Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Setiap orang tua pastinya menginginkan anak tumbuh dengan optimal, termasuk tingginya. Berbagai cara dilakukan guna memaksimalkan pertambahan tinggi Si Kecil. Bagi Moms yang penasaran, Anda bisa memprediksi tinggi anak menggunakan kalkulator tinggi potensi genetik.
Moms mungkin bertanya-tanya, "Kira-kira, seberapa tinggi ya ia saat dewasa nanti?" Pertanyaan ini sangat wajar.
Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, para ahli kesehatan sering menggunakan sebuah alat ukur sederhana yang dikenal dengan kalkulator tinggi potensi genetik. Alat ini membantu memberikan gambaran perkiraan tinggi maksimal anak saat ia berhenti tumbuh dewasa nanti, berdasarkan tinggi badan kedua orang tuanya.
Cara menggunakan kalkulator tinggi potensi genetik
Menghitung potensi tinggi badan anak sebenarnya cukup mudah dan bisa Moms dan Dads lakukan sendiri di rumah. Rumus yang paling umum digunakan oleh dokter anak adalah rumus Mid-Parental Height. Rumus ini membedakan perhitungan antara anak laki-laki dan perempuan karena adanya perbedaan pola pertumbuhan alami.
Untuk anak laki-laki:
Tambahkan tinggi badan Dads (dalam sentimeter) dengan tinggi badan Moms. Tambahkan lagi 13 cm pada hasil tersebut, lalu bagi dua.
(Tinggi Dads + Tinggi Moms + 13 cm) / 2
Untuk anak perempuan
Tambahkan tinggi badan Dads dengan tinggi badan Moms. Kurangi hasilnya dengan 13 cm, lalu bagi dua.
(Tinggi Dads + Tinggi Moms - 13 cm) / 2
Hasil dari perhitungan ini memberikan rentang perkiraan. Biasanya, tinggi akhir anak akan berada pada rentang plus atau minus 8,5 sentimeter dari angka hasil perhitungan tersebut. Ini adalah panduan awal yang sangat baik untuk memantau grafik pertumbuhan si kecil dari waktu ke waktu.
Baca juga: Makanan Kaya Zat Besi yang Baik untuk Pertumbuhan Anak
Faktor genetik yang menentukan tinggi badan anak
Genetika adalah fondasi utama yang membentuk fisik seorang anak. Sekitar 60 hingga 80 persen tinggi badan seseorang ditentukan oleh DNA yang diwariskan dari kedua orang tuanya. Inilah mengapa anak-anak dari orang tua yang tinggi cenderung memiliki postur yang tinggi pula.
Namun, pewarisan gen ini tidak selalu bersifat langsung dan sederhana. Anak mewarisi kombinasi gen dari berbagai generasi sebelumnya. Terkadang, seorang anak bisa tumbuh jauh lebih tinggi atau sedikit lebih pendek dari kedua orang tuanya karena ia mewarisi sifat genetik dari kakek, nenek, atau leluhur lainnya. Memahami hal ini membantu Anda untuk tidak terlalu membandingkan pertumbuhan anak dengan teman-teman seusianya, karena setiap anak memiliki cetak biru genetiknya masing-masing.
Cara meningkatkan tinggi badan melampaui potensi genetik
Meskipun gen memegang peranan besar, faktor lingkungan sangat menentukan apakah anak bisa mencapai batas atas dari potensi genetiknya tersebut. Moms dan Dads bisa menerapkan beberapa kebiasaan sehat sehari-hari untuk merangsang hormon pertumbuhannya.
- Pertama, pastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup. Hormon pertumbuhan (HGH) paling aktif diproduksi oleh tubuh saat anak berada pada fase tidur lelap. Anak usia sekolah dasar umumnya membutuhkan 9 hingga 11 jam tidur setiap malamnya.
- Kedua, dorong anak untuk rutin beraktivitas fisik. Olahraga yang melibatkan peregangan dan lompatan, seperti berenang, basket, atau bersepeda, sangat baik untuk memperkuat otot dan tulang. Aktivitas fisik yang menyenangkan bersama keluarga tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga mempererat ikatan batin antara orang tua dan anak.
Baca juga: Panduan Prediksi Tinggi Badan Anak, Ini Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan
Akurasi kalkulator tinggi potensi genetik
Satu hal yang perlu diingat, kalkulator ini memberikan sebuah perkiraan, bukan sebuah kepastian mutlak. Tubuh manusia sangat luar biasa dan kadang bisa mengejutkan. Akurasi dari perhitungan ini sangat bergantung pada kondisi kesehatan anak secara keseluruhan dan lingkungan tempat ia dibesarkan.
Jika anak mengalami kondisi medis tertentu, gangguan hormon, atau sering sakit di masa emas pertumbuhannya, tinggi badannya mungkin tidak mencapai angka perkiraan. Sebaliknya, dengan perawatan yang penuh kasih sayang, stimulasi yang tepat, dan asupan gizi yang sempurna, banyak anak berhasil tumbuh melampaui angka maksimal yang diprediksi oleh kalkulator. Oleh karena itu, jadikan angka ini sebagai motivasi untuk memberikan perawatan terbaik, bukan sebagai patokan yang membebani.
Nutrisi pendukung tumbuh kembang tinggi badan anak
Makanan yang dikonsumsi Si Kecil setiap hari adalah bahan bakar utama untuk tulang dan jaringan tubuhnya. Memberikan nutrisi yang seimbang adalah bentuk cinta kasih yang sangat nyata dari orang tua untuk masa depan anak.
Pastikan piring makan anak selalu kaya akan protein, yang berfungsi sebagai blok pembangun sel-sel baru. Sumber protein yang baik meliputi telur, daging tanpa lemak, ikan, tahu, dan tempe. Selain itu, kalsium dan vitamin D tidak boleh dilupakan karena keduanya bekerja sama menjaga kepadatan tulang. Kalsium bisa didapatkan dari susu, keju, yoghurt, serta sayuran hijau seperti bayam dan brokoli. Sementara itu, vitamin D bisa diperoleh secara gratis dengan mengajak Si Kecil bermain di luar rumah di bawah sinar matahari pagi.
Melihat anak tumbuh besar adalah salah satu perjalanan terindah bagi orang tua. Mengetahui potensi tinggi badannya melalui kalkulator tinggi potensi genetik memang bermanfaat untuk perencanaan kesehatan. Namun, yang jauh lebih penting adalah memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, dukungan emosional, dan pola hidup yang sehat.
Moms, yuk dampingi setiap fase pertumbuhan anak. Berikan pelukan hangat, makanan bergizi, dan ruang bagi Si Kecil untuk bergerak aktif sehingga dia bisa tumbuh optimal. (MB/WR/RF/Foto: Rawpixels/Freepik)
