Type Keyword(s) to Search
TODDLER

Jangan Sampai Keliru, Pilih Susu dengan Nutrisi yang Dibutuhkan Anak

Jangan Sampai Keliru, Pilih Susu dengan Nutrisi yang Dibutuhkan Anak

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Tinggi dan berat badan anak menjadi salah satu tolak ukur pertumbuhan anak yang optimal. Itulah mengapa berat dan tinggi badan anak perlu dipantau secara teratur. Ada banyak faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak, di antaranya adalah pemberian nutrisi. Moms harus paham betul seperti apa nutrisi yang dibutuhkan anak setiap harinya.

Untuk anak di atas usia satu tahun, umumnya sudah dapat diberikan makanan keluarga yang sama dengan anggota keluarga di rumah. Tekstur dan rasanya bisa disesuaikan dengan kemampuan anak. Salah satu kandungan nutrisi yang harus diberikan pada anak setiap hari adalah protein. Protein yang memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk anak adalah protein hewani, seperti susu.

“Selain dapat meningkatkan berat badan anak, protein hewani juga mengandung DHA yang sangat dibutuhkan anak untuk kecerdasan otaknya,” ucap dr. Marlisye Marpaung, SpA(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, yang ditemui pada acara Understanding Your Child's Growth: Milestone, Nutrition & Healthy Development oleh Mirugo, di Jakarta, Jumat (2/10/2026). 

Meski susu menjadi pilihan protein yang banyak diberikan oleh orang tua untuk Si Kecil, dr. Marlisye mengingatkan bahwa orang tua harus cerdas dalam memilih susu yang tepat untuk anak. Pastikan Moms selalu membaca tabel nutrisi yang terdapat dalam label kemasan susu sebelum membelinya. Pilihlah produk susu yang tidak mengandung gula tambahan dan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Tapi untuk anak yang memiliki kondisi khusus, seperti alergi atau kurang berat badan tentu harus berkonsultasi dengan dokter,” tambah dr. Marlisye.

Satu hal yang juga sering salah kaprah dari pemberian susu pada anak adalah susu bukan pengganti makanan utama. Banyak orang tua yang memberikan susu saat anak GTM. Padahal memberikan susu saat anak GTM tidak akan menyelesaikan masalah, justru dapat membuat anak semakin malas makan. Apalagi untuk anak di atas usia satu tahun, maksimal pemberian susu hanya sebanyak 500ml dalam sehari. 

Mirugo, susu pertumbuhan dengan informasi nutrisi yang transparan

Sebagai produk susu pertumbuhan untuk anak usia 1-3 tahun, Mirugo berkomitmen untuk memberikan informasi kandungan nutrisi yang transparan. Dengan komitmennya tersebut, Mirugo meraih Purity Award dari Clean Label Project, organisasi independen asal Amerika Serikat yang melakukan pengujian kontaminan dan benchmarking terhadap produk konsumen di seluruh dunia.

Pencapaian ini menjadi bagian dari komitmen Mirugo untuk menghadirkan produk yang tidak hanya memerhatikan kebutuhan nutrisi anak, tetapi juga kualitas, kemurnian, dan transparansi.

Melalui pengujian Clean Label Project, produk dapat dievaluasi terhadap berbagai kontaminan yang menjadi perhatian, termasuk heavy metals, pesticide residues, plasticizers, dan bisphenols, melalui laboratorium analitik standar tinggi yang terakreditasi ISO 17025.

“Saya ingin komunikasi yang keluar dari Mirugo itu komunikasi yang transparan, yang tidak overclaim dan semuanya bisa dibuktikan, kami di Mirugo juga percaya bahwa susu atau nutrisi itu tidak dapat berdiri sendiri, dalam tumbuh kembang anak juga diperlukan stimulasi,” ucap Livia Monika, Managing Director Mirugo, yang ditemui dalam acara yang sama.

Mirugo diformulasikan tanpa maltodekstrin, tanpa gula tambahan, dan tanpa corn syrup, serta dilengkapi DHA Jepang. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Mirugo untuk menghadirkan susu pertumbuhan yang memerhatikan kebutuhan nutrisi anak sekaligus kualitas produk secara menyeluruh.

Melalui pencapaian Purity Award, Mirugo ingin membawa percakapan mengenai kualitas produk anak ke level yang lebih transparan. Orang tua tidak hanya perlu mengetahui apa yang ada di dalam produk, tetapi juga memahami apa yang telah diuji dan apa yang seharusnya tidak ditemukan di dalamnya. (MB/RF/Foto: Pexels)