Type Keyword(s) to Search
KID

Pentingnya Peran Orang Tua Mendampingi Anak Dalam Menggunakan AI

Pentingnya Peran Orang Tua Mendampingi Anak Dalam Menggunakan AI

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Di era kemajuan teknologi seperti saat ini, sulit menghindari setiap perkembangan yang ada. Salah satunya adalah kehadiran AI. Anak-anak pun sulit untuk terhindari dari paparan AI. Selama ini AI memang dirancang untuk memudahkan pekerjaan, namun amankah bila digunakan oleh anak-anak dan remaja?

Menyadari tantangan yang banyak dirasakan orang tua, OpenAI memperkenalkan PandAI untuk Keluarga. Ini merupakan panduan praktis yang membantu orang tua dan remaja menggunakan AI bersama secara lebih aman dan bertanggung jawab. Melalui PandAI, keluarga diajak untuk memulai percakapan, mengeksplorasi penggunaan AI bersama, serta membangun kebiasaan yang sesuai dengan kebutuhan dan usia remaja. 

Data global OpenAI menunjukkan bahwa 9 dari 10 pengguna remaja memanfaatkan ChatGPT setiap minggu, mulai dari belajar hingga mendukung produktivitas. Peran orang tua dalam mendampingi mereka tentunya semakin penting. Namun, survei global UNICRI tahun 2025 menunjukkan bahwa 44% orang tua merasa belum memiliki pengetahuan yang cukup untuk membimbing anak menggunakan AI. 

PandAI hadir untuk membantu keluarga memahami AI bersama, membangun kebiasaan berpikir kritis, menjaga privasi, dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Panduan ini dibuat relevan dengan keseharian sehingga orang tua dapat mendampingi remaja dengan cara yang lebih terbuka dan sesuai kebutuhan keluarga.

“AI dapat membuka berbagai peluang bagi generasi muda untuk belajar dan mengeksplorasi hal baru. Di saat yang sama, orang tua tentu ingin tetap merasa yakin bahwa AI digunakan dengan perlindungan dan pendampingan yang tepat. Keluarga tidak perlu memilih antara akses terhadap teknologi dan keamanan karena keduanya dapat berjalan beriringan,” ujar Head of Policy, Southeast Asia, OpenAI, Sandy Kunvatanagarn, yang ditemui beberapa waktu lalu di Jakarta.

Membangun percakapan seputar AI dalam keseharian keluarga

PandAI dilengkapi dengan Kartu mAIn, kartu percakapan yang mengajak orang tua dan remaja berdiskusi tentang berpikir kritis, privasi, serta kapan perlu mencari dukungan dari orang lain, untuk memastikan panduan yang diberikan tetap relevan dengan pengalaman dan kebutuhan keluarga. 

“Mendampingi remaja di tengah perkembangan AI bukan berarti orang tua harus selalu memiliki semua jawabannya. Hal yang lebih penting adalah kemauan untuk belajar bersama, mendengarkan bagaimana remaja menggunakan AI, dan membuka ruang bagi mereka untuk bercerita tentang pengalaman tersebut,” ujar Damar Wahyu Wijayanti, Parenting Educator dan Co-Founder, Good Enough Parents.

Dukung pengalaman AI yang lebih aman 

Selain PandAI, OpenAI sebelumnya telah juga memperkenalkan ChatGPT untuk Remaja, pengalaman yang diterapkan otomatis bagi pengguna yang teridentifikasi berusia di bawah 18 tahun. Pengalaman ini menghadirkan perlindungan yang sesuai usia, fitur keamanan dan pembelajaran tambahan, serta dukungan dari orang dewasa tepercaya.

ChatGPT untuk Remaja juga dilengkapi dengan sejumlah fitur yang mendukung penggunaan AI secara lebih sehat dan terarah. Orang tua dapat menghubungkan akun mereka dengan akun remaja untuk mengelola sejumlah pengaturan, serta menerima notifikasi keamanan dalam situasi tertentu yang berisiko tinggi. Pada saat yang sama, privasi percakapan remaja tetap terjaga karena orang tua tidak memiliki akses untuk melihatnya. 

“Remaja masih berada dalam proses belajar mengenali batasan dan mengambil keputusan secara mandiri. Kehadiran perlindungan yang disesuaikan bagi remaja, seperti yang diterapkan OpenAI dalam ChatGPT untuk Remaja, menjadi langkah positif untuk melengkapi peran orang tua dalam mendampingi penggunaan AI. Teknologi dapat membantu menciptakan ruang yang lebih aman, tetapi keterlibatan orang tua tetap penting agar remaja memiliki tempat untuk bertanya dan mencari dukungan ketika membutuhkannya,” ujar Pritta Tyas Mangestuti, Psikolog Klinis dan Keluarga sekaligus Co-Founder, Good Enough Parents.

Dengan peran orang tua, segala manfaat kemajuan teknologi termasuk AI bisa turut dirasakan anak tanpa khawatir dengan batasan yang dapat membahayakan anak. (MB/RF/Foto: Magnific)