FAMILY & LIFESTYLE

Makanan Pedas Bikin Orang Bahagia? Cek Faktanya, Yuk, Moms!


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Di Indonesia, makanan pedas masih menjadi salah satu makanan yang paling digemari. Pasalnya, sensasi pedas begitu cocok dipadukan dengan beragam hidangan Nusantara yang kompleks. Tak hanya itu, makanan pedas juga sering digadang-gadang mampu membuat orang merasa bahagia. Apakah hal ini benar?

Dalam acara “Ngobrol Baik Bareng ABC: Kupas Serunya Sensasi Pedas Sebagai Kuncian Citarasa di Setiap Momen” (9/7/2025), Felicia Julian, Marketing R&D Director ABC Indonesia, menyebutkan bahwa hubungan antara makanan pedas dan kebahagiaan seseorang sudah terbukti secara sains.

“Ketika dimakan, cabai mengeluarkan senyawa capcaisin yang bisa memicu produksi endorfin dalam tubuh. Hormon inilah yang akan membuat kita merasa bahagia. Selain itu, senyawa ini mendorong produksi hormon dopamin, yang bisa membuat kita senang dan rileks, sehingga secara tidak langsung membuat kita lebih bahagia,” tutur Felicia.

Dikutip dari AZO Life Sciences, makanan pedas mendorong produksi hormon endorfin karena tubuh menangkap sensasi pedas sebagai ancaman bagi tubuh, sehingga tubuh ingin melindungi diri dengan melepaskan hormon endorfin dan dopamin. Dengan begitu, tubuh akan merasa tenang dan bahagia, meski sedang “tersiksa” oleh sensasi pedas.

Karena itu pula, beberapa ahli menganggap bahwa penyuka makanan pedas bukanlah kecanduan sensasi panas dari cabai, melainkan kebahagiaan dan rasa tenang yang timbul setelah makan makanan pedas.

Baca juga:Bukan Sekadar Pedas, Ini Manfaat Cabai Rawit buat Kesehatan

Hal inilah yang membuat makanan pedas makin banyak digemari. Menurut Astrid Enricka, Indonesian Food Practitioner, makanan pedas adalah salah satu solusi manusia modern yang rentan terhadap stres. “Makanya normal kalau lagi lelah, inginnya makan yang pedas-pedas. Mungkin memang itulah respons tubuh yang sedang stres, ingin bahagia dengan makan makanan pedas. Dengan makan makanan pedas, mata jadi melek, tubuh jadi rileks, keluar keringat, dan sebagainya,” kata Astrid.

Kebahagiaan saat mengonsumsi makanan pedas juga bisa datang dari kebersamaan. “Di Indonesia, rasa pedas begitu dekat dengan kehidupan kita. Karena itu, saat keluarga atau teman-teman berkumpul untuk makan makanan pedas, rasa bahagia dan hangat juga muncul,” jelas Felicia.

Baca juga:Bolehkah Ibu Menyusui Makan Makanan Pedas?

Hal-hal inilah yang kemudian menjadi fokus utama Sambal ABC. Dari generasi ke generasi Sambal ABC terus berinovasi mengikuti perkembangan tren makanan dan kekayaan budaya kuliner Indonesia, untuk membuat orang-orang Indonesia terus bahagia. “Untuk menjawab beragam selera dan kebiasaan makan masyarakat Indonesia, ABC menghadirkan beragam varian saus sambal yang dirancang untuk melengkapi setiap jenis hidangan,” tutur Felicia.

Di acara ini, ABC juga mengenalkan kampanye Ahlinya Buat Citarasa dengan mengangkat keempat varian Sambal ABC yang ada di pasaran. Empat varian sambal tersebut adalah ABC Sambal Serba Guna dengan sensasi pedas manis yang seimbang untuk semua orang; ABC Sambal Asli dengan cita rasa dan sensasi pedas yang klasik serta ikonik; ABC Sambal Extra Pedas untuk pecinta sensasi pedas yang menggugah selera; serta ABC Sambal Ekstrim Pedas untuk para pencari tantangan dan pengalaman pedas tingkat tinggi.

“Bagi banyak keluarga, sambal bukan hanya soal pedas, tapi juga menggambarkan pengalaman yang kaya rasa. Hadir selama 50 tahun di Indonesia sebagai Ahlinya Buat Citarasa, ABC menghadirkan Sambal ABC dengan menggunakan cabai asli pilihan ahli sebagai ‘kuncian’ ibu untuk memperkaya citarasa hidangan yang lezat di setiap momen keluarga,” ujar Felicia. (M&B/GA/SW/Foto: Dok. Image Dynamic)