Di usia 0-1 tahun, bayi sudah bisa melakukan tindakan kasar meski tidak terlalu menyakitkan. Tindakan-tindakan yang biasa ia lakukan adalah menjambak rambut, mencubit hidung, menarik telinga, menggigit saat disusui, dan mengibaskan tangan seperti hendak memukul.
Semua anak memiliki risiko alergi, hanya saja kadarnya berbeda-beda. Konsultan Alergi Imunologi Anak, Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A(K), MKes, mengatakan, anak dengan kedua orangtua yang memiliki riwayat alergi, berisiko terkena alergi sebesar 40-60 persen. Risiko ini bisa meningkat menjadi 60-80 persen pada anak yang kedua orangtuanya memiliki jenis alergi yang sama.
Balita bagaikan spons yang menyerap banyak informasi dan menyimpannya di dalam otak. Secara umum, semakin besar Si Kecil, semakin banyak pula hal yang bisa ia ingat. Namun ada 1 hal yang ditekankan para ahli, yakni perkembangan dan kapasitas ingatan Si Kecil tak bisa dipaksakan terjadi lebih cepat.
Begitu memasuki usia MPASI, motorik halus Si Kecil semakin berkembang. Saat makan, ia akan berusaha memegang sendoknya sendiri. Saat memakai dot, ia akan memegangnya dengan kuat dan mampu menariknya dari mulut ketika susu sudah habis. Untuk menstimulasi kemampuannya, sediakan perlengkapan yang memudahkan Si Kecil makan sendiri.