Type Keyword(s) to Search
BABY

Wajib Tahu! Ini Tahapan Anak Belajar Bicara dan Cara Stimulasinya

Wajib Tahu! Ini Tahapan Anak Belajar Bicara dan Cara Stimulasinya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Mendengar kata pertama dari bibir mungil Si Kecil tentu menjadi salah satu momen paling membahagiakan bagi setiap orang tua. Namun perjalanan menuju momen ini tidaklah selalu sama waktunya. Karena setiap anak merupakan individu yang unik dan memiliki garis waktu pertumbuhannya masing-masing, pun dengan perkembangan kemampuan bicaranya. 

Sambil terus mengajak Si Kecil untuk berkomunikasi, sebelumnya Moms juga perlu tahu seperti apa tahapan anak belajar bicara, hal apa yang memengaruhi kemampuan bicaranya, serta cara menstimulasi kemampuan bicara mereka dengan cara yang menyenangkan. 

Kapan anak mulai bisa bicara?

Moms mungkin bertanya-tanya kapan batas waktu yang pasti bagi seorang anak untuk mulai berbicara. Secara umum, bayi sebenarnya sudah mulai "berkomunikasi" sejak hari pertama ia lahir melalui tangisan. Namun, untuk kata-kata bermakna pertama seperti "ma-ma" atau "pa-pa", sebagian besar bayi mulai mengucapkannya pada rentang usia 10 hingga 14 bulan.

Sebelum mencapai titik tersebut, Si Kecil melewati proses panjang mengumpulkan kosakata di dalam otaknya. Ia mendengarkan bagaimana Moms dan Dads berbicara, memerhatikan gerak bibir, dan menangkap nada suara. Jadi, meskipun sepertinya ia belum bisa merespons dengan kata-kata, otaknya sedang bekerja keras menyerap semua informasi bahasa di sekelilingnya.

Baca juga: Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa saja faktor yang memengaruhi perkembangan bicara anak?

Setiap anak berkembang dengan kecepatannya sendiri karena ada banyak hal yang memengaruhi proses belajar mereka. Beberapa faktor yang memengaruhi kemampuan bicara anak diantaranya: 

1. Faktor lingkungan dan interaksi sosial

Anak yang sering diajak mengobrol, dibacakan buku, dan bermain bersama akan memiliki stimulasi bahasa yang lebih kaya dibandingkan anak yang kurang mendapatkan interaksi langsung. Kehadiran orang tua yang responsif sangat mendukung keberanian anak untuk bersuara.

2. Kondisi kesehatan fisik

Kesehatan fisik terutama organ pendengaran dan bentuk mulut juga sangat memengaruhi. Anak harus bisa mendengar dengan jelas untuk bisa meniru suara yang ia dengar. Jika Moms merasa Si Kecil tidak merespons suara keras atau panggilan, sangat disarankan untuk memeriksakan pendengarannya ke dokter anak.

3. Faktor genetik atau keturunan

Jika Moms atau Dads dulunya termasuk anak yang terlambat bicara (late talker), ada kemungkinan Si Kecil juga mengalami pola perkembangan yang serupa, meskipun hal ini tidak selalu mutlak terjadi.

Tahapan anak belajar bicara 

Untuk membantu Moms memantau perkembangan Si Kecil, berikut tahapan umum kemampuan bicara anak berdasarkan usianya yang perlu Anda tahu. 

Usia 0 - 6 bulan: Komunikasi lewat tangisan dan ocehan

Pada masa awal kehidupannya, tangisan adalah senjata utama Si Kecil untuk memberitahu Anda bahwa ia lapar, lelah, atau tidak nyaman. Memasuki usia 2 hingga 3 bulan, ia mulai mengeluarkan suara-suara seperti "ooh" atau "aah". Mendekati usia 6 bulan, bayi mulai merespons suara, menoleh saat namanya dipanggil, dan mengeluarkan ocehan (babbling) yang terdengar menggemaskan.

Usia 7 - 12 bulan: Memahami kata dan mengoceh aktif

Di rentang usia ini, ocehan Si Kecil semakin bervariasi. Ia mulai menggabungkan konsonan dan vokal seperti "ba-ba-ba" atau "da-da-da". Ia juga mulai memahami kata-kata sederhana yang sering didengarnya setiap hari, seperti "tidak" atau "ayo". Menjelang ulang tahun pertamanya, beberapa anak mulai mengucapkan satu atau dua kata pertamanya dengan makna yang jelas. 

Usia 13 - 18 bulan: Kata-kata pertama yang menggemaskan

Perbendaharaan kata Si Kecil mulai bertambah. Ia mungkin bisa mengucapkan 3 hingga 10 kata, meskipun pelafalannya belum sempurna. Anak pada usia ini sangat suka meniru kata-kata yang diucapkan orang dewasa di sekitarnya. Ia juga sudah bisa menunjuk benda yang ia inginkan sambil menyebutkan namanya dengan singkat.

Usia 19 - 24 bulan: Mulai merangkai kalimat sederhana

Memasuki usia dua tahun, terjadi ledakan kosakata pada anak. Ia bisa menguasai puluhan hingga sekitar 50 kata. Kemampuan yang paling menakjubkan di tahap ini adalah kemampuannya merangkai dua kata menjadi kalimat sederhana, seperti "mau minum" atau "mama pergi". Ia juga semakin paham instruksi yang lebih kompleks.

Cara menstimulasi kemampuan bicara anak

Mendampingi anak belajar bicara tidak memerlukan peralatan mahal. Kasih sayang dan kehadiran Anda adalah stimulasi terbaik baginya. Berikut beberapa cara praktis yang bisa Moms terapkan di rumah.

1. Sering mengajak ngobrol

Jadikan setiap momen sebagai kesempatan untuk berbicara. Ceritakan apa yang sedang Moms lakukan saat memandikannya, menyuapinya, atau memakaikan baju. Gunakan kalimat pendek dan jelas. Misalnya, "Ini baju adik, warnanya merah. Wah, bagus ya!"

2. Rutin membacakan buku cerita

Membaca buku adalah jendela ajaib untuk mengenalkan kosakata baru. Pilih buku dengan gambar besar dan warna cerah untuk menarik perhatiannya. Tunjuk gambar yang ada di buku dan sebutkan namanya perlahan. Lakukan rutinitas ini setiap hari, misalnya sebelum tidur siang atau malam.

Baca juga: Cara Tradisional untuk Melatih Anak agar Cepat Bicara

3. Bernyanyi bersama

Lagu anak-anak memiliki irama dan pengulangan kata yang sangat mudah diingat oleh otak balita. Nyanyikan lagu seperti "balonku" atau "bintang kecil" sambil melakukan gerakan tangan. Anak-anak sangat menyukai nada yang ceria dan ini mendorong mereka untuk ikut bernyanyi.

4. Kelola screen time

Organisasi kesehatan anak merekomendasikan agar anak di bawah usia 18 bulan tidak diberikan screen time kecuali untuk video call dengan keluarga. Terlalu banyak menonton televisi atau gawai dapat mengurangi waktu interaksi dua arah yang sangat krusial bagi perkembangan bicaranya. Gantilah waktu menonton dengan bermain balok susun atau bermain flash card.

Itulah penjelasan terkait tahapan anak belajar bicara dan cara menstimulasinya. Dengan menerapakan cara-cara di atas, diharapkan ini bisa meningkatkan kemampuan bicara Si Kecil agar lebih baik lagi. Namun ingat, kuncinya bersabar dan konsisten ya, Moms. (MB/Vonda Nabilla/RF/Foto: Jcomp/Dok.freepik)