Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Art Jakarta resmi membuka rangkaian program pertamanya tahun ini melalui edisi perdana Art Jakarta Papers 2026, sebuah pekan seni yang secara khusus menyoroti medium kertas dalam praktik seni rupa kontemporer. Kehadiran edisi ini menjadi wujud kepercayaan komunitas seni Indonesia dan regional, sekaligus memperkuat posisi Art Jakarta sebagai platform yang terus berkembang merespons dinamika zaman.
Seremoni pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan TRUST Orchestra, orkestra komunitas terbesar di Jakarta yang baru saja meraih Gold Medal pada World Orchestra Festival 2025. Penampilan tersebut dipersembahkan oleh TRUST Collective dan menjadi pembuka suasana hangat bagi peresmian acara.
Acara pembukaan dihadiri oleh Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo sebagai Wakil Menteri Kebudayaan, serta jajaran Kementerian Kebudayaan. Turut hadir perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif, Dadam Mahdar, Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekonomi Kreatif, beserta jajaran. Dari pihak mitra utama, hadir Fajrin Hermansyah, Direktur Sucor Asset Management, dan Adrian, Senior Vice President of Marketing Communication BCA.
Sebagai tuan rumah, Paramitha Soedarjo, Direktur MRA Media, bersama Hafidh Ahmad Irfanda, VIP Relations Director Art Jakarta, menyambut para tamu dan menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem seni rupa lokal dan regional. Art Jakarta Papers 2026 diresmikan oleh Fadli Zon dan dilanjutkan dengan sesi VIP preview pada hari yang sama.
Pameran berlangsung selama empat hari hingga 8 Februari 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3. Sebanyak 28 galeri dari Indonesia dan Asia menghadirkan beragam presentasi karya berbasis kertas, mulai dari gambar, cetak, ilustrasi, hingga instalasi. Selain pameran galeri, program ini juga menghadirkan presentasi tunggal seniman Indonesia serta diskusi yang dikurasi khusus untuk membahas peran kertas dalam praktik seni rupa.
Dalam sambutannya, Hafidh Ahmad Irfanda menjelaskan perjalanan panjang hingga terwujudnya edisi perdana ini. “Perbincangan soal pameran yang khusus menyorot karya seni kertas sebetulnya telah dimulai sejak masa pandemi yang lalu. Setelah menempuh perjalanan dan diskusi panjang selama beberapa tahun, kami bersyukur dapat mewujudkan Art Jakarta Papers untuk Anda, tentunya melalui dukungan banyak pihak yang terus memberi kepercayaan pada ekosistem seni rupa. Kami percaya bahwa dengan komitmen kolektif yang terus dipupuk ini, Art Jakarta dapat menjadi platform yang terus berkembang dan merespon perubahan zaman,” jelas Hafidh.
Selama lebih dari 15 tahun, Art Jakarta berkembang dengan dukungan MRA Media sebagai penggagas. Paramitha Soedarjo menyampaikan, “Melalui Art Jakarta Papers, MRA Media ingin menghadirkan Art Jakarta sebagai platform yang tidak hanya merayakan karya, tetapi juga membuka ruang dialog yang lebih luas bagi ekosistem seni rupa Indonesia. Dengan menyoroti medium kertas, yang menjadi dasar dari begitu banyak proses dan gagasan artistik, kami ingin mengajak publik untuk melihat kembali kekayaan dan potensi medium ini dalam seni rupa kontemporer. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen MRA Group untuk terus mendukung perkembangan seni dan budaya melalui platform yang kredibel, relevan, dan bermakna.”
Edisi perdana ini diperkuat oleh dua Lead Partners, yaitu Sucor Asset Management dan BCA. Kolaborasi ini memperlihatkan pertemuan menarik antara dunia seni dan industri keuangan. Fajrin Hermansyah, Direktur Sucor Asset Management, mengungkapkan, “Dua Grand Master di bidangnya bertemu dalam satu ruang untuk berbagi strategi, visi, dan nilai. Kami melihat Art Jakarta sebagai Grand Master di dunia seni, dengan rekam jejak dan portofolio yang sangat kuat. Karena itu, kolaborasi ini menjadi pertemuan yang relevan antara seni dan investasi. Melalui Art Jakarta Papers, kami melihat ruang yang tepat untuk menghadirkan edukasi investasi dengan pendekatan yang lebih kreatif dan menjadi pengalaman berbeda bagi pengunjung, di mana konsep investasi tidak disampaikan secara kaku, melainkan melalui eksplorasi visual, dan narasi yang dapat dinikmati secara personal. Sejalan dengan misi Sucor AM untuk terus melakukan edukasi investasi kepada masyarakat Indonesia dengan cara yang out of the box, kami ingin menunjukkan bahwa investasi bukan sesuatu yang rumit atau menakutkan. Melainkan, sama seperti seni, investasi adalah proses yang dapat dipelajari, dipahami, dan dijalani dengan nyaman. Inilah esensi dari kampanye #InvestasiSenyamanmu.”
BCA kembali menghadirkan dukungan melalui myBCA. Adrian selaku Senior Vice President of Marketing Communication BCA, menyampaikan, “BCA melalui myBCA merasa terhormat dapat ambil bagian di dalam gelaran Art Jakarta Papers 2026. Kehadiran BCA pada gelaran ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung perkembangan seni rupa Indonesia serta memperluas akses masyarakat terhadap ruang-ruang apresiasi seni yang relevan dengan dinamika masa kini. Bagi myBCA, partisipasi ini turut menjadi bagian dari upaya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui pengalaman yang inspiratif dan bermakna.
Dalam kesempatan ini, myBCA berkolaborasi dengan seniman Rudy Atjeh, yang melalui karyanya menghadirkan interpretasi tentang ruang, proses, dan pertumbuhan. Kolaborasi ini kami harapkan dapat menjadi ruang dialog antara seni dan pengalaman keseharian, sekaligus memperkaya cara pengunjung memaknai karya yang ditampilkan di Art Jakarta Papers. Sebagai bentuk konsistensi dukungan perkembangan seni rupa Indonesia, myBCA kembali menghadirkan berbagai penawaran dan kemudahan transaksi, mulai dari diskon tiket masuk hingga cash back serta cicilan, agar pengunjung dapat menikmati Art Jakarta Papers 2026 dengan pengalaman yang lebih nyaman dan seamless.”
Dukungan pemerintah turut memperkuat penyelenggaraan acara. Dadam Mahdar menegaskan, “Art Jakarta Papers memberikan agenda seni yang merupakan dasar penting dari praktik kreatif seni rupa. Tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga menawarkan dialog, refleksi, dan apresiasi terhadap medium kertas, sebuah bahan yang selama ini mungkin dianggap sederhana. Art Jakarta Papers bukan sekadar pameran; ini adalah ruang di mana manusia dan ide bertemu melalui bentuk, tekstur, cetak, gambar, ilustrasi, dan instalasi. Melalui karya menunjukkan bahwa kertas bukan lagi sekadar alat pendukung, tetapi medium yang mampu menyampaikan gagasan besar dan estetika kontemporer.”
Dalam pidatonya, Fadli Zon juga menyoroti sejarah panjang medium kertas di Indonesia, “Peran kertas sebagai medium ekspresi seni telah hadir dalam berbagai periodisasi sejarah Indonesia. Salah satu contohnya dapat kita lihat pada pemanfaatan kertas daluang. Kehadiran Art Jakarta Papers merupakan bagian dari upaya memperluas ekosistem seni rupa Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan seni rupa global melalui pendekatan diplomasi budaya—melalui pertukaran pengetahuan, jejaring profesional lintas negara, serta dialog antara praktik lokal dan internasional.”
Selain presentasi galeri, Art Jakarta Papers menghadirkan AJ Spot yang menampilkan karya Iwan Effendi serta presentasi interaktif Ruang MES 56. Program Special Presentation menampilkan kolaborasi artistik Rudy Atjeh bersama myBCA serta instalasi Naufal Abshar bersama Sucor Asset Management. Dukungan juga datang dari EDISII yang menghadirkan karya cetak edisi terbatas seniman Indonesia lintas generasi.
Program publik turut menjadi bagian penting melalui AJ Talk yang menghadirkan enam diskusi mengenai posisi karya kertas, konservasi di iklim tropis, peluang pasar internasional, hingga restorasi kertas. Lokakarya cetak saring juga digelar bersama Krack! Printmaking Collective.
Dengan format pameran yang lebih fokus dan akrab, Art Jakarta Papers membuka ruang apresiasi baru bagi publik sekaligus memperluas jangkauan pengunjung melalui lokasi di pusat perbelanjaan. Kehadiran edisi perdana ini menegaskan komitmen Art Jakarta untuk terus memelihara dan mengembangkan ekosistem seni rupa Indonesia dan regional.
Rangkaian Art Jakarta 2026 akan berlanjut melalui Art Jakarta Gardens pada Mei 2026 dan puncaknya Art Jakarta pada Oktober 2026. Tiket Art Jakarta Papers tersedia melalui situs resmi Art Jakarta. (MB/TW/Foto: Dok. Art Jakarta Papers)
- Tag:
- Art Jakarta Papers
- event
- seni
