KID

Tips untuk Bantu Anak Memiliki Pertemanan yang Sehat



Moms, tentunya menyenangkan ya, melihat anak punya banyak teman seusianya. Faktanya, kemampuan berteman dan bersosialisasi sangat berguna bagi pembentukan karakter serta kesuksesan ketika ia tumbuh dewasa.

Walaupun demikian, perlu diketahui, kehadiran teman bisa membawa efek positif maupun negatif bagi anak. Ada kalanya, anak meniru kebiasaan atau karakter temannya, yang baik maupun yang buruk.

Namun, tentu saja, Moms menginginkan anak untuk memiliki pertemanan yang sehat. Yang dimaksud pertemanan sehat adalah pertemanan yang bisa memberikan pengaruh baik bagi karakter serta kebiasaan anak. Berikut adalah tips agar anak bisa memiliki pertemanan yang sehat.

Baca juga: 5 Cara Membantu Anak Menemukan Teman Terbaiknya

1. Memengaruhi dan dipengaruhi

Dalam berteman, biasanya ada sosok yang memengaruhi dan dipengaruhi. Beberapa anak bisa lebih mudah dipengaruhi ketimbang memberi pengaruh terhadap anak lain. Nah, jika anak Anda termasuk kategori yang ini, maka Anda perlu mengingatkan bahwa dirinya adalah sosok yang berbeda dari temannya dan tidak perlu meniru segala sesuatu dari sang teman.

Menurut situs Mother of Life, orang tua perlu memberi pengertian kepada anak bahwa terkadang seseorang ingin menjadi dan meniru orang lain, tapi sesungguhnya hal semacam itu tidak selalu bisa dilakukan. Misalnya, anak ingin tidur lebih malam seperti yang dilakukan temannya, maka Anda harus memberikan pengertian bahwa di keluarga Anda ada rutinitas tersendiri dan memberitahu manfaatnya.

2. Arti seorang teman

Ada kalanya anak menjadi sosok yang sangat penurut di hadapan teman dekatnya. Ia akan melakukan apa saja yang diminta sang teman. Hal semacam ini sesungguhnya tidak sehat bagi tumbuh kembang anak. Selain akan kehilangan identitas diri, anak juga bisa terpengaruh dengan mudah oleh hal-hal negatif yang dilakukan temannya.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Moms perlu mengingatkan bahwa arti seorang teman adalah seseorang untuk berbagi. Anda perlu mengajarkan anak untuk berkompromi dengan keinginan temannya, bukan sekadar menuruti.

Beritahu anak bahwa suatu hal yang wajar jika sesekali ia menolak permintaan temannya, terutama jika temannya menginginkan sesuatu yang bersifat negatif atau tidak mungkin ia penuhi. Jangan lupa ingatkan anak bahwa dirinya adalah individu yang berbeda dari temannya, jadi ia juga berhak untuk mengungkapkan keinginannya sendiri.

3. Kenali temannya

Sudah sepantasnya anak memiliki banyak teman dari latar belakang keluarga atau kebudayaan yang berbeda. Di sisi lain, Anda juga perlu mengenali sosok teman-teman anak Anda. Moms tentunya tak ingin ia berteman dengan sosok yang bisa memberikan pengaruh buruk terhadap dirinya.

Atau Anda bisa mencoba agar anak membantu sang teman untuk menghilangkan kebiasaan buruknya. Oleh sebab itu, tak ada salahnya jika Anda sesekali mengundang teman-temannya untuk datang dan bermain di rumah. Dengan begitu, Anda bisa melihat secara langsung bagaimana interaksi dan model pertemanan anak.

Berkenalan dengan orang tua dari teman anak juga tentu saja sangat disarankan. Moms bisa bertukar informasi dengan ibu dari teman anak Anda sehingga membantu Anda untuk lebih mengenalnya.

Satu hal yang perlu diingat ketika Moms mengundang teman anak Anda datang ke rumah, pastikan mereka mengetahui bahwa Anda memiliki peraturan tersendiri di rumah Anda. Pastikan Anda memperhatikan hal-hal berikut ini ketika teman anak Anda datang, Moms.

1. Atur kapan dan berapa lama teman anak Anda boleh bermain di rumah. Jangan sampai, sesi bermain mengganggu rutinitas anak sehari-hari.

2. Jika Anda membatasi sesi anak menonton tv, bermain gadget, atau bermain video games di rumah, maka pastikan peraturan tersebut juga berlaku ketika temannya datang.

3. Ketika teman anak bersikap kurang sopan atau kasar di rumah Anda, jangan ragu untuk memberitahunya bahwa perbuatan semacam itu tidak diperbolehkan di rumah Anda.

4. Selalu pastikan teman anak sudah minta izin ke orang tuanya untuk bermain di rumah Anda. Jangan lupa meminta nomor telepon orang tuanya untuk digunakan dalam keadaan darurat. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Foto: Freepik)