Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

6 Gaya Berhubungan Intim yang Aman saat Hamil Trimester Kedua

6 Gaya Berhubungan Intim yang Aman saat Hamil Trimester Kedua

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Memasuki trimester kedua kehamilan sering kali terasa seperti menghirup udara segar bagi banyak ibu hamil. Fase ini kerap disebut sebagai masa bulan madu kehamilan. Di fase kehamilan ini, Anda mungkin sudah bisa kembali menikmati hubungan intim bersama pasangan. Namun pastikan Anda memerhatikan gaya berhubungan intim saat hamil trimester kedua yang aman.

Seiring dengan kembalinya vitalitas tubuh, wajar jika gairah seksual pun ikut meningkat. Namun, perut yang makin membesar tentu membawa tantangan tersendiri. Bumil mungkin mulai merasa canggung atau khawatir apakah aktivitas seksual bisa memengaruhi kenyamanan Anda maupun keamanan janin di dalam kandungan.

Kabar baiknya, Anda tetap bisa menikmati momen intim bersama pasangan dengan aman. Menyesuaikan posisi adalah kunci utamanya. Berikut ini beberapa gaya berhubungan intim saat hamil trimester kedua yang paling direkomendasikan.

Gaya berhubungan intim saat hamil trimester kedua

1. Spooning

Posisi spooning atau menyamping adalah salah satu gaya paling nyaman dan aman selama kehamilan. Anda dan pasangan berbaring menghadap ke arah yang sama, dengan pasangan berada di belakang Anda. Posisi ini sama sekali tidak memberikan tekanan pada perut, serta memungkinkan Anda untuk bersantai dan menikmati pelukan hangat dari belakang.

2. Woman on top

Banyak ibu hamil menyukai posisi ini karena memberikan kontrol penuh atas kedalaman penetrasi dan ritme gerakan. Dengan berada di atas, Anda bisa menyesuaikan sudut tubuh agar perut tidak tertekan sama sekali. Posisi ini juga sangat menonjolkan kedekatan emosional karena Anda bisa saling bertatapan secara langsung.

3. Edge of the bed

Untuk posisi ini, Anda cukup berbaring telentang di tepi tempat tidur dengan lutut ditekuk, sementara pasangan berdiri atau berlutut di depan Anda. Jika Anda mulai merasa pusing atau tidak nyaman berbaring telentang terlalu lama, Anda bisa menyangga punggung dan bahu dengan beberapa bantal tebal agar posisi tubuh menjadi setengah duduk.

4. Chair sex

Gaya duduk berhadapan sangat intim dan minim tekanan pada perut. Pasangan Anda bisa duduk bersila atau duduk di kursi yang kokoh, lalu Anda duduk di pangkuannya menghadap ke arahnya. Posisi ini memungkinkan pelukan erat dan komunikasi yang lembut, menciptakan ikatan emosional yang sangat kuat sebelum menyambut kehadiran buah hati.

5. Doggy style

Posisi bersandar atau merangkak dengan bertumpu pada lutut dan tangan (atau siku) ini dapat menghilangkan beban dari perut dan punggung bawah Anda. Anda bisa meletakkan banyak bantal di bagian depan dada untuk tumpuan ekstra agar tubuh tidak cepat lelah. Pasangan kemudian melakukan penetrasi dari belakang.

6. Side by side

Mirip dengan posisi gunting, Anda dan pasangan bisa berbaring berdampingan tetapi saling berhadapan. Posisi ini sangat santai dan tidak membutuhkan banyak energi. Anda bisa mengaitkan salah satu kaki ke tubuh pasangan untuk memberikan ruang.

Baca juga: Ini Posisi Berhubungan Intim yang Aman saat Hamil 8 Bulan

Bolehkah hamil trimester 2 sering berhubungan intim?

Banyak orang tua merasa khawatir jika frekuensi hubungan intim yang tinggi akan membahayakan janin. Jawabannya, berhubungan intim secara teratur selama trimester kedua sangatlah aman, asalkan Anda memiliki kehamilan yang sehat dan normal.

Janin di dalam rahim terlindungi dengan sangat baik oleh cairan ketuban serta otot-otot rahim yang kuat. Selain itu, ada sumbat lendir (lendir serviks) yang menutupi leher rahim, berfungsi sebagai pelindung ekstra dari infeksi. Jadi, aktivitas fisik selama berhubungan intim tidak akan melukai bayi Anda.

Meskipun begitu, jika Anda merasa lelah, kram, atau sekadar tidak mood, jangan ragu untuk mengomunikasikannya dengan pasangan. Anda juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan dan menunda hubungan intim jika memiliki riwayat pendarahan, letak plasenta di bawah (plasenta previa), leher rahim lemah, atau riwayat persalinan prematur.

Bolehkah mengeluarkan sperma di dalam saat hamil trimester 2?

Secara medis, mengeluarkan sperma di dalam saat hamil trimester kedua adalah hal yang aman bagi sebagian besar kehamilan tanpa komplikasi. Sperma tidak akan bisa menembus masuk ke dalam rahim tempat bayi berada berkat perlindungan sumbat lendir serviks.

Namun, ada satu hal yang perlu Anda ketahui: Air mani mengandung zat bernama prostaglandin. Zat ini secara alami bisa merangsang kontraksi ringan pada rahim. Pada kehamilan yang sehat, kontraksi ringan setelah orgasme atau setelah ejakulasi di dalam adalah hal yang normal dan tidak memicu persalinan prematur.

Baca juga: Berhubungan Intim saat Hamil Muda, Amankah Keluar di Dalam?

Namun jika Anda memiliki risiko persalinan prematur atau dokter Anda telah menyarankan untuk berhati-hati, pasangan Anda sebaiknya menggunakan kondom atau mengeluarkan sperma di luar untuk meminimalkan paparan prostaglandin, Moms.

Nah, itulah beberapa gaya berhubungan intim yang aman saat hamil trimester kedua. Menjaga kemesraan tetap menyala di trimester kedua bisa menjadi cara untuk merawat harmoni sekaligus meredakan stres. Selamat menikmati kehamilan yang sehat dan bahagia, Moms! (MB/SW/RF/Foto: Drobotdean/Freepik)