Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Ambeien setelah melahirkan bukanlah hal yang perlu membuat Anda malu atau Anda anggap sebagai "aib", Moms. Kondisi ini justru sangat umum dialami banyak ibu baru, dan Anda tidak sendirian mengalaminya. Sekitar 25-35% ibu hamil mengalami ambeien, dengan risiko tertinggi terjadi di trimester ketiga dan langsung setelah melahirkan.
Masalahnya, sebagai ibu menyusui, Anda tidak bisa sembarangan pilih obat, karena bisa memengaruhi ASI dan Si Kecil. Nah, di artikel ini, kita akan bahas tuntas kenapa ambeien sering muncul pasca melahirkan, jenis penanganan yang umumnya dianggap aman, cara meredakan tanpa obat, dan kapan waktunya harus menemui dokter.
Kenapa ibu menyusui rentan mengalami ambeien setelah melahirkan?
Penyebab ambeien setelah melahirkan sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum proses persalinan itu sendiri. Selama kehamilan, rahim yang membesar menekan pembuluh darah di area panggul, sehingga vena di sekitar anus dan rektum ikut membengkak. Ditambah lagi, hormon progesteron memperlambat gerakan usus, yang berujung pada sembelit—musuh utama pemicu ambeien.
Baca juga: Ciri-Ciri Ambeien pada Ibu Hamil yang Perlu Diketahui
Setelah melahirkan, kondisi ini bisa makin terasa karena beberapa faktor:
- Mengejan saat persalinan. Proses mengejan yang intens saat melahirkan normal sering memperparah ambeien yang sudah ada, bahkan memicu munculnya yang baru.
- Volume darah meningkat. Selama hamil, volume darah naik hingga 40-50%, yang menambah tekanan pada pembuluh darah di area anorektal.
- Dehidrasi akibat menyusui. Produksi ASI membutuhkan banyak cairan tubuh. Kalau Moms kurang minum, tubuh jadi lebih rentan dehidrasi, yang berdampak langsung pada tekstur feses dan memperparah sembelit.
- Efek obat pereda nyeri pascapersalinan. Obat-obatan ini kadang menyebabkan sembelit sebagai efek samping, sehingga Anda jadi lebih sering mengejan saat BAB.
- Berkurangnya aktivitas fisik. Masa-masa awal menyusui dan mengurus bayi membuat banyak wanita jarang bergerak, yang memperlambat kerja usus.
Kabar baiknya, sebagian besar kasus ambeien setelah melahirkan bersifat sementara dan biasanya membaik dalam 4-8 minggu setelah persalinan, seiring tekanan pada pembuluh panggul berkurang dan hormon tubuh mulai stabil.
Jenis penanganan ambeien yang umumnya dianggap aman untuk ibu menyusui
Meski setiap kondisi tubuh berbeda dan konsultasi dengan dokter tetap yang utama, ada beberapa jenis penanganan yang secara umum dianggap lebih aman untuk ibu menyusui, yakni:
- Pelembut tinja (stool softener). Laksatif osmotik seperti lactulose sering direkomendakan karena membantu mencegah mengejan tanpa memberikan efek stimulan yang keras pada usus.
- Sitz bath. Berendam di air hangat (bukan panas) selama 10-15 menit, 2-3 kali sehari, efektif meredakan nyeri dan bengkak di area anus.
- Kompres dingin. Es yang dibungkus kain bisa membantu mengecilkan pembengkakan sementara.
- Krim atau salep topikal tertentu. Krim berbahan witch hazel atau lidocaine umumnya lebih bisa ditoleransi dibandingkan produk yang mengandung steroid atau vasokonstriktor seperti phenylephrine.
- Terapi dasar panggul. Terapi ini bisa sangat membantu wanita usai melahirkan untuk memperkuat otot dasar panggul dan mempercepat pemulihan.
Yang penting diingat: apa pun jenis penanganannya, selalu diskusikan dulu dengan dokter atau apoteker sebelum mulai digunakan, terutama karena Anda sedang menyusui.
Obat oral vs salep topikal untuk ambeien ibu menyusui, mana yang lebih disarankan?
Ini pertanyaan yang sering muncul, dan jawabannya cukup jelas: Salep topikal umumnya lebih disarankan dibandingkan obat oral untuk ibu menyusui, karena penyerapannya ke aliran darah—dan potensi masuk ke ASI—jauh lebih rendah.
Obat oral untuk ambeien bekerja secara sistemik, artinya senyawa aktifnya beredar ke seluruh tubuh melalui darah sebelum mencapai area yang bermasalah. Ini meningkatkan risiko senyawa tersebut juga terserap ke dalam ASI. Sebaliknya, salep atau krim topikal bekerja langsung di area yang meradang, dengan penyerapan sistemik yang jauh lebih minim.
Moms bisa memilih salep berbahan witch hazel sebagai pilihan yang relatif lebih ringan atau salep berbahan lidocaine untuk meredakan nyeri secara lokal. Namun, hindari produk yang mengandung steroid kuat atau vasokonstriktor tanpa anjuran dokter, karena keamanannya untuk ibu menyusui belum sepenuhnya jelas.
Pilih salep topikal jika Anda mengutamakan keamanan untuk ASI dan gejalanya masih tergolong ringan hingga sedang. Pertimbangkan konsultasi dengan dokter untuk opsi lain jika gejala cukup parah atau salep topikal saja tidak cukup membantu.
Baca juga: 5 Obat Ambeien Alami dan Tradisional yang Bisa Anda Coba di Rumah
Cara meredakan ambeien tanpa obat untuk ibu menyusui
Sebelum buru-buru mencari obat, ada banyak cara meredakan ambeien tanpa obat untuk ibu menyusui yang bisa Moms coba dulu di rumah, yaitu:
Perbanyak makanan berserat
Makanan berserat untuk ambeien ibu menyusui sangat penting karena membantu melunakkan tinja dan mengurangi tekanan saat BAB. Beberapa pilihan yang mudah didapat:
- Pepaya matang
- Bayam dan sayuran hijau lainnya
- Oatmeal atau gandum utuh
- Kismis yang direndam air
- Psyllium husk (serat tambahan yang bisa dicampur air).
Sebaliknya, hindari makanan pedas, gorengan, dan makanan olahan karena bisa memperburuk sembelit.
Cukupi kebutuhan cairan
Ibu menyusui butuh lebih banyak cairan dari biasanya, sekitar 2,5-3 liter per hari. Air putih adalah pilihan terbaik, karena mendukung produksi ASI sekaligus melunakkan tinja.
Jangan menahan atau mengejan saat BAB
Segera ke toilet begitu ada dorongan, jangan ditahan. Gunakan pijakan kecil di bawah kaki untuk mengubah posisi anus menjadi lebih alami, sehingga BAB lebih lancar tanpa perlu mengejan keras.
Tetap aktif bergerak
Jalan kaki santai selama 20-30 menit sehari dapat membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi sembelit, tanpa perlu aktivitas berat yang bisa membebani tubuh setelah melahirkan.
Coba sitz bath secara rutin
Seperti disebutkan sebelumnya, berendam air hangat beberapa kali sehari adalah cara sederhana tetapi efektif untuk meredakan nyeri dan bengkak tanpa obat sama sekali.
Kapan ambeien ibu menyusui perlu penanganan dokter?
Sebagian besar ambeien setelah melahirkan bisa membaik dengan perawatan mandiri di rumah. Namun, ada beberapa tanda yang menunjukkan Moms sebaiknya segera menemui dokter, yaitu:
- Perdarahan terjadi setiap kali BAB, bukan hanya sesekali
- Nyeri anus yang parah hingga mengganggu aktivitas harian
- Muncul benjolan keras dan sangat nyeri secara tiba-tiba (kemungkinan ambeien trombosis)
- Tidak ada perbaikan setelah 7-10 hari melakukan perawatan mandiri
- Perdarahan cukup banyak atau disertai nyeri perut
- Ambeien masih terasa lebih dari 3 bulan setelah melahirkan.
Jangan ragu atau merasa malu untuk berkonsultasi. Dokter bisa membantu menemukan penanganan yang tepat dan aman, sekaligus memastikan tidak ada kondisi lain yang mendasari gejala tersebut.
Ambeien setelah melahirkan memang bisa terasa tidak nyaman, tetapi ini adalah bagian dari proses pemulihan tubuh yang sangat wajar dialami banyak ibu baru. Dengan memahami penyebabnya, memilih penanganan yang tepat, dan mengenali kapan harus mencari bantuan medis, Moms bisa melewati fase ini dengan lebih tenang. (MB/SW/RF/Foto: Magnific)
