Umumnya, ASI keluar setelah 30-72 jam pasca persalinan. Namun pada beberapa kasus, ASI tak kunjung keluar dalam kurun waktu cukup lama.
Ibu harus mengonsumsi nutrisi terbaik dan memberikan stimulasi tepat untuk membantu perkembangan Si Kecil di dalam kandungan.
Sebagai ibu, wajar jika Anda kerap merasa cemas. Apalagi, jika Si Kecil atau suami akan menghadapi sesuatu yang baru dalam hidupnya.
Anak-anak selalu menyukai hewan. Coba ajak Si Kecil bersafari ke kebun binatang, ia pasti sangat menyukai kegiatannya di sana. Bisa jadi, setelahnya ia ingin memelihara hewan. Si Kecil memelihara hewan? Boleh saja sih, tetapi Anda perlu memerhatikan beberapa hal.
Berdasarkan hasil survei Departemen Kesehatan hanya 54,3 persen wanita Indonesia yang memberikan ASI eksklusif. Padahal, ASI merupakan asupan penting bagi Si Kecil karena kaya akan nutrisi seperti lemak, karbohidrat, garam, dan protein yang berguna bagi perkembangannya. Selain nutrisi, kolostrum dalam ASI juga dapat melindungi bayi dari serangan diare, infeksi telinga, batuk, pilek, dan alergi.