Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Memulai kehidupan baru bersama pasangan adalah momen yang penuh kebahagiaan dan harapan. Namun, salah satu aspek penting yang sering kali terabaikan adalah bagaimana mengatur keuangan keluarga baru Anda dengan baik.
Perlu diingat, saat membangun keluarga baru, penting untuk menyatukan impian dan tujuan, termasuk dalam hal keuangan. Mengelola keuangan saat baru membentuk rumah tangga adalah langkah penting untuk memastikan tidak hanya stabilitas finansial, tapi juga keharmonisan hubungan dalam jangka panjang.
Berikut ini beberapa tips mengatur keuangan keluarga baru yang bisa Anda terapkan, Moms dan Dads.
1. Buka komunikasi yang terbuka tentang keuangan
Komunikasi adalah fondasi dari segala hal, termasuk dalam keuangan keluarga. Diskusikan situasi finansial Anda dengan pasangan, termasuk penghasilan, utang, dan kebiasaan belanja masing-masing. Tetapkan waktu khusus untuk membahas keuangan setiap bulan agar Anda dan pasangan memiliki pemahaman yang sama.
2. Tetapkan tujuan keuangan bersama
Apa mimpi besar Anda sebagai pasangan? Apakah membeli rumah impian atau traveling ke destinasi favorit? Tetapkan tujuan spesifik dengan pasangan dan wujudkan dalam bentuk langkah finansial konkret.
3. Tentukan anggaran bulanan
Langkah berikutnya adalah membuat anggaran bulanan. Anda bisa memulai dengan mencatat semua sumber pemasukan dan pengeluaran. Bagilah anggaran Anda ke dalam beberapa kategori, seperti kebutuhan primer (makan, tempat tinggal, dan tagihan), kebutuhan sekunder (hiburan dan belanja), serta tabungan dan investasi.
Sebagai panduan awal, Anda bisa menggunakan aturan 50/30/20 untuk membagi anggarannya, yaitu 50% untuk kebutuhan dasar, 30% untuk kebutuhan lainnya, dan 20% untuk tabungan atau investasi.
Baca juga: 8 Tips Bijak Meminjamkan Uang pada Keluarga dan Teman
4. Prioritaskan dana darurat
Dana darurat adalah salah satu elemen penting dalam keuangan keluarga. Idealnya, dana darurat sebaiknya mencakup 3-6 bulan pengeluaran rumah tangga. Dana ini akan membantu Anda menghadapi situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau biaya pengobatan mendesak.
Jika belum memilikinya, mulailah menyisihkan sebagian penghasilan untuk menyiapkan dana darurat. Ini akan membantu mengurangi ketegangan dan stres keuangan yang bisa dialami di masa depan.
5. Mulailah menabung dan investasi
Selain dana darurat, penting memulai menabung untuk tujuan jangka panjang, seperti membeli rumah atau pendidikan anak. Pilih produk investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda, seperti emas, reksa dana, atau obligasi. Jangan takut untuk mencari informasi mengenai produk investasi tersebut dan mulailah dengan jumlah yang kecil terlebih dahulu.
Selain menabung, penting juga buat Anda dan pasangan mempertimbangkan untuk berinvestasi. Investasi adalah cara yang baik untuk meningkatkan nilai aset dan membantu mewujudkan tujuan jangka panjang Anda. Misalnya, jika Anda ingin membeli rumah dalam 5 tahun ke depan, Anda dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi di properti atau saham yang memiliki potensi pertumbuhan nilai tinggi.
6. Kurangi dan kelola utang
Jika Anda memiliki utang, buatlah strategi untuk melunasinya secara bertahap. Misalnya, Anda bisa menggunakan metode “avalanche” (melunasi utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu) atau “snowball” (melunasi utang terkecil dulu untuk meningkatkan motivasi).
7. Gunakan aplikasi keuangan
Di era digital ini, banyak aplikasi keuangan yang bisa membantu Anda mencatat pengeluaran dan memonitor perkembangan tabungan. Beberapa aplikasi populer di Indonesia adalah dompet digital seperti Jenius, BukuKas, atau aplikasi perencanaan keuangan seperti Finansialku.
8. Evaluasi keuangan secara berkala
Kondisi finansial dan kebutuhan keluarga akan berubah seiring waktu. Karena itu, penting untuk secara rutin mengevaluasi keuangan Anda. Lakukan penyesuaian pada anggaran atau strategi menabung yang sesuai kebutuhan.
Baca juga: Awas Bisa Picu Konflik! Ini Aturan Memberi Uang Bulanan untuk Orang Tua atau Mertua
Itulah beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk mengatur keuangan keluarga baru. Mengelola keuangan keluarga baru memang tidak instan, tapi dengan kerja sama dan disiplin, Anda bisa menciptakan fondasi keuangan yang kuat untuk masa depan Anda. (M&B/AY/VN/Foto: Freepik)