Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Adakah Cara Mencegah Kehamilan Alami saat "Keluar di Dalam"? Ini Jawabannya

Adakah Cara Mencegah Kehamilan Alami saat "Keluar di Dalam"? Ini Jawabannya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Bagi sebagian pasangan, memilih metode kontrasepsi adalah keputusan besar yang melibatkan kenyamanan dan kesehatan jangka panjang. Ada kalanya Moms & Dads ingin menghindari penggunaan alat kontrasepsi hormonal seperti pil atau suntik karena kekhawatiran akan efek sampingnya. Alhasil, metode alami sering menjadi pilihan utama untuk mencegah kehamilan.

Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: Apakah mungkin mencegah kehamilan jika penetrasi dilakukan hingga ejakulasi terjadi di dalam, tanpa pengaman? Topik ini memang sensitif, tetapi sangat penting untuk dipahami agar tidak terjadi kehamilan yang tidak direncanakan. Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Moms & Dads!

Bagaimana cara agar keluar di dalam tapi tidak hamil?

Jawaban paling jujur dan ilmiah untuk pertanyaan “Bagaimana cara agar keluar di dalam tapi tidak hamil?” terletak pada waktu. Kehamilan hanya bisa terjadi jika sperma bertemu dengan sel telur yang matang. Jika tidak ada sel telur yang dilepaskan (ovulasi), maka sperma yang masuk tidak akan bisa membuahi apa pun.

Karena itu, satu-satunya cara alami yang efektif adalah dengan melakukan hubungan intim di luar masa subur, Moms & Dads.

Baca juga: Ingin Mencegah Terjadinya Kehamilan? Lakukan 9 Cara Ini!

Mengenali tanda-tanda ovulasi

Agar metode ini berhasil, Moms harus sangat mengenal tubuh sendiri. Berikut ini cara mendeteksi kapan Anda sedang dalam fase subur (berisiko hamil) dan kapan fase tidak subur (aman).

1. Metode suhu basal tubuh

Suhu tubuh Moms akan sedikit meningkat (sekitar 0,5 derajat Celsius) setelah ovulasi terjadi. Anda perlu mengukur suhu tubuh setiap pagi sebelum bangun dari tempat tidur. Masa aman biasanya dimulai setelah suhu naik dan bertahan selama 3 hari hingga haid berikutnya.

2. Cek lendir serviks

Saat masa subur, lendir vagina akan berwarna bening, licin, dan elastis seperti putih telur mentah. Jika lendir terasa kering, lengket, atau kental berwarna putih susu, kemungkinan Anda berada di masa tidak subur.

3. Posisi leher rahim

Pada masa tidak subur, leher rahim akan terasa lebih keras (seperti ujung hidung) dan posisinya lebih rendah.

Baca juga: Telat Haid 4 Hari Apakah Hamil? Ini Penjelasan Medisnya

Strategi aman berhubungan intim tanpa pengaman

Jika Moms & Dads memutuskan untuk melakukan ejakulasi di dalam tanpa pengaman, pastikan hal tersebut dilakukan jauh dari jendela ovulasi.

Sperma dapat bertahan hidup di dalam rahim wanita selama 3-5 hari. Artinya, jika Moms berhubungan seks 3 hari sebelum ovulasi, kehamilan masih sangat mungkin terjadi.

Waktu yang dianggap paling aman secara alami adalah:

  • Selama masa menstruasi (meskipun risikonya tidak nol persen jika siklus Moms sangat pendek).
  • Dua hingga tiga hari sebelum menstruasi berikutnya dimulai (fase luteal akhir).

Namun, perlu diingat bahwa metode ini sangat berisiko bagi wanita yang memiliki siklus haid tidak teratur. Stres, kelelahan, atau sakit bisa menggeser waktu ovulasi tanpa Anda sadari, Moms.

Apa saja yang bisa menggagalkan kehamilan?

Terkadang, meskipun ejakulasi terjadi di masa subur, kehamilan tidak selalu terjadi. Ada beberapa faktor biologis dan eksternal yang secara alami bisa “menggagalkan” atau mencegah terjadinya pembuahan, antara lain:

1.Kualitas sperma: Jika jumlah sperma sedikit atau pergerakannya lambat, sperma mungkin mati sebelum mencapai sel telur.

2. Ketidakseimbangan hormon: Masalah pada hormon progesteron atau tiroid bisa membuat dinding rahim tidak siap menerima pembuahan.

3. Faktor gaya hidup: Obesitas, berat badan yang terlalu rendah, stres tinggi, merokok, atau konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu kesuburan, baik pada pria maupun wanita.

4. Usia: Seiring bertambahnya usia, kualitas sel telur wanita akan menurun, sehingga peluang hamil secara alami juga berkurang.

Bagaimana cara agar tidak hamil jika sperma telanjur masuk?

Ini adalah momen yang sering membuat panik. Jika Dads sudah terlanjur ejakulasi di dalam saat Moms sedang dalam masa subur, apakah ada cara alami untuk mencegahnya?

Moms perlu berhati-hati dengan mitos yang beredar. Berikut ini fakta medis yang perlu diluruskan.

1. Mencuci vagina (douching) tidak efektif

Banyak mitos mengatakan bahwa segera mencuci vagina dengan air, cuka, atau sabun bisa membilas sperma keluar. Ini tidak benar dan berbahaya. Sperma bergerak sangat cepat dan bisa mencapai leher rahim dalam hitungan detik. Douching justru bisa mendorong sperma masuk lebih dalam dan merusak keseimbangan bakteri alami vagina, menyebabkan infeksi.

2. Buang air kecil atau melompat-lompat

Buang air kecil setelah berhubungan baik untuk mencegah infeksi saluran kemih, tetapi tidak bisa mengeluarkan sperma dari saluran reproduksi karena lubang kencing dan lubang vagina berbeda. Begitu pula dengan melompat-lompat. Gravitasi tidak cukup kuat untuk mengeluarkan sperma mikroskopis yang sudah berenang menuju rahim.

3. Konsumsi makanan tertentu (nanas, soda, jamu)

Tidak ada bukti ilmiah yang kuat bahwa memakan nanas muda, minum soda, atau jamu tertentu segera setelah berhubungan bisa mencegah pembuahan. Mengandalkan metode ini justru bisa memicu masalah lambung atau kesehatan lainnya.

Solusi darurat untuk mencegah kehamilan

Jika sperma sudah masuk di masa subur dan Moms benar-benar ingin menunda kehamilan, satu-satunya cara yang terbukti efektif secara medis (bukan alami) adalah kontrasepsi darurat (morning after pill). Pil ini bekerja dengan menunda ovulasi. Namun, pil ini harus diminum sesegera mungkin (maksimal 72 jam) dan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter atau bidan.

Memutuskan untuk menggunakan metode alami berarti Moms & Dads harus memiliki komunikasi yang sangat baik dan disiplin tinggi dalam memantau siklus tubuh. Metode alami seperti sistem kalender memiliki tingkat kegagalan yang cukup tinggi (sekitar 24%) jika tidak dilakukan dengan perhitungan yang sangat presisi.

Jika Moms merasa cemas setiap kali selesai berhubungan, mungkin ini saatnya mendiskusikan opsi lain yang lebih memberikan ketenangan pikiran. Ingat, kesehatan reproduksi dan mental Anda adalah prioritas. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan untuk menemukan metode yang paling “ramah” dan nyaman bagi tubuh Anda, Moms. (MB/AY/SW/Foto: Jcomp/Freepik)