Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Dari tragedi, jadi inspirasi. Begitulah deskripsi buku Break A Leg: A Memoir yang hangat, jujur, dan sangat relevan dengan realita ibu masa kini. Buku ini ditulis oleh drg. Stella Lesmana, Sp.KGA (@mama.toothfairy) dokter gigi spesialis kesehatan gigi anak yang juga dikenal luas melalui akun edukasi parenting dan kesehatan anak.
Berbeda dari buku motherhood pada umumnya, Break A Leg: A Memoir tidak datang dengan nada menggurui. Buku ini justru mengajak para Moms untuk duduk sebentar, menarik napas, lalu melihat anak (dan diri sendiri) dengan sudut pandang yang lebih lembut dan realistis.
Makna di Balik Judul Break A Leg
Judul Break A Leg: A Memoir memang terdengar unik. Istilah “break a leg” lebih dikenal sebagai ungkapan penyemangat, namun di tangan drg. Stella Lesmana Sp.KGA, maknanya menjadi jauh lebih dalam. Ia merepresentasikan luka, jatuh, trauma, dan false acceptance sebagai sebuah fase pemulihan yang tidak selalu lurus, tetapi penuh negosiasi batin.
”Buku ini menceritakan pengalaman pribadi saya ketika mengalami burnout dan juga patah kaki. Ternyata patah kaki ini justru bisa menjadi momen bagi saya untuk slowing down dan reflecting my motherhood journey,” ujar drg. Stella saat ditemui di acara peluncuran buku Break A Leg: A Memoir (20/12/2025) di Gordi HQ, Pasar Minggu.
Buku ini menyoroti satu pesan penting: Ibu harus merasa bahagia agar anak juga merasa bahagia. Seperti yang disampaikan drg. Stella di bukunya, bahwa ia pernah menjadi ibu yang tidak hanya perfeksionis, tapi juga menuntut diri menjadi lebih dan lebih baik. Tak jarang ia melakukan itu hanya demi mendapat validasi orang lain bahwa ia ibu yang baik. Hingga akhirnya ia mendapat cobaan patah kaki yang membuatnya harus “ngerem” mendadak dari ritme hidup yang biasanya
Dari kejadian tersebut, drg. Stella tidak hanya bercerita soal rasa sakit fisik, tetapi juga proses mental dan emosional yang menyertainya. Rasa frustrasi saat kehilangan kontrol, rasa tidak berdaya, pergulatan menerima kenyataan, hingga drama false acceptance yang membuatnya mengira sudah menerima keadaan padahal belum.
Berangkat dari pengalaman
Break A Leg: A Memoir bukan sekadar kisah hidup, buku ini adalah catatan jujur tentang jatuh, sakit, bangkit, lalu berjalan lagi dengan versi diri yang baru. drg. Stella Lesmana menuliskannya dengan nada yang personal, reflektif, dan terasa dekat, seolah pembaca sedang mendengarkan cerita dari seorang teman yang akhirnya berani membuka luka lamanya.
Bahasa yang digunakan ringan, hangat, dan mudah dipahami, cocok untuk ibu muda yang sedang belajar berdamai dengan ekspektasi dan realita. Banyak pembaca akan merasa, “Oh, ternyata aku tidak sendirian. Ada ibu lain yang juga merasakan pergulatan yang aku rasakan.”
Lewat buku ini, drg. Stella menunjukkan bahwa berhenti (entah karena sakit atau keadaan) tidak selalu berarti gagal. “Tidak semua jeda adalah kemunduran,” tulisnya di buku. Kadang, jeda justru menjadi ruangan untuk memahami diri sendiri dengan lebih jujur, tanpa topeng pencapaian atau tuntutan sosial.
”Saya berharap buku ini dapat membuat para Moms di luar sana merasa dipeluk dan tahu bahwa ada teman seperjuangan yang juga struggling dalam momen motherhood-nya dan setelah slowing down akhirnya bisa refleksi diri dan embracing peran ibu dengan lebih baik. Ingat, kalau ibunya bahagia, anaknya juga pasti bahagia,” tambah drg. Stella.
Acara peluncuran Break A Leg: A Memoir pada 20 Desember 2025 berlangsung dalam suasana akrab dan reflektif. Tidak hanya merayakan lahirnya sebuah buku, momen ini juga menjadi ruang berbagi cerita antar ibu, praktisi kesehatan, dan tentunya sosok-sosok yang peduli dengan konsep mother support mother.
Dari cobaan, jadi aksi kemanusiaan
Sebuah peristiwa yang awalnya bersifat personal kini berkembang menjadi aksi kemanusiaan. Melalui buku ini, pengalaman yang lahir dari cobaan tidak berhenti sebagai kisah individu, tetapi diterjemahkan menjadi bentuk bantuan nyata.
Keuntungan hasil penjualan buku Break A Leg: A Memoir ini akan dialokasikan untuk membantu korban bencana Aceh. Bantuan akan dikirimkan melalui rekan drg. Stella sesama dokter untuk dibelikan berbagai kebutuhan, seperti popok dan susu UHT untuk bayi dan anak-anak. Bantuan ini disalurkan ke Desa Blang Panjoe, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.
Tertarik membaca buku ini? Langsung saja beli di online store Pustaka Obor Indonesia ya, Moms. Buku 190 halaman ini bisa dibeli mulai awal 2026 dengan harga Rp70.000 saja. Grab it fast, Moms! (MB/TW/Foto: Dok. Mother & Beyond)
