duk “Dekorasi Kardus Kreative Membumi,” yang memanfaatkan kardus berbahan 100% serat daur ulang dan diolah menjadi instalasi bertemakan budaya Islam. Karya ini menegaskan bahwa kreativitas dapat lahir dari material sederhana tetapi memiliki nilai estetika dan makna.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati rangkaian talkshow inspiratif, diskusi kreatif lintas industri, masterclass eksklusif, kolaborasi brand, hingga aktivitas komunitas yang mempertemukan perempuan kreatif Indonesia dengan tiket masuk yang dibanderol 25 ribu/hari yang bisa didapatkan secara online di tiptip.id atau on the spot.
Dengan dukungan brand, hadirnya kreator lokal hingga global, serta program yang makin inovatif, Muslimah Creative Day 2025 diharapkan tahun ini dan seterusnya menjadi ruang penting untuk merayakan kreativitas, identitas, dan budaya muslimah Indonesia dalam format yang lebih modern, relevan, dan progresif. (MB/GP/Foto: Dok. Scarf Media)
