Otak anak terbentuk sejak ia masih dalam kandungan. Pada bayi baru lahir, berat otaknya hanya 400 gr dan belum berkembang sempurna. Namun saat usianya menginjak 2-3 tahun, berat otaknya mencapai 3 kali lipat dengan berat 1.100 gr, yang berarti sudah berkembang hingga 70-80 persen.
Ajarkan Si Kecil mengenal emosi dirinya dengan memahami dan mengomunikasikan emosinya kepada orang lain. Misalnya, saat ia menangis dan tertawa, Anda perlu bertanya mengapa ia menangis dan tertawa.
Anda mungkin sering 'gemas' ketika Si Kecil tak berhenti menekan tombol telepon atau remote televisi. Apa sebenarnya yang membuat tombol-tombol ini begitu menarik perhatian mereka? Alice Honig, PhD, profesor perkembangan anak dari Syracuse University di New York, mengatakan, saat Si Kecil menekan tombol dan melihat perubahan, seperti timbul suara dan gambar yang berganti, ia mulai mengerti konsep sebab akibat. Ini merupakan proses belajar yang sangat baik untuknya.
Keterlambatan perkembangan yang terjadi pada Rifqah Khairani Ammarie, 4, terus berlanjut hingga memasuki usia 7 bulan. Melihat hal itu, Sang Ibu, Syavira Baidah, memutuskan untuk membawanya ke klinik khusus tumbuh-kembang anak di Jakarta. Rifqah pun disarankan untuk menjalani newborn screening.