FAMILY & LIFESTYLE

7 Alasan Umum Mengapa Anda Jadi Begitu Mudah Lupa



Moms, siapa dari Anda yang akhir-akhir ini jadi merasa begitu mudah lupa? Entah itu lupa di mana meletakkan gunting yang baru saja Anda pakai, lupa mematikan keran di kamar mandi, atau sering lupa mengingat nama orang.

Lupa merupakan hal yang manusiawi dan normal terjadi pada setiap orang. Namun bila Moms mendapati diri Anda sering mengalami brain fart (tidak bisa berpikir jernih atau mengingat dalam waktu singkat) setiap hari, mungkin sudah waktunya Anda mencari tahu apa penyebabnya.

Tak selalu berkaitan dengan penyakit Alzheimer lho, Moms. Faktanya ada sejumlah alasan umum mengapa Anda begitu mudah lupa.

1. Anda bertambah tua

Seiring bertambahnya usia, otak akan menunjukkan perubahan, sama seperti kulit yang menjadi lebih keriput dan persendian yang menjadi lebih lemah. Sehingga lumrah bila Anda jadi pelupa. Namun, jangan langsung panik bila Anda kesulitan mempelajari keterampilan baru atau memikirkan kata yang ingin Anda gunakan dalam sebuah kalimat.

Melansir laman Prevention, Lauren Drag, Ph.D., seorang neuropsikolog di Stanford Health Care mengungkapkan, keluhan paling umum yang terlihat dari orang yang sudah tua adalah mereka mengalami kesulitan membuat kata-kata atau berjalan ke sebuah ruangan, tapi mereka lupa mengapa mereka ada di sana. Dan kondisi ini pun normal terjadi.

2. Kelelahan

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki sedikit waktu untuk bisa tidur nyenyak memiliki lebih banyak masalah dengan memori. Namun berita baiknya, terkadang yang dibutuhkan hanyalah power nap yang cepat, bahkan jika Anda tidur hanya selama 6 menit sekalipun di mana ini bisa memberikan dorongan pada otak Anda.

Jika Anda merasa sangat lelah meskipun sudah tidur siang, lakukan pemeriksaan menyeluruh. Waspadai sleep apnea yang bisa membuat otak kekurangan oksigen dan menyebabkan perubahan suplai darah ke otak, yang dari waktu ke waktu dapat berdampak negatif pada memori dan kemampuan berpikir.

3. Mengonsumsi obat yang berefek pada ingatan

Bila Moms khawatir dengan kondisi Anda yang mudah lupa, Moms harus meninjau daftar obat yang sedang Anda konsumsi. Drag mengatakan, beberapa resep obat dan obat bebas dapat mengacaukan ingatan Anda. Misalnya kelompok obat antikolinergik, yang dapat mengganggu neurotransmitter di otak Anda yang disebut asetilkolin.

Antihistamin seperti Benadryl, obat refluks seperti Zantac, obat perawatan kejang otot seperti Flexiril, obat depresi seperti Paxil dan Elavil, diketahui semuanya dianggap antikolinergik. Selain itu perhatikan pula konsumsi obat tekanan darah tertentu, obat penenang seperti valium, dan beberapa obat nyeri.

4. Mengalami stres berat

Stres dapat mengalihkan perhatian otak yang seharusnya bisa menghafal informasi. Drag mengungkapkan, dalam jangka pendek seseorang yang merasa cemas bisa mengalami kesulitan mengikuti percakapan karena ia merenungkan topik yang mengkhawatirkan.

Sementara seseorang yang mengalami stres berat akan memiliki dampak yang signifikan pada otak, mungkin melalui paparan jangka panjang terhadap hormon yang dilepaskan selama periode stres.

5. Sedang berjuang melawan depresi

Ketika seseorang mengalami gangguan mental, sulit baginya untuk bisa fokus pada hal yang ada di depannya. Depresi bisa membentuk kembali bagian-bagian tertentu dari otak Anda. Drag mengatakan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut dapat dikaitkan dengan perubahan ukuran dan fungsi daerah otak yang penting untuk keterampilan seperti memori, kecepatan berpikir, perhatian, dan kemampuan memecahkan masalah.

6. Memiliki masalah kesehatan kronis atau tidak terdiagnosis

Penyakit apa pun yang memengaruhi suplai darah ke otak seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi, dapat menyebabkan gangguan mental. Berbagai kondisi kesehatan, seperti hipotiroidisme, kekurangan vitamin, dan ketidakseimbangan hormon juga dapat menyebabkan masalah memori. Selain itu, infeksi saluran kemih yang dialami orang lanjut usia juga dapat menyebabkan kebingungan mendadak dan sementara.

7. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol

Minuman keras atau beralkohol dapat mengacaukan pikiran Anda serta bisa membuat seorang pecandu minuman keras menjadi pelupa saat ia coba berhenti minum. Drag mengatakan, sebuah penelitian menunjukkan ketika peminum dalam keadaan sadar setelah mabuk, ini bisa menyebabkan memburuknya ingatan dan pemikiran sementara waktu, atau saat seseorang menjalani periode detoksifikasi. Diketahui, beberapa orang, terutama pecandu alkohol, mungkin tidak akan pernah mendapatkan ketajaman ingatannya kembali. (M&B/Vonda Nabilla/SW/Foto: 8photo/Freepik)