Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menjelang bulan suci Ramadan, pemandangan di berbagai tempat pemakaman umum (TPU) di Indonesia biasanya berubah menjadi lebih ramai. Keluarga berbondong-bondong datang, membawa bunga dan air mawar, serta membersihkan makam orang-orang terkasih yang telah berpulang. Ya, tradisi ziarah kubur atau yang sering disebut nyekar sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan menyambut bulan puasa bagi banyak keluarga Muslim di Tanah Air.
Momen ini bukan sekadar ritual tahunan. Ada kerinduan yang mendalam, ada doa yang dilantunkan dengan khusyuk, dan ada pengingat lembut bagi kita yang masih hidup bahwa suatu hari nanti, kita pun akan menyusul mereka.
Namun, sebagai umat Islam yang ingin menjalankan ibadah dengan sempurna, wajar jika Moms & Dads bertanya-tanya: Bagaimana sebenarnya pandangan agama mengenai tradisi ini? Apakah ziarah kubur khusus menjelang Ramadan ini dianjurkan? Simak penjelasannya berikut ini, agar ibadah kita makin mantap dan bermakna.
Baca juga: Sambut Bulan Suci, Ini Doa Niat Mandi Puasa Ramadan dan Tata Caranya
Hukum ziarah kubur menjelang Ramadan
Pertanyaan yang sering muncul di benak kita adalah, “Bolehkah kita berziarah kubur dikhususkan saat menjelang Ramadan?”
Pada dasarnya, ziarah kubur adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam (sunah), kapan pun waktunya. Rasulullah SAW awalnya sempat melarang ziarah kubur di masa awal Islam untuk menjaga akidah umat yang saat itu masih rentan terhadap kemusyrikan (seperti meminta-minta kepada orang mati). Namun, setelah iman para sahabat kuat, beliau membolehkannya.
Tidak ada dalil spesifik yang mewajibkan atau melarang ziarah kubur khusus di bulan Syakban atau menjelang Ramadan. Artinya, hukum asalnya adalah mubah (boleh). Tradisi ini berkembang di masyarakat kita lebih sebagai momen kultural untuk “berpamitan” secara spiritual dan mempersiapkan hati menyambut bulan suci.
Selama ziarah dilakukan dengan niat yang lurus—mendoakan almarhum dan mengingat kematian—serta tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama (seperti meratap berlebihan atau meminta doa kepada jenazah), maka amalan ini adalah hal yang baik. Namun, perlu diingat bahwa tidak ada keutamaan khusus yang membedakan pahala ziarah di akhir Syakban dengan waktu-waktu lainnya.
Tujuan mulia di balik ziarah kubur
Mengapa Rasulullah SAW akhirnya menganjurkan umatnya untuk berziarah? Ada dua tujuan utama, yakni:
1. Mendoakan orang yang telah wafat
Tujuan utama kita datang ke makam orang tua atau kerabat adalah untuk memberikan “hadiah” terbaik bagi mereka, yaitu doa. Orang yang sudah meninggal terputus amalnya, kecuali tiga perkara, salah satunya adalah doa anak saleh. Kedatangan kita untuk memohonkan ampunan bagi mereka adalah bentuk bakti yang sangat indah, meski mereka sudah tiada.
2. Pengingat akan kematian
Kesibukan duniawi sering membuat kita lupa bahwa hidup ini sementara. Berdiri di hadapan nisan orang terkasih menyadarkan kita bahwa kematian itu nyata dan dekat.
Ziarah kubur berfungsi untuk melembutkan hati yang keras. Saat melihat makam, kita diingatkan untuk tidak terlalu mengejar dunia dan lebih fokus mempersiapkan bekal akhirat. Ini adalah persiapan mental yang sangat baik sebelum memasuki bulan Ramadan, di mana kita dituntut untuk meningkatkan ibadah dan menahan hawa nafsu.
Baca juga: Bacaan Doa dan Zikir agar Anak Pintar dan Cerdas
Hadis Nabi tentang anjuran ziarah
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Dahulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur. Namun sekarang, berziarahlah.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain dari Ibnu Majah, Rasulullah SAW menambahkan alasan di balik anjuran tersebut:
“Berziarahlah kalian ke kuburan, karena sesungguhnya hal itu dapat mengingatkan kalian akan kehidupan akhirat.” (HR. Ibnu Majah)
Dari hadis-hadis ini, jelas bahwa esensi dari ziarah adalah sebagai sarana tarbiyah (pendidikan) bagi jiwa kita.
Tata cara dan adab ziarah kubur
Agar ziarah kita membawa berkah dan sesuai dengan tuntunan sunah, ada beberapa adab yang perlu Moms & Dads perhatikan saat mengajak keluarga nyekar, yakni:
1. Meluruskan niat
Pastikan niat kita datang semata-mata karena Allah SWT, untuk mendoakan almarhum dan mengambil pelajaran, bukan untuk meminta berkah atau pertolongan kepada penghuni kubur.
2. Mengucapkan salam saat masuk area pemakaman
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menyapa para penghuni kubur dengan doa keselamatan. Salah satu bacaan salam yang diajarkan adalah:
Assalamu’alaikum ahlad-diyaar minal mu’miniina wal muslimiin. Wa inna insyaa alloohu bikum laahiquun. Nasalullooha lanaa walakumul ‘aafiyah.
Artinya: Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari golongan orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan untuk kalian.
3. Tidak duduk di atas atau menginjak kuburan
Sebagai bentuk penghormatan kepada jenazah, hindari duduk, melangkahi, atau menginjak bagian atas gundukan makam. Berjalanlah di sela-sela makam dengan sopan.
4. Mendoakan almarhum
Bacalah doa-doa permohonan ampun dan rahmat. Moms & Dads bisa membaca doa apa saja yang baik, atau doa umum seperti:
Allahummaghfirlahu (ha) warhamhu (ha) wa ‘afihi wa’fu anhu (ha).
Artinya: Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia.
5. Membaca ayat Al-Qur’an (Opsional)
Meskipun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, mayoritas masyarakat Indonesia mengikuti pendapat ulama yang membolehkan membaca Al-Qur’an (seperti Yasin atau Tahlil) dengan niat menghadiahkan pahala bacaannya kepada almarhum. Lakukanlah dengan suara yang tidak mengganggu peziarah lain.
6. Menjaga kebersihan dan ketertiban
Membawa air dan bunga bukanlah kewajiban syar'i, tetapi diperbolehkan sebagai simbol kasih sayang dan penyejuk. Pastikan setelah menabur bunga atau membersihkan rumput liar, kita tidak meninggalkan sampah plastik atau kotoran di area makam.
Itulah penjelasan mengenai tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan. Mari jadikan ziarah kubur tahun ini sebagai titik balik untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT dan sesama manusia. Doakan orang tua dan leluhur kita dengan tulus, karena doa kitalah yang kini paling mereka butuhkan di alam sana. Selamat menyambut bulan suci Ramadan, semoga kita semua diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalankannya. (MB/SW/Foto: Tom Fisk/Pexels)
